
Di siang menjelang sore hari nampak satu keluarga besar itu sedang berbahagia menikmati waktu mereka berkumpul di taman belakang Mansion Bryan.
Mereka membuat acara camping kecil-kecilan sekeluarga bersama anak-anak mereka yang kini sudah tumbuh besar begitu cepatnya.
" Bagaimana rasanya mempunyai anak laki-laki Kak?" celetuk Ariell saat ia sedang duduk berdua dengan Belinda istri dari kakak iparnya.
Memang sudah dari hari kemarin keluarga Fredly berkunjung ke Mansion adiknya itu.
" Sebagai ibunya, aku merasa menjadi orang terfavorit di dunia ini. dia bilang sangat menyayangi dan mencintaiku, Orang sering menganggap anak perempuan itu sebagai makhluk yang lebih lembut, padahal anak laki-laki bisa lebih sayang kepada ibunya. bisa disebut Oedipus complex, tapi tak ada yang bisa mengelak kalau anak laki-laki memiliki cinta ekstra yang spesial untuk ibu mereka."
Terang Belinda menatap ke arah Meo yang sudah tumbuh besar yang usianya sudah menginjak empat tahun lebih.
Ariell ikut tersenyum memandang bocah kecil yang sudah tidak gembul itu, sedang bermain bola bersama putranya Ken yang kini usianya juga bertambah menjadi tujuh tahunan itu.
Putranya Ken yang semakin bertambah besar semakin bertambah pula ketampanannya, bahkan ada anak perempuan yang seusia dengannya yang terang-terangan bilang menyukai putranya itu.
Membuat kedua orang tuanya tergelak, mereka tak habis pikir anak-anak yang seusia mereka sudah mempunyai perasaan layaknya anak remaja saja.
Lalu pandangannya beralih ke arah putrinya yang sedang tertawa bersama Calista, Bryan dan juga pamannya Fredly yang sedang duduk bersama Omanya Lidya di depan tenda kecil.
Bocah perempuam gembul itu sedang menari berlenggak-lenggok dengan lagu yang di nyanyikan oleh Calista.
Bryan nampak tertawa lepas saat melihat putrinya itu sedang menari, pria itu nampak bahagia membuat Ariell ikut tersenyum senang.
Kak Fredly bersama Oma Lidya tak kalah ngakak melihat Kaylee yang nampak menari seperti boneka barbie itu.
Sungguh keluarga besar yang nampak sangat bahagia, Bryan meraih tubuh gembul Kaylee setelah ia selesai menari, lalu mengayunkannya ke udara sambil di putar-putar hingga anak itu memekik kegirangan.
" Lagi Dad, " teriak Kaylee kemudian, sementara Meo langsung berlari ke arah Daddy nya lalu menarik-narik lengan Fredly ingin di perlakukan yang sama seperti Kaylee.
" Meo, kamu sudah besar, sudah bertambah berat, Daddy tidak akan kuat menggendongmu." teriak Belinda menatap tak suka ke arah kedua pria beda usia yang sangat ia cintai itu.
" Tuh, lihat Mom tidak suka, sudah kamu bermain bola saja sama Ken okay," titah Fredly kemudian.
Dengan mengerucutkan bibirnya akhirnya Meo kembali menyeret kakinya mendekat ke arah Ken mengajaknya bermain bola kembali, membuat semua orang tersenyum.
" Kau lihat Ken begitu dewasa di usianya yang masih kecil, coba kau hamil kembali siapa tahu kali ini laki-laki, agar kau juga bisa merasakan melahirkan seorang putra? kau pasti nanti akan tahu bagaimana rasanya mempunyai putra kandung sendiri." celetuk Belinda lagi, membuat Ariell menoleh sejenak.
Ariell nampak mendengus pelan setelah mendengar usulan dari Belinda, bukannya ia tak mau, bahkan ia masih bisa merasakan rasa sakit nyeri di perutnya karena jahitan bekas operasinya waktu itu.
__ADS_1
" Aku pun juga ingin kak dan bagaimana jika ternyata yang keluar perempuan lagi kak?"
" Kalau begitu kau hamil lagi." jawab Belinda sambil tersenyum.
" Dan kalau ketiga kalinya juga masih perempuan, ah entahlah kak mengingat saat aku melahirkan Kaylee dulu saja sedikit membuatku trauma_
" Iya aku juga tidak masalah, toch kita juga sudah mempunyai Ken seperti putra kandung kita sendiri." sela Bryan yang tiba-tiba saja sudah berdiri dan duduk di samping istrinya itu sambil memeluk pinggang ramping Ariell sambil menggendong Kaylee.
