Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 18


__ADS_3

Ariell merasakan kehangatan itu kembali, sambil memejamkan kedua matanya, sang Ibu mengusap dan membelai pelan kepala dan rambut Ariell. Ia kembali mengingat perihal permintaan Nando tadi, sepertinya ia harus berterus terang pada Ibunya.


"Bu, Gimana Nando menurut Ibu,?"


"Kalau menurut Ibu sih dia pria yang baik, sopan juga bertanggung jawab. Bahkan selama ini Nando-lah yang membantu kita dengan tulus." jelas Ibu Ayu mencoba mengingatkan kembali kejadian beberapa tahun silam.


...----------------...


Flasback on.


Malam itu Syarief Ayah Ariell mengajak keluarga kecilnya untuk makan malam di luar.


Karena hari ini dia dapat bonus dari sang Atasan, karena memenangkan sebuah tender proyek yang ia kerjakan selama ini bersama rekan kerjanya.


"Makan yang banyak sayang, kamu terlihat kurusan sekarang, Ayah gak suka kamu diet diet kayak gitu." Pinta Ayah sambil menambahkan beberapa lauk kesukaan Ariell.


"Ayah, Ariell nanti kelihatan gendutan, entar pacar Ariell gak mau ngelirik Ariell lagi." gerutu Ariell yang memang menjaga berat badannya.


"Jangan mentang mentang punya pacar terus kamu jadi merubah pola makanmu yang sehat itu." teguran sang membuat Ariell sedikit kesal.


"Sudah lah Yah, Ariell kan sudah besar mungkin dia sedikit malu kalau terlihat gendut, tapi biar pun gendutan dikit tetep cantik dong putri Ibu." timpal Ibu Ayu sedikit membela putrinya.


beeb. beeb.


terdengar bunyi notifikasi menandakan ada pesan di ponsel Ariell. Ariell segera mengeceknya siapa tahu itu penting, tapi setelah melihat isi pesan tersebut ia sedikit shock, matanya memanas seketika, sedikit mengembun.


"Kamu kenapa sayang,,?" tanya Ibu Ayu yang melihat raut wajah putrinya berubah, seperti orang yang terkejut mau menangis.


"Gak apa-apa Bu, sebaiknya kita segera pulang dech, Ariell hanya sedikit lelah tadi habis ngerjain skripsi langsung kesini." Ariell mencoba untuk bersikap biasa di depan kedua orang tuanya.


Tapi tidak dengan Ibu Ayu yang sedikit curiga, seperti ada sesuatu yang terjadi pada putrinya, semenjak mendapatkan pesan yang baru saja di terima. nanti dia akan bertanya di rumah pikhirnya.


Setelah acara makan malam selesai mereka pun bersiap akan pulang ke rumah, tapi di tengah perjalanan yang agak sepi ada beberapa preman yang sengaja mengikuti mereka.


"Ayah sepertinya mereka mengikuti kita,?" tanya Ariell sedikit waspada.


"Mungkin hanya ingin lewat saja, biasa anak muda yang hobinya balapan liar di jalanan sepi begini." elak sang Ayah tak menaruh curiga.


Ariell berusaha mempercayai apa yang Ayahnya pikhirkan tadi, tapi makin kesini beberapa motor di belakang sengaja makin mendekati dan melajukan motornya tepat di sisi kanan dan kiri mobil yang mereka tumpangi.


Berusaha tenang Ayah masih terus fokus mengemudi sedangkan Ibu dan Ariell terus berdoa demi keselamatan mereka bertiga.


Tiba tiba salah satu preman berhenti tepat di depan mobil mereka, mau tidak mau akhirnya Ayah Syarief memberhentikan mobilnya.


"Hei,, cepat buka pintunya dan keluar!." teriak salah satu dari mereka berenam.

__ADS_1


"Tenang ya sayang, Ariell cepat hubungi polisi, Ayah akan keluar hadapin mereka, apa mau mereka sebenarnya." ujarnya waspada sambil membuka pintu mobil lalu menguncinya dari luar.


"Ayah hati-hati" seru Ibu dan Ariell serempak sebelum Syarief keluar, dengan cepat Ariell segera menghubungi panggilan darurat, mereka sangat gusar melihat sang Ayah yang mulai sedikit kewalahan menghadapi mereka.


Tak lama terdengar bunyi sirine pertanda polisi akan datang, berharap Ayahnya baik baik saja karena keadaan sekitar yang tampak sepi begitu gelap.


Tak lama terdengar lagi bunyi tembakan yang begitu keras di udara.


Doorrr.. Doorrr...


Ariell dan Ibu Ayu sangat terkejut dan Shock segera keluar dari mobil setelah melihat semua preman itu berusaha melarikan diri tapi dengan cepat mobil polisi mengikuti mereka.


"AYAAHHH..."jerit Ariell dan Ibu serempak yang langsung berlari menghampiri sang Ayah yang tergeletak dijalan bersimbah darah. Ariell terus menjerit memanggil manggil sang Ayah berusaha membangunkannya.


Tak lama terdengar mobil ambulan yang tiba di tempat kejadian, petugas langsung mengangkat tubuh Ayah Syarief, Ariell dan Ibu juga langsung ikut masuk ke dalamnya.


"Ayah bangun Ayah, tidak ini tidak mungkin terjadi, jangan tinggalkan kami Ayah... Ibuuu!" Jerit Ariell merintih melihat kondisi Ayahnya yang mengenaskan begitu nyata di depan matanya sekarang.


Sang Ibu hanya bisa menangis kesenggukan sambil terus menggenggam telapak tangan suaminya memberi kekuatan.


Setibanya di rumah sakit para suster yang bekerja langsung mengambil tindakan dengan cepat, terus mendorong ke dalam ruang ICU.


