
Setelah kurang lebih hampir memakan waktu dua jam lamanya perjalanan yang di tempuh akhirnya disinilah mereka sekarang.
Ternyata Bryan membawa Ariell ke Kintamani Bangli, tempat wisata pemandangan yang berada di areal pegunungan, membuat suhu udara sangat sejuk pada siang hari saat ini.
Bryan menengok ke samping bangku sebelahnya, kedua sudut bibirnya langsung terangkat melihat pemandangan yang sangat cantik.
Mata cantik hazel itu kini tengah tertutup, deru nafas juga terdengar beraturan.
Wajah yang terlihat polos itu mungkin tengah bermimpi indah, begitu pulas tidurnya hingga tidak terusik dengan keadaan sekitar.
"Kau sungguh kucing betina yang liar yaa yang susah di atur sekarang," gumam Bryan pandangannya tak lepas dari wajah Ariell.
Terasa sejuk di relung hati menatap wajah cantik ini, apakah mungkin jika aku bisa memilikinya kembali dan untuk selamanya berada di sampingku. batin Bryan ingin memiliki seutuhnya.
Tiba tiba lamunan Bryan buyar saat terdengar dering ponsel yang berada di saku miliknya.
Saat itu juga Ariell juga mulai terusik dari lelapnya, Ariell mulai terjaga mengerjapkan mata melihat sekelilingnya.
Yang ternyata masih di dalam mobil tapi tunggu.!!! dimana ini?? tanyanya dalam hati, sambil membuka pintu mobil terdengar samar-samar suara Bryan yang tengah melakukan panggilan di ponselnya.
"Yaa,,oke Richard nanti aku kabari lagi, hmmm!!" ucap Bryan sambil memutuskan panggilannya dan memasukkan kembali ponsel ke dalam sakunya.
*Tunggu Richard!! berarti tadi yang menelepon Abang Leo*??" tanya Ariell dalam hati.
"Bee kau sudah bangun,?" tanya Bryan saat melihat Ariell keluar dari dalam mobil.
"Eemmmh,, tadi siapa yang menelfon..?" aduh kenapa aku harus bertanya padanya, entar di kira kepo lagi dengan masalah pribadinya. merutuki kebodohannya.
"Ooh, hanya teman dekat, ayoo!!" Ajaknya sambil menggandeng paksa tangan Ariell.
Di rasa tak mendapat teguran, Bryan semakin erat menggenggamnya. serasa hangat mengaliri sampai ke dalam hati mereka masing masing. Ariell yang baru saja tersadar tangannya di gandeng langsung melepas paksa genggaman itu, membuat Bryan hanya bisa mendengkus sambil tersenyum simpul.
"Wuuaach indah sekali disini," puji Ariell setelah berjalan masuk beberapa meter dari area parkir tadi.
"Suka, kurasa kamu belum pernah kesini?" tanya Bryan menatap mesra Ariell senang rasanya melihat orang yang kita cintai merasa bahagia dengan apa yang telah kita lakukan.
Karena bagi Bryan masih ada kesempatan kedua untuk memperjuangkan cintanya kembali, tapi kembali lagi jawaban apa nanti yang ia terima dari sang wanitanya.
Bryan seakan sudah menyiapkan hatinya apabila nanti Ariell menolaknya.
Setelah melihat lihat sekelilingnya, mereka memutuskan untuk makan siang.
__ADS_1
Sebagian besar wisatawan domestik saat mengunjungi objek wisata Kintamani, selalu menyempatkan diri untuk makan siang buffet (dapat makan sepuasnya) di salah satu restoran yang ada di Kintamani ini.
...----------------...
Lain halnya dengan Bryan dan Ariell yang tengah berkencan buta di siang bolong, Sahabatnya Lucas menyibukan kembali pada rutinitas pekerjaanya.
Dari pagi hingga jam makan siang tiba ia masih berada di ruangannya duduk di kursi kebesarannya.
Sahabatnya sudah pada kembali ke tempat asal mereka kemarin mungkin tinggal Bryan yang masih tinggal.
Yaa bisa kita lihat alasannya Bryan masih tetap berada di Bali saat ini.
"Shiitt,,bayangan itu terus saja menggangguku, Oke ini bukan seorang Lucas, Lucas tak akan jatuh tertunduk bertekuk lutut hanya karena wanita ja***g sia***n itu." ucap tegas Lucas pada dirinya sendiri.
Ia pun bangkit, keluar ruangan sesampainya di dalam mobil bugatti chiron kesayangannya ia segera tancap gas menuju cafe dan resto milik salah satu kawannya.
Tak lama Lucas pun sampai dan langsung masuk menuju ruangan VVIP yang biasa ia masuki.
"Hii Dude, kesambet apa kau datang kesini lagi." ucap temannya itu saat Lucas baru masuk. "Sepertinya masalah asmara lagi" tebaknya tepat sasaran sambil meminta pagawainya mengambil makanan yang biasa mereka makan.
