
("Ibu maafkan Ariell, pasti Ariell membuat Ibu dan nenek gelisah ya, Ariell baik-baik saja kok. kalian semua jangan khawatir, Ariell menginap di rumah teman malam ini, besok pagi Ariell jelasin kalau sudah pulang ke rumah ya." )Ariell.
Setelah membaca isi pesan itu, sejenak dahi Ibu Ayu mengernyit bingung, teman siapa yang di maksud oleh putrinya itu? sebab di kota ini putrinya itu terlihat tidak mempunyai banyak teman.
Tapi juga membuat Ibu Ayu sedikit lega, perasaanya kembali tenang karena putrinya itu dalam keadaan baik-baik saja saat ini.
Tidak ingin terlalu pusing memikirkannya ia pun membalas pesan dari putrinya itu sambil tersenyum tak lama Ibu Ayu segera melangkah pergi menuju kamar pribadi miliknya untuk beristirahat.
.
*Keesokan harinya Ibu Ayu, nenek Dhisa serta Nando kini sudah berada di ruang tamu menunggu kedatangan Ariell, mereka terlihat begitu gelisah.
Sesekali salah satu dari mereka menengok ke depan siapa tahu orang yang mereka tunggu sudah tiba.
Tapi sudah hampir satu jam lamanya yang di tunggu-tunggu tak muncul juga." Ariell kenapa lama ya Bu, dia bilang pagi 'kan pulangnya?" tanya Nando gusar mondar-mandir kaya setrikaan.
"Iyaa, mungkin bentar lagi datang, sebaiknya kita sarapan terlebih dahulu sambil menunggu Ariell ayo Mak, nak Nando." tawar Ibu Ayu sambil melangkah ke meja makan lebih dulu untuk menyiapakan peralatan yang akan mereka pakai.
Akhirnya mereka bertiga menikmati sarapan mereka, dalam keadaan hening.
Tadi pagi-pagi sekali Ibu Ayu langsung menghubungi Nando, memberitahunya perihal pesan Ariell yang di kirim semalam dan juga pagi ini yang akan kembali pulang kerumah.
Membuat Nando langsung pergi ke kediaman calon Ibu mertuanya itu hanya dalam sekejap, karena ia begitu mengawatirkan keadaan calon istrinya.
...----------------...
Sementara itu di Penthouse milik Bryan, seorang wanita baru saja terjaga dari tidurnya, "Dimana aku sekarang?" gumamnya sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
Kemudian ia beringsut bangun dari tidurnya sambil menyusuri semua sudut ruangan yang tampak asing.
Kemudian ia mencoba mengingat kembali kejadian yang ia alaminya semalam." Astaga". pekiknya yang baru ingat sesuatu, ia segera menyibak selimut yang membungkus tubuhnya lalu mengecek pakaian yang masih menempel dan melihat keadaan seluruh tubuhnya juga, sedetik kemudian.
"Aaaaghh..." teriaknya menggema sampai keluar kamar membuat Bryan dan juga Felix yang mendengar suara teriakan saling pandang sesaat, begitu panik seketika segera berlari cepat dan menerobos masuk ke dalam kamar miliknya yang di tempati oleh Ariell tanpa mengetuk permisi.
__ADS_1
Bruuuaakk..
Keduanya langsung mematung sesaat saat melihat pemandangan yang tak seharusnya mereka pandang.
Ariell yang kaget mendengar pintu kamar itu dibuka paksa, membuatnya dengan cepat menarik selimut itu kembali untuk menutupi seluruh tubuhnya lagi.
"Maaf Bee?" ujar Bryan memalingkan pandangannya ke arah lain tapi masih setia berada di tengah pintu yang masih terbuka., sementara Felix tanpa di suruh, ia sudah melipir masuk kembali ke dalam kamarnya.
Setelah membersihkan diri Ariell segera keluar dari kamar mandi dan memakai baju yang sudah di siapkan oleh Bryan di atas sofa sebelumnya.
Sebuah Dress panjang di bawah lutut berwarna beige begitu pas melekat di tubuh rampingnya," Dia begitu tahu seleraku." gumamnya tersenyum sambil menatap dirinya di pantulan cermin.
