
"Jadi benar Ariell dan Bryan bersama saat kecelakaan itu terjadi?" tanya Richard pada Nando.
"Begitulah yang aku dengar dari asistennya Bryan, aku tidak tahu pastinya karena aku sendiri belum bertemu langsung dengan Armand." membuat Richard mengernyit bingung.
"Kenapa harus bertemu dengannya? apa dia yang membantu Bryan?" walaupun Richard tidak terlalu dekat dengan Armand, tapi ia mengenal banyak dari sahabatnya Bryan.
Nando pun menceritakan kronologi kejadian saat Ariell di culik malamnya dan sampai kecelakaan terjadi pada Bryan juga Ariell kepada Richard.
"Bre***ek si David, mau apa lagi dia?" desis geram Richard dengan suara pelan takut Ibunya terganggu.
"Kau mengenalnya?"
"Kenal dekat sih tidak juga Bryan yang mengenalkan kami, dan terakhir kali aku bertemu dengannya setelah pernikahan Bryan." jelas Richard.
Nando pun hanya mangut-mangut. "Baiklah aku pulang dulu, kalau ada apa-apa hubungi aku secepatnya." pamit Nando pada Richard dan tidak lupa mengecup sekilas punggung tangan Ariell dan juga puncak kepalanya juga.
Setelahnya Nando keluar dari ruangan Ariell, kini Richard yang berganti duduk di kursi samping Ariell karena sedari tadi ia duduk di ujung ranjang pasien.
"Heii cantik kembalilah.. cepatlah bangun, apa kau tahu? abangmu ini sangat bingung, karena dua sahabat abang sama-sama mencintaimu." lirih Richard sambil menggenggam tangan mungil adiknya yang terlihat begitu putih dan pucat.
"Nando terlihat sangat mencintamu, tapi yang aku tahu Bryan jauh lebih mencintaimu, dia bahkan rela mati untuk melindungimu dari apapun. dia sama sekali tidak memperdulikan dirinya sendiri dari dulu sampai sekarang." imbuhnya tanpa terasa ada bulir bening hampir menetes di pelupuk netranya dan segera ia usap kasar.
Bukannya Richard tidak tahu apa-apa tentang kisah mereka berdua , ia bahkan tahu segalanya, karena ia adalah tempat curhat terbaik bagi Bryan, saat mereka sama-sama menyelesaikan kuliahnya dulu di London.
Bahkan di saat hubungan mereka berdua ter-gantung tanpa kejelasan, Richard-lah yang selalu menghiburnya, menyemangatinya Bryan dikala terpuruknya.
Dia juga yang memergoki aksi Laurent bersama temannya dulu saat wanita yang begitu ter-obsesi pada Bryan dulu itu hingga menjebaknya dengan cara yang begitu murahan.
Hingga kabar pernikahan Bryan membuatnya terkejut, bukan karena ikut merasakan bahagia melainkan sedikit merasa kasihan, sebab pernikahan sahabatnya itu di dasari dengan keterpaksaan.
"Kalau kau masih sangat mencintai Bryan dan ingin kembali padanya, abang akan mendukungmu, tapi kau harus bangun terlebih dahulu. dan perjuangkanlah cinta kalian, walaupun nanti akan ada seseorang yang akan tersakiti." pinta Richard sungguh-sungguh sambil menggenggam erat jemari lentik adiknya seolah memberikan kekuatan pada Ariell.
...----------------...
__ADS_1
Sedangkan di alam lain seorang wanita tengah berjalan, saat ini ia berada di ruangan yang semuanya bernuansa warna putih hanya putih.
Ia bingung tidak tahu harus kemana lagi ia akan melangkah, hingga ia tiba-tiba menghentikan langkahnya di saat ia mendengar suara pria yang samar-samar terdengar memanggil namanya dengan sayang.
"Abang Richard" gumamnya pelan sambil menatap sekelilingnya mencari dimana keberadaan abangnya itu, hingga ada cahaya yang begitu terang menyilaukan pandangannya, seolah tubuhnya itu seperti di tarik untuk segera masuk ke dalam cahaya itu.
Dan..
Tak berapa lama tiba-tiba ada sebuah pergerakan samar-samar di dalam genggaman Richard.
Walaupun gerakan itu masih sangat pelan tapi membuat Richard merasa lega, dan tersenyum.
"Ariell sayang kau sudah sadar?" tanya Richard sambil memencet tombol untuk memanggil dokter atau perawat yang berjaga malam ini.
Tak menunggu lama seorang dokter masuk di dampingi oleh suster langsung memeriksa keadaan Ariell.
"Bagaimana Dok keadaan adik saya, tadi jari-jarinya sudah mulai bergerak ?" Richard sungguh sudah tidak sabar sampai membuat Ibu Ayu terjaga karena suaranya sedikit keras.
"Ibu kembali tidur saja, Ariell belum sadar, tadi hanya reflek saja. semoga besok sudah sadar."
"Semoga saja Rich." sahut Ibu Ayu berjalan ke sofa untuk beristirahat kembali. begitupun dengan Richard ia akan menjaga adiknya itu duduk di sampingnya.
...----------------...
"Felix maaf membuatmu sangat kelelahan akhir-akhir ini." ujar Fredly pada Felix, mereka duduk di kursi ruang tunggu.
"Itu sudah tanggung jawab saya tuan, bahkan apa yang tuan Bryan lakukan pada saya dulu tidak ada apa-apanya dengan yang saya lakukan sekarang. sebaiknya anda pulang dan istirahat tuan, saya akan menunggu di sini." Fredly pun menggangguk.
Ia berdiri sambil mengusap pelan bahu Felix setelahnya berjalan keluar untuk segera kembali ke Penthouse milik adiknya itu.
Ku harap kau cepat bangun bos, agar kalian bisa bersatu, semoga ini ujian terakhir untuk kalian berdua agar memperjuangkan cinta kalian yang tertunda dulu. gumam Felix dalam hati sambil menatap nanar Bosnya yang terbaring di dalam sana dari celah kaca pembatas ruangan.
Tanpa Felix dan Fredly sadari ada seseorang yang mengintip di balik tembok yang tidak terlalu jauh dari mereka duduk, hanya untuk sekedar mencari tahu keadaan pria yang saat ini terbaring lemah di dalam itu.
__ADS_1
Dengan beberapa alat menempel hampir di seluruh tubuh Bryan, guna membantu Bryan supaya bertahan, bahkan agar bisa membantu melewati masa kritisnya.
...----------------...
"Sayang tunggu kamu pulih dulu yaa." bujuk Ibu Ayu pada putrinya yang tadi pagi sudah bangun setelah hampir dua minggu tertidur.
"Bu Ariell mau melihat keadaan Bryan, tolong Bu.!" pintanya yang entah sudah keberapa kali, karena saat pertama kali bangun yang ia cari adalah sosok Bryan.
Bahkan sampai melupakan keberadaan seseorang yang sedang berdiri di samping abangnya dengan perasaan yang begitu terpukul dan sesak di dada.
Mendengar sendiri bahwa calon istrinya itu setelah bangun dari tidur panjangnya yang ia cari bukan dirinya melainkan pria lain. sungguh menyedihkan bukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..
__ADS_1