Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 114


__ADS_3

" Astaga kau mengagetkanku!" sambil ia mengelus dadanya, tak menduga aksinya kepergok oleh sang suami.


" Kau mulai menyukaiku ya?" dengan percaya dirinya David bertanya seperti itu.


"A-aku menyukaimu? hah yang benar saja, seperti tidak ada pria lain selain kau di dunia ini?!" desisnya sambil membuang muka ke arah samping lainnya.


Bukannya tersinggung David malah tersenyum miring penuh arti, sebenarnya ia tahu apa yang tengah di pikhirkan oleh istrinya tersebut.


David sendiri juga terkejut tadi pagi saat ia mulai terjaga dari tidurnya, dengan posisi tubuhnya setengah di tindih oleh tubuh istrinya sendiri, itu adalah yang pertama kalinya mereka tertidur dalam keadaan tubuh saling menempel.


Memang dirinya-lah pelaku yang semalam menggendong Vivi, dan memindahkannya ke atas ranjang, sebab ia merasa kasihan melihat Vivi yang tertidur di sofa yang ukurannya lebih kecil dari ukuran tubuhnya, pasti tubuhnya akan remuk esok harinya.


Padahal semalam sebelum tidur David sudah meletakkan dua guling di tengah-tengah mereka sebagai pembatas, tapi entah bagaimana caranya guling-guling tersebut bisa berada di atas lantai.


Semakin tak percaya lagi saat Vivi memeluknya dengan sangat erat bagaikan sebuah guling dan menaikkan satu kaki jenjangnya di atas tubuhnya.


Entah sadar atau tidak, Vivi bahkan menempelkan wajahnya ke dada bidang miliknya seakan memang dirinya di anggap sebagai sebuah guling, tapi guling hidup.


Dan saat merasakan ada pergerakan di sampingnya David buru-buru memejam kembali, takut istrinya itu akan merasa malu atau yang lainnya, dengan apa yang ia lakukan padanya saat ini.


Tapi bukan itu yang tengah David pikhirkan saat ini, ia justru memikirkan ucapan Armand semalam padanya.


Flashback On


Tak lama setelah Bonee keluar. David pun juga keluar dan ia melihat sekilas wanita yang bertabrakan dengannya tadi, ia sedang bersama dengan seorang pria yang ia kenal.


"Armand kenapa mereka bisa bersama? " gumamnya pandangannya terus melihat mereka berdua yang baru keluar Resost dan berjalan ke arah tempat parkir.


Lalu saat mobil yang di kendarai mereka sudah menghilang barulah ia berjalan ke arah Vivi yang duduk sendirian menunggu dirinya sedari tadi.


"Ayo kita kembali ke kamar." ajaknya setelah melirik sekilas istrinya itu.


David bahkan tidak menunggu istrinya itu beranjak dari duduknya atau bahkan menggandeng tangannya. ia malah sudah lebih dulu berjalan di depan dan di susul Vivi dari belakang, Vivi tidak akan mungkin berharap akan di perlakukan manis oleh sang suami.


Setelah membersihkan diri dan sudah berganti pakaian, pikhiran David masih belum tenang, ia harus mendapatkan informasi setidaknya nama dan berasal dari mana wanita itu, itu sangat menganggu pikhirannya saat ini.

__ADS_1


Akhirnya David pun berganti pakaian kembali setelah selesai menghubungi seseorang.


"Tidurlah di atas ranjang, tidak usah menungguku." tanpa mendengar jawaban dari istrinya terlebih dahulu David sudah melipir keluar kamar.


"Dasar buaya buntung, pasti dia mencari mangsa kembali." gumamnya pada dirinya sendiri.


Lalu Vivi mengambil bantal dan selimut yang ada di dalam lemari, ia lebih memilih tidur di sofa panjang itu walaupun ukurannya lebih kecil dari tubuhnya.


Dari pada ia tidur satu ranjang dengan predator begiti pikhirnya.


Tanpa Vivi sadari bahwa suaminya itu masih berdiri di balik pintu kamar sambil membalas pesan masuk, setelahnya David benar-benar melangkah pergi.


Dan disini lah ia sekarang, di dalam sebuah kafe yang terletak tidak jauh dari Resort tempatnya menginap.