" Tapi jika kau ingin memiliki seorang putra, aku pun masih sanggup untuk membuatnya, benih unggulku stoknya masih berlimpah. " Celetuk Bryan kembali sambil terkekeh. yang tak lama kemudian langsung mendapatkan capitan di sisi perutnya, membuatnya langsung mengaduh.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan Ariell, " Kau ini tidak bisakah bicara selain urusan ranjang, kau selalu mesum di sembarang tempat." Gerutu Ariell memandang kesal ke arah sang suami.
Belinda hanya tersenyum melihat keributan kecil dari adik ipar dan juga istrinya ini, " Kalian bisa melanjutkannya."
Belinda langsung beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah suami dan anak-anak mereka, meninggalkan pasangan suami istri yang masih tampak mesra itu.
Bryan terkekeh lalu mencium pipi Ariell sekilas, " Baiklah aku rasa, aku tidak bisa membantah itu, aku akan selalu mesum jika di dekatmu saja, karena kau adalah wanita yang paling aku cintai seumur hidupku." terangnya.
Kemudian Bryan mencium pipi gembul Kaylee kemudian menggelitik anak itu membuat Kaylee melolong dalam tawa yang riang, membuat Ariell ikut tersenyum di sampingnya. Bryan adalah Ayah terbaik yang pernah ada, terbukti mampu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Selain itu Bryan selalu menjadi suami terhebat untuknya, pria yang penuh kasih sayang, paling lembut, dan yang kadang menjadi pria yang paling bawel jika itu menyangkut masalah kesehatan atau hal lain tentang dirinya.
Ariell tersenyum menatap anak-anaknya yang tertidur pulas di samping Daddy nya di atas ranjang milik Ken.
Kemudian ia membenarkan selimut Ken lalu akan mengangkat tubuh gembul Kaylee memindahkannya ke ranjangnya sendiri yang ada di seberang ranjang Kakaknya itu. Pergerakan yang begitu pelan ternyata membangunkan Bryan, membuatnya terjaga.
" Sstt,, sini biar aku saja yang menggendongnya, kau siapkan saja ranjangnya." ucap Bryan dengan suara serak khas baru bangun tidur.
Ariell menurut lalu melangkah ke samping ranjang Kaylee, Bryan mengatur suhu kamar terlebih dahulu dan menciumnya secara bergantian. Lalu berdiri di samping Ariell, sambil memeluk pinggang rampingnya, dan mengamati kedua anaknya tertidur pulas.
" Aku sangat mencintai mereka, tetapi terkadang menyenangkan melihat mereka diam dan tertidur seperti ini."
Ariell pun mengangguk sambil tersenyum mendengarkan ucapan dari suaminya." Aku juga setuju denganmu."
" Aku hampir tidak percaya mereka telah tumbuh begitu besar dengan sangat cepat, bukankah baru kemarin kau melahirkan Kaylee? bagaimana mungkin dia sudah sebesar itu."
Ariell terkekeh kemudian memeluk erat tubuh suaminya itu lalu menciumnya sekilas, " Anak-anak tumbuh dengan cepat dan kita berdua semakin menua."
Bryan nampak mengernyit menatap istrinya dengan intens, " Kau tidak terlihat menua sama sekali, kau masih sama persis saat aku melihatmu kembali di Mall waktu itu, hanya saja sekarang kau jauh terlihat lebih cantik."
__ADS_1
Ariell memukul pelan bahu Bryan, " Pujian berlebihan lagi seperti biasanya, Mr Djandra."
Bryan tertawa dan menggendong tubuh Ariell," Denganmu, pujian itu tidak ada yang berlebihan untukmu Mrs. Djandra."
Keduanya berjalan keluar kamar untuk berpindah ke kamar mereka sendiri tak lupa Ariell mematikan salah satu lampu penerangan di kamar anak-anak mereka.
Bryan membaringkan tubuh Ariell dengan hati-hati di atas tempat tidur mereka, lalu menunduk mencium bibir ranum itu secara menuntun.
L*dahnya menyerang mulut Ariell tanpa ampun, membuat Ariell mengerang tertahan, lalu tangan Bryan mengangkat kedua paha Ariell dengan kuat.
Ariell menggigit rahang suaminya menciuminya ke leher hingga ke tenggorokannya, hingga sampai ke d**a pria itu, membuat Bryan mengerang keras.
Lalu wajah Bryan terbenam di antara kedua paha Ariell, hingga membuat Ariell menggigit bibirnya agar tidak menjerit.
" Bee," Bryan mengangkat wajahnya sejenak sambil memandangi wajah cantik istrinya itu.
" Bryan diamlah, dan cepat masuki aku sekarang." Bryan langsung tertawa seketika setelah mendengar nada ketidaksabaran dari istrinya tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1