"Diam kau bang***t," umpat Lucas kesal dengan segala pertanyaan kawannya itu, sepertinya dia salah tempat kali ini, bukannya menghibur malah mengejeknya terus terusan.
"Sudahlah, mati satu tumbuh seribu Bli" ucapnya bijak yang tau akar permasalahan yang sedang di alami Lucas.
"Di saat aku ingin melamarnya di hadapan para tamu yang ku undang, dia bilang apa kau tau" kawannya menggeleng."Dia bilang dia tengah mengandung dari pria yang dia cintai, tapi pria itu bukan aku." rintihnya pelan.
"Bodohnya aku selama ini, telah di jadikan alat atm berjalan olehnya." kawannya pun mulai paham sekarang, kenapa kawannya begitu terpukul.
"Sudahku bilang dari awal, bahwa wanita itu bukan wanita baik-baik, yaa memang cinta bisa membutakan segalanya termasuk money." ceramah kawannya lagi,
"Robert bolehkah aku menjahit mulutmu itu yang seperti suara Radio rusak milik Surti pembantuku." Lucas semakin bertambah kesal saja.
"Wooahh, mba Surti..boleh tuh, bisa aku bayangkan bagaimana lekukan tubuh indah itu bersarang di atas ranjangku oh shiit djordi ku langsung on seketika hanya membayangkannya saja, lihatlah," Lucas langsung menoyor kepala Robert.
"Dasar "Ndas Kel*ng" ,Om*s," Lucas bergedik geli menggelengkan kepalanya bisa-bisanya bicara seperti itu di saat di jadikan tempat curhat, Lucas tak habis pikhir dengan tingkat kemes*man Robert kawannya itu.
Tak lama Lucas mengukir senyumnya sedikit ikut membayangkan apa yang tengah Robert itu bayangkan tadi.
Robert tertawa terbahak bahak setelah mendengar umpatan Lucas, tapi lega bisa melihat kawannya yang bisa tersenyum kembali.
...----------------...
"Oma, kenapa Dad lama sekali di sana?" tanya Ken pada sang Oma yang tengah mengambilkan makanan di piringya.
__ADS_1
"Mungkin Dad, masih ada kepentingan lainnya. besok juga sudah kembali." mencoba bujuk cucunya.
Lidya sendiri juga heran, kenapa datang ke acara kawannya saja sampai berhari hari lamanya.
Sampai Felix di suruh kembali duluan. sebenarnya apa yang tengah putranya itu lakukan di sana, bingung dengan pikhirannya sendiri hingga setelah menyelesaikan makannya ia memutuskan untuk langsung menghubungi Bryan lewat video call.
My Mom Video calling...
Bryan melirik ponselnya yang tengah berbunyi nyaring itu, setelahnya mengusap tombol hijau.
Seketika munculah wajah sang Mama
"Hello Ma, ada apa?" mendengar suara Daddynya Ken langsung mendekati sang Oma dan berseru senang.
"Dad, kenapa kau lama sekali disana, aku merindukamu Dad cepatlah kembali, kau tau Oma selalu sibuk di kamar, Ken bosan gak ada teman main." keluhnya sambil cemberut.
Bryan melirik sekilas pada Ariell yang berada di sampingnya lalu menyahuti putranya.
"Sorry Dad ada pekerjaan sedikit, Apa kau sedang makan boy,?" tanyanya yang melihat Ken duduk di meja makan.
"Baru saja selesai Dad, apa kau juga tengah makan Dad dengan siapa apa Aunty yang kemarin dulu kita ketemu di mall?" tanya Ken tiba tiba yang membuat Ariell tersedak minuman.
Uhuukkk..Uhuukkk..
"Pelan pelan apa yang tengah kau pikhirkan aaiisshh.." gerutu Bryan sambil menepuk pelan punggung Ariell lalu mengelap mulut Ariell dengan tisu tanpa sungkan.
Yang membuat Ariell langsung terdiam membeku di sampingnya. Bryan pun tau Ariell tersedak mungkin setelah mendengar celotehan yang di ucapkan oleh putranya, tapi ia hanya pura-pura saja bertanya.
Yang penting menang banyak pikhir Bryan senang mendapatkan kesempatan barusan.(haduch babang Bryan mahh😂😂)
Tak lama setelah mendengar semua keluhan dan cerita Ken, Bryan mengakhiri panggilan itu.
Tiba tiba terdengar suara menggelegar di atas sana. membuat Ariell spontan berteriak dan memeluk tubuh Bryan dengan begitu erat, tanpa malu lagi pada pengunjung lainnya di sekitar mereka.ckck
Waahh menang lagi..mimpi apa semalam. batin Bryan berbunga bunga kali ini senyumnya sungguh merekah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.tbc
Thanks yang sudah mampir. terus ikutin ceritanya yaa...
jangan lupa kasih like dan komennya.
__ADS_1