Sang Ibu langsung terduduk lemas di bawah lantai rumah sakit yang dingin itu, rasanya tidak kuat menahan beban berat ini. Ariell mendekati Ibunya dan langsung memeluknya saling menyalurkan kekuatan satu sama lain.


Mereka nampak bergeming hening di sekitarnya juga, sambil air mata terus mengalir di kedua pipi Ibu dan anak ini. Tiba tiba datang seorang pria dari arah depan, menyapa mereka.


"Nando, Eh kok ada kamu di sini,?" tanya Ariell spontan langsung berdiri, yang melihat sahabatnya itu tiba-tiba muncul.


" Lagi nungguin Oma yang sedang sakit, mau pulang dulu sih rencananya tadi, terus di depan tidak sengaja lihat kamu dan Tante yang baru datang." jelasnya yang memang benar begitu adanya.


"Oh, kami habis kena begal tadi di jalan, Ayahku, Ayah kena luka tusukan dari mereka." terang Ariell dengan derai iar mata yang tiba-tiba ngalir deras.


Nando seketika menarik tubuh Ariell ke dalam pelukannya, mengelus lembut rambut dan punggung Ariell mencoba memberi dukungan dan kekuatan pada sahabatnya ini.


"Kamu yang sabar ya, semoga Om gak kenapa-kenapa, kita berdoa terus." Ibu Ayu yang melihat itu sungguh terenyuh melihatnya, mereka yang saling sayang satu sama lain walaupun hanya bersahabat saja. Setelah sedikit tenang, Ariell ganti memeluk Ibunya, sementara Nando ijin keluar sebentar untuk membeli air minum.


Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya pintu itu pun terbuka muncul-lah sang dokter akan menjelaskan pada anggota keluarganya.


"Begini Bu, kondisi suami anda cukup mengawatirkan untuk saat ini, di karenakan lukanya yang cukup parah kami akan melakukan tindakan yang tepat, mohon tanda tangani dulu surat pernyataan ini, saya akan masuk segera melakukan tindakan." ujar sang dokter sebelum masuk kembali.


"Baiklah dokter lakukan yang terbaik untuk suami saya." Ibu Ayu langsung di arahkan ke tempat admin agar sang suami cepat mendapatkan tindakan selanjutnya.


Hampir pagi barulah sang Ayah di pindahkan ke ruang IGD setelah melakukan operasi. Sang Ayah di nyatakan koma karena mengalami luka tusukan tepat mengenai ulu hatinya yang dalam dan terdapat juga luka di kepala akibat terkena pukulan yang kuat.


" Sebaiknya kamu pulang dulu nak, biar Ibu yang menjaga Ayah disini." pinta Ibu Ayu pada putrinya saat mereka duduk di depan kamar IGD.

__ADS_1


"Iyaa ayo biar aku antar kamu pulang dulu," ujar Nando pada Ariell yang selalu setia menemani mereka berdua.


" Terima kasih banyak nak Nando, maaf Tante sudah banyak merepotkan." yang hanya di balas senyum dan anggukan dari Nando.


"Ya sudah Bu Ariell pulang dulu sebentar sama ambil baju ganti juga ya Bu." sebelum beranjak pergi Ariell mencium dan memeluk Ibunya sebentar.


Setelah beberapa hari di rawat sang Ayah menghembuskan nafas terakhirnya pada hari ke lima ia koma. Ariell dan Ibu Ayu menangis dengan histeris, menghadapi kenyataan ini, kepala rumah tangga mereka, suami yang sangat bertanggung jawab telah berpulang.


Ayah yang selalu menyayangi keluarganya kini sudah tidak ada lagi, ia meninggalkan mereka berdua dengan keadaan yang memprihatinkan.


Dari mulai Ayahnya di operasi, koma hingga tiada Nando-lah yang membantu melakukan pemakaman Ayah Syarief dia yang selalu menemani mereka berdua.


" Terima banyak Nando kamu sudah temenin aku selama beberapa hari ini, aku harap kamu gak akan lupain persahabatan kita, jangan lupa sering sering kasih kabar aku yaa, sekali lagi terima kasih banyak Nando." ujar Ariell sebelum pergi.


Mereka memang sudah tidak punya keluarga lagi, hanya tinggal sang nenek Ibu kandung Ayah Ariell yang mereka punya. Kedua orangtua Ibu Ariell memang sudah tidak ada lagi, akhirnya Ariell menghubungi sang nenek menjelaskan prihal yang mereka alami hari terakhir ini.


Sang Nenek yang baru mendapat kabar tersebut pun sangat shock mendengar bahwa sang putra sudah meninggalkan mereka semua, ia meminta Ibu Ayu dan Ariell untuk tinggal di kotanya saja.


Flashback off.


*


" Dia ngelamar Ariell Bu, ngajak nikah, gimana Bu, Ariell harus bagaimana??." Ujar Ariell pada akhirnya.


"Kok tanya sama Ibu, kalau Ibu sih setuju saja, tapi semua tergantung sama kamu, kamu yang menjalani nantinya. toch nak Nando selama ini anaknya baik, gak neko-neko. dia tulus lho sama kamu, Ibu bisa lihat itu. coba kamu buka hati kamu sedikit demi sedikit, pasti rasa itu akan tumbuh dengan sendirinya." terang Ibu panjang lebar.


Ariell mencoba berpikhir demikian toch tidak ada salahnya ia mencoba membuka hatinya kembali. Sebelum akhirnya Ariell tertidur dan Ibu Ayu keluar dari kamar putrinya.


beeb..beeb..


Ponsel Ariell berbunyi pertanda ada pesan masuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc.

__ADS_1


Thanks yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo. jangan lupa kasih like dan koment. kasih rose juga boleh yang banyak. love u all..😘😘


__ADS_2