Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 71


__ADS_3

"Kau sedang chat dengan siapa?" tanya Bryan menatap curiga pada Armand yang sedari senyum-senyum sendiri seperti orang g*la saja.


"Dengan wanita cantik tentunya!" jawab Armand tanpa mengalihkan tatapannya dari layar ponsel miliknya.


"Kau tahu aku sudah di curigai oleh suamimu, dia dari tadi sudah marah-marah tidak jelas."


"Sebab tak melihatmumu saat baru bangun tidur.."


Armand menulis pesan itu sambil tersenyum.


^^^"Memangnya Mama Lidya belum menjelaskan semua padanya?"^^^


^^^Balas Ariell.^^^


"Mana aku tahu, biarlah aku goda saja sekalian."


Balasnya lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana.


Kemudian beralih menatap sahabatnya yang kini terlihat wajahnya sudah menekuk menahan kesal.


Malam ini Bryan memang terlihat uring-uringan sebab tidak melihat istri tercintanya sedari tadi, malah yang ia lihat wajah si Armand yang sok kecakepan ini.


"Oke, oke kau kenapa? istrinya hilang? mau aku bantu cari tidak?" goda Armand menahan tawa gelinya sedari tadi.


Bryan tetap bergeming, ia begitu kesal pada sahabatnya ini terus saja menggoda dan mengejeknya.


"Kenapa kau tak kembali ke kota asalmu saja? apa kau tak punya pekerjaan lain sehingga kau betah barada di mansionku.!" desis Bryan menatap sinis pada Armand.


Sialan!! kalau bukan karena membantumu sampai kau mengalami kecelakaan dan kau terkena amnesia, sudah dari kemarin-kemarin aku pergi dari hidupmu.


Armand hanya bisa menggerutu dalam hati. "Pekerjaanku kan memang sudah selesai dude dan sekarang ini tengah menunggu kedatangan seseorang yang sangat spesial." jawab Armand jumawa.


"Siapa? jangan bilang kekasihmu itu? bukankah dia selingkuh ya?" Armand langsung menoleh cepat pada Bryan.


"Kau masih ingat dengan Rubyku? dan ya bahkan kami sudah menikah dan..."


"Dan kalian pasti sudah mempunyai anak lebih dari satu kan, jadi pulanglah temani anak dan istrimu!" potong Bryan membuat Armand melongo.


"Yaa, lebih dari satu memang anak ayamku.!"


"Sialan kau, hei apa aku terlihat sedang becanda sekarang!"

__ADS_1


"Dan apa kau pikhir aku juga sedang bercanda, aku belum menyelesaikan ucapanku tapi kau sudah memotongnya lebih dulu, kau sakit saja tetap saja menjengkelkan." membuat Bryan langsung terkekeh.


"Aku seperti ini juga karena tertulan virusmu." lalu mempersilahkan Armand meneruskan ucapannya.


"Aku dan Ruby memang sempat menikah hampir dua tahun lamanya dan dia tiba-tiba saja tidak ada angin tidak hujan menggugat cerai padaku lalu setelah itu dia pergi meninggalkanku tanpa bicara sepatah katapun padaku, dan kau tahu dengan siapa dia pergi?" sambil menatap Bryan.


D"engan Roy si ba***gan tengik itu." Bryan nampak biasa saja tidak terkejut sama sekali karena ia sudah tahu sedari awal.


"Kan sudah ku bilang dari dulu, bahwa mereka ada affair di belakangmu, aku hanya tidak menduga saja bahwa kau dan dia sempat menikah, dia terlihat wanita penjilat menurutku." Armand mengangguk lemah membenarkan ucapan dari sahabatnya itu, yang benar adanya.


Tapi kenapa setelah membina rumah tangga hampir dua tahun baru menyadari sifat asli dari mantan istrinya itu, yang masih sangat ia cintai setahun terakhir setelah kepergiannya.


"Namun aku jadi ragu, karena ia sempat mendatangiku untuk mengajakku rujuk kembali, alasannya sangat konyol, ia melihat sendiri si Roy sudah menghianatinya." desis Armand tajam.


"Dan kau ingin kembali pada wanita penjilat itu?"


"Tentu saja tidak, kenapa aku harus kembali padanya sedangkan di depan mataku ada wanita yang lebih cantik dan menggairahkan di mataku, thank's dude semua karena dirimu." jelas Armand tanpa sadar dia sudah keceplosan bicara.


"Karenaku? memangnya aku melakukan apa?" Armand langsung termenung sesaat saat baru menyadari ucapan yang baru saja terlontar dari mulutnya.