Entah kenapa ia terlalu berambisi untuk mengetahui identitas wanita itu, yang tidak lain adalah Bonita.


Apa karena wajahnya begitu mirip dengan seseorang yang ia kenal ataukah hal lainnya, yang jelas ia harus mengetahuinya malam ini, sebab besok ia sudah kembali ke kotanya.


"Hay maaf menganggu waktumu, sudah lama?" sapanya pada Armand yang sudah duduk di meja belakang paling pojok.


"Tidak, aku juga baru datang, aku tidak menyangka ternyata kau juga datang di pernikahan Nando." seru Armand setelah memesan dua minuman untuknya dan juga David kepada salah satu waiters.


Armand memang sudah di beritahu oleh Bryan, bahwa sekarang hubungannya dengan David sudah baik-baik saja, dan mulai bersahabat lagi, Armand pun ikut senang dan mendukungnya.


"Aku ikut senang mendengar kalian sudah kembali bersahabat, rasa dendam memang tidak akan mendapatkan apa-apa, salut dengan keputusanmu itu, tidak semua pria bisa sepertimu Dude setelah apa yang terjadi diantara kalian bertiga." puji Armand tersenyum.


" Ya aku memang bodoh, sudah di perdaya oleh rasa dendamku sendiri, aku terlalu di butakan oleh cinta. so apakah kita menjadi sahabat juga?" tanya David sambil menyodorkan tangan kanannya.


"Tentu kenapa tidak! kau bersahabat dengan Bryan itu berarti kau juga menjadi bersahabatku, oh iya ada apa kau mengajakku bertemu? kau tidak sedang kesepian bukan? itu pasti tidak mungkin sebab kau mengajak serta istrimu kesini." sahutnya sedikit menggoda.


"Bukan, bukan itu tujuanku, aku sudah bosan sekali mencari rubah di luar sana, bahkan rasanya pun sama saja, sedangkan di rumah pun ada satu." celetuk David sambil tersenyum.


" Ettiss kau salah besar Dude, istri itu rasanya jauh lebih nikmat di bandingkan rubah yang selalu kau beli itu. Dan kau seharusnya memang mengakhiri gaya hidup tidak sehatmu itu sedari dulu." terang Armand menasehati.


"Aku tahu itu hanya pelampiasanmu saja karena rasa sakit hati yang kau rasakan selama ini, tapi tidak seharusnya kau tidak menganggap keberadaan istrimu sendiri yang mendampingimu selama ini, aku benar bukan?" imbuhnya.

__ADS_1


David pun hanya terkekeh, tapi perkataan Armand memang ada benarnya, " Benarkah seperti itu rasanya? aku sudah melupakan itu sejak lama, Mand tadi itu aku tidak sengaja melihatmu bersama seorang wanita apa dia kekasihmu?" tanyanya dengan penasaran.


Kemudian Armand tersenyum geli," Astaga kau belum membobol gawang milik istrimu? Ck, kau benar-benar parah Dude! rugi kau nikahin dia selama ini, tapi tidak kau apa-apain." cecar Armand tidak habis pikhir dengan pria di depannya ini, istri sendiri di anggurin tapi malah membeli penyakit di luar sana.


" Mengenai wanita kau lihat itu ya dia hanya teman, tapi teman rasa pacar, " Armand terkekeh melihat raut wajah penasaran David.


" Kau menyukainya? bukankah kau sudah mempunyai istri Dude?" tebaknya makah semakin terkekeh.


"Aku serius bertanya? siapa nama dia? tinggal dimana dia sekarang?" cecarnya yang terus memaksa Armand memberitahunya.


"Bukankah kau sudah mengenal gadis itu juga?" tanya Armand balik.


"Dia masih gadis? aku tidak mengenalnya sungguh, aku saja baru dua kali bertemu dengan wanita itu," elaknya.


"What?? bagaimana bisa kalian tidak saling mengenal? secara gadis itu adalah adik kandung dari mendiang wanita yang sangat kau cintai itu Dude." jelas Armand menatap David tidak percaya.


"Apa maksudmu? dia_adik Fanya? astaga jangan bilang gadis itu bernama Bonee?" tebaknya tepat sasaran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2