
Hari yang masih sangat gelap Ariell terjaga dari tidurnya sebab tenggorokannya terasa kering.
Ia pun meraih gelas berisi air putih di atas nakas, setelah meneguknya beberapa tegukan ia pun kembali membaringkan tubuhnya memeluk tubuh suaminya
Baru saja memejam Ariell mendengar suaminya itu mengigau memanggil namanya,"Ariell, sayang I love you." ujarnya.
Membuat Ariell pun tersenyum menatap suaminya yang masih terpejam, ia pun semakin merekatkan tangannya yang sedang memeluk tubuh kekar suaminya.
Ariell pun mencoba tertidur kembali, karena pagi belum menjelang, tapi ia mendengar suaminya mengigau kembali sambil tersenyum senang.
Tapi bukan memanggil namanya, tapi justru nama orang lain, "Ariell Tatum." ujarnya tersenyum lebar.
Membuat Ariell dongkol dan melepaskan dirinya untuk menjaga jarak pada sang suami yang kurang ajar ini.
Ia pun memunggungi tidur suaminya, mencoba untuk segera tertidur kembali, sampai hingga subuh hampir menjelang netranya bahkan tidak mau terpejam.
Pintar yaa, di dalam tidurmu kau malah memanggil nama perempuan lain, bagus, awas saja kamu Julliet. gerutunya dalam hati.
Ariell memutuskan beringsut dari ranjang dengan sangat pelan dan berjalan keluar kamar setelah memakai pakaiannya kembali.
Ariell memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Ken, siapa tahu tidur memeluk Ken bisa tertidur kembali.
Tapi hingga setelah subuh pun ia tidak bisa terpejam kembali, bingung harus ngapain, ia memutuskan keluar dan pergi ke dapur.
Setelah Ariell selesai membuat nasi goreng seefood, dan menyajikannya di atas meja ia pun kembali masuk ke dalam kamar putranya itu.
Tak lupa menutupi masakannya terlebih dahulu denhan tudung saji, kini ia memeluk tubuh kecil Ken sangat erat.
Bahkan mulai terisak kecil, tapi ia redam isakannya, agar tidak mengganggu putranya yang masih terlelap itu.
...----------------...
Hingga pagi menjelang, sinar mentari juga baru saja menampakkan dirinya melalui celah jendela kamar.
Bryan baru saja terjaga dari tidur panjangnya dan tangannya meraba-raba ke sisi sampingnya dengan kedua netra masih terpejam.
__ADS_1
Tangannya itu tidak menemukan apa yang ia cari, membuatnya terpaksa membuka netranya , ternyata benar istrinya itu sudah tidak ada di sampingnya.
Membuat Bryan pun beringsut bangun dan berjalan ke arah kamar mandi, berharap istrinya itu ada di dalam, tapi ternyata dugaannya salah, tempat itu juga kosong.
Bryan pun mencuci muka dan menyikat giginya terlebih dahulu sebelum keluar kamar untuk mencari keberadaan Ariell.
Tak lama ia pun keluar kamar dan berjalan ke arah dapur, mungkin saja istrinya itu sedang memasak pikhirnya.
"Bee kau dimana?" teriaknya lagi sambil menuruni anak tangga.
Langkahnya terhenti saat tak melihat istrinya di dapur tapi ia melirik di atas meja makan terlihat sudah ada nasi goreng seafood sudah tersaji yang ditutupi tudung saji terbuat dari besi.
Kemana dia.
Dari aromanya saja sudah tercium bau harum masakan sang istri, bukannya duduk untuk sarapan ia justru berjalan menuju kamar putranya.
Saat baru saja masuk Bryan melihat pemandangan yang indah, sang istri teridur sambil memeluk sayang tubuh kecil putranya.
"Astaga ternyata kamu tidur disini!" gumamnya sambil menutup pintu kamar dengan sangat pelan.
Mereka tertidur begitu pulasnya, sampai tak mendengar ada yang masuk, Bryan pun berjalan mendekat dan duduk di bibir ranjang tepat di belakang sang istri.
Kemudian tangannya terulur mengelus pipi putih itu,"Bee,,bangun sayang." bisiknya tepat di telinga Ariell.
Tapi Ariell malah memeluk Ken semakin erat, seolah ia tidak mau di ganggu oleh siapa pun." Kenapa kau bisa tidur di sini?" gumamnya lagi.
Padahal Ariell pun sudah terjaga sedari tadi saat Bryan baru masuk dan mendengarkan semua ucapan dari suaminya itu.
Karena ia memang sengaja berpura-pura tidur agar suaminya itu segera keluar dari kamar putranya.
"Bee jangan becanda ya? aku tahu kau hanya pura-pura saja, atau kau ingin aku melakukan itu disini." ancamnya yang sukses membuat Ariell seketika membuka kedua netranya.
Melirik sinis pada suaminya itu, membuat Bryan terheran-heran, "Kau kenapa Bee? sepertinya kau sedang marah?" tanyanya tanpa merasa bersalah sedikit pun pada istrinya.
"Keluarlah, Ken masih tidur jangan ganggu, aku juga masih mengantuk." balas Ariell dengan ucapan juteknya pada Bryan.
__ADS_1
Bryan pun mengernyit bingung dengan ucapan 'masih mengantuk' dari istrinya itu, membuatnya jadi curiga.
"Kau masih ngantuk? jam berapa kau bangun? kenapa tidak membangunkanku?" tanya Bryan semakin menatap curiga pada istrinya yang masih saja memejamkan kedua netranya.
"Sudah, kau pergi sarapan saja sana." Ariell masih tidak mau menatap suaminya, karena ia sedang kesal dengannya.
"Aku tidak akan pergi_
"Dad, Mom kalian kenapa bertengkar?" intrupsi Ken membuat keduanya terdiam, Bryan melirik istrinya yang tengah menatap Ken.
"Kau sudah bangun Son?" Ken pun mengangguk dan menatap Bryan dan Ariell bergantian.
"Mom hanya sedikit pusing sayang, kami tidak bertengkar." jelasnya membuat Bryan malah khawatir padanya.
"Bee kau sakit? kenapa tidak bilang padaku, mau aku antar ke dokter sekarang ayoo." ajaknya sambil memegang dahi istrinya.
"Sedikit hangat tubuhmu Bee." lanjutnya dan akan membantu Ariell bangun, tapi di tepis tangannya oleh istrinya itu.
"Bee kau itu kenapa siih?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.
__ADS_1
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..