"Oh itu.."


"Daddy," teriak Ken sambil berjalan masuk di ikuti seseorang di belakangnya.


"Dad, Mommy kemana? kenapa Ken tidak melihatnya sedari tadi." tanya Ken masih bergelut manja pada Daddynya.


Membuat Bryan terkekeh, menatap putranya yang memang sedikit manja kepadanya, tak lama ia mengernyit. "Kau juga tidak melihat Mommy di bawah?"


Ken menggeleng, lalu pandangan Bryan beralih kepada seseorang yang sdah duduk manis di samping sahabatnya.


"Bonee kau disini? kapan kau datang? kau datang bersama Fay?" tanya Bryan tidak mengerti kenapa tiba-tiba adik dari sahabat kecilnya ini ada di sini.


"Aku datang sendiri kak," jawab Bonee memaksa tersenyum, dan tidak menjawab pertanyaan Bryan yang bertanya tentang kakaknya itu.


Dia memang sudah di beritahu oleh Armand perihal amnesia yang di derita Bryan saat ini, lalu ia menelepon Mama Lidya untuk memastikannya, yang ternyata memang benar adanya.


Bryan menatap menelisih kepada keduanya yang duduk tanpa ada rasa canggung dan terlihat sudah saling mengenal." Kalian sepertinya sudah saling mengenal?"


Membuat keduanya saling pandang lalu tak lama terkekeh bersama, "Dia orang yang aku bilang special." jawab Armand membuat Bryan semakin curiga.


"Bonee benar kau menjalin kasih dengan sahabatku ini? kau bahkan belum mengenal baik dia itu pria seperti apa, dia seorang duda apa kakak dan papimu mengetahui hubungan kalian berdua?" Bryan bertanya tanpa jeda membuat keduanya hanya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Seharusnya kau tidak harus menjelekkan nama sahabatmu sendiri begitu? kau terlihat tidak menyetujui hubungan kami, padahal kau sendiri yang mengenalkannya padaku!" membuat Bryan semakin mengkerutkan keningnya.


"Aku? kapan aku mengenalkan kalian berdua? aku tidak ingat sama sekali." jawab Bryan tanpa merasa bersalah apa-apa pada keduanya, yang merasa sedikit jengkel.


"Kak kau pasti melupakan statusmu juga yang_ auu kenapa kau mencubitku?" desis Bonee menatap kesal pada pria di sampingnya itu yang tiba-tiba saja mencubit sedikit lengannya.


Armand hanya menatapnya tajam sambil menautkan kedua alisnya sebagai kode.


Setelah Bonee tersadar ia langsung menyengir sambil menatap Bryan kembali." Maksudku tentu saja kakak tidak mengingatnya 'kan kakak baru saja mengalami kecelakaan dan kehilangan sedikit ingatan kakak." jawab Bonee tersenyum kikuk.


"Terserah kalian sajalah, kemana istri cantikku itu?" desah Bryan sambil melirik Ken yang ternyata sudah tertidur pulas di sampingnya, lalu menyuruh salah satu dari mereka untuk menggeser tubuh Ken membetulkan letak posisi tidur ternyaman buat Ken.


...----------------...


Di tempat lain tepatnya di sebuah Apartemen yang terlihat mewah terdapat sepasang kekasih yang tengah menempel satu sama lain di sofa panjang di ruangan tengah yang lampunya sedikit redup itu.


Mereka baru saja mengikrarkan sebuah kata-kata roman kepada diri mereka masing-masing.


"Terima kasih kau sudah memberikan sebuah harapan besar untukku, kau tahu aku sangat mencintaimu." ucap sang wanita yang terlihat begitu bahagia malam ini.


"Hemmm, dan ku harap aku juga bisa secepatnya membalas perasaan cinta yang kau berikan sejak lama untukku, maaf kalau dulu aku terlalu pengecut di matamu. aku_


Belum selesai pria itu bicara mulutnya sudah lebih dulu di tutup dengan menggunakan jari telunjuk yang sudah menempel di kedua bibirnya.


"Ssstt, kau jangan bicara seperti itu, memang itu terlihat wajar, sebab kau merasa bingung bukan, karena tiba-tiba saja aku mengungkapkan perasaanku padamu dulu, aku bisa menerima semua itu. tapi kini biarkan aku semakin memupuk rasa cinta ini yang sudah lama tumbuh di hatiku untukmu." lirih suara sang wanita membuat pelukan dari sang pria semakin erat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2