Usai berpakaian juga tak lupa berdandan tipis, Ariell segera bergegas keluar dari kamar pribadi milik Bryan, ia berjalan menghampiri Bryan yang tengah duduk di sofa mungkin sedang menunggunya." Cantik". satu kata keluar dari mulut pria dingin itu.
Jangan harap Ariell akan terlihat tersipu malu tidak akan, ia akan berusaha menyembunyikannya walaupun itu di depan pria yang masih ia cintai.
Kini keduanya sudah berada di meja makan duduk saling berhadapan, kalau Felix jangan ada yang bertanya dimana dia? yang pasti bersembunyi ia tidak akan muncul sebelum sang bosnya itu memanggil dirinya.
Membuat keadaan keduanya terasa canggung, sambil menikmati sarapan pagi mereka masing-masing.
"Tidak usah meminta maaf, aku yang seharusnya berterima kasih padamu" jawab Ariell tanpa menoleh pada Bryan.
Setelah makanannya habis barulah Ariell bicara."Emmm,, makasih ya buat semalam." cicit Ariell sambil melirik Bryan yang sudah menghabiskan makanannya sedari tadi.
"Aku seharusnya yang minta maaf sama kamu Bee, semua terjadi karena aku." sahut Bryan merasa bersalah, sebab kalau bukan kerena dendam David padanya, Ariell tidak akan mengalami hal seperti semalam.
"Jangan menyalahkan sendirimu, karena itu bukan salahmu semata. David sempat cerita banyak padaku semalam. kita seharusnya yang merasa kasian padanya bukan? " membuat Bryan mengernyit tidak paham dengan ucapan Ariell barusan.
"Maksudku David begitu mencintai istrimu itu, maksudku wanita itu, tapi sayang wanita itu mencintai pria lain, sama seperti...?" Ariell menggantungkan bicaranya sejenak. 'aku' lanjutnya dalam hati.
"Seperti siapa?" potong Bryan menatap Ariell curiga.
"Sama seperti orang di luar sana yang merasakan cintanya bertepuk sebelah tangan, rasanya itu begitu menyiksa, bahkan melebihi orang yang tengah di landa kerinduan." jawab Ariell sok puitis saja.
__ADS_1
"Aku tahu orang yang kau msksud itu siapa? jadi kau tidak bisa menutupinya dariku, apa kau sudah mengingat sesuatu, Apa yang terjadi semalam?" membuat Ariell tersedak sesuatu, Bryan langsung menyodorkan gelas minumnya dan beranjak juga berdiri di samping tempat duduk Ariell sambil menepuk-nepuk punggungnya.
"Kenapa kau begitu kaget, kedua pipimu bahkan merona seketika, lalu apa kau mengingatnya?" goda Bryan di sela-sela bantuannya.
"Please jangan bahas itu lagi, aku merasa berselingkuh sekarang.!" balas Ariell dengan muka yang merah padam.
Karena tadi saat ia berada di kamar mandi, ia mengingat kembali kejadian yang sedikit buram, di saat David berhasil mencumbunya dan dia pun membalas perlakuan pria mesum itu walaupun ia dalam keadaan tidak sadar.
Ia merasa kesal dan hina sebenarnya, tapi apa boleh buat. tapi sebenarnya yang membuat ia ingin meminjam pintu Doraemon agar ia bisa menghilang dari pandangan Bryan adalah.
Di saat mereka berc***bu mesra bahkan Ariell sangat mengingat jelas apa yang mereka lakukan bersama, bahkan bisikan dari Bryan yang terdengar begitu sexy itu masih saja terngiang di telinganya
"Jadi kau mengingatnya? Apa kau menyukainya Bee? lalu kenapa kau tidak_
"Stop jangan di terusin lagi." pertanyaan Bryan barusan membuatnya semakin terhina, tapi sialnya semalam justru ia begitu menikmati semua sentuhan yang di berikan Bryan untuknya.
"Baiklah ayo aku antar ke rumahmu, pasti mereka semua sedang menunggumu saat inj." seru Bryan sembari beranjak dari duduknya dan akan melangkah ke kamar terlebih dahulu, tapi panggilan dari Ariell membuat langkahnya terhenti.
"Tunggu kenapa kau bilang mereka semua sedang menungguku? apa semua keluargaku tahu kejadian semalam?" Bryan menggelengkan kepalanya, " Lalu Nando?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..