Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Bonchap_011


__ADS_3

Lima bulan kemudian...


Bryan PoV.


Aku berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit dengan sedikit tergesa, setelah tadi pulang sebentar ke rumah dan juga sempat mampir untuk membeli barang-barang keperluan putra dan putri kecilku yang baru saja lahir ke dunia ini.


Ada rasa bahagia yang tak bisa di jabarkan oleh kata-kata saat melihat betapa cantik dan tampannya saat bayi kami berdua akhirnya lahir, tetapi ada rasa sesak dan juga nyeri di ulung hati begitu melihat keadaan istriku yang masih terbaring di ranjang dalam keadaan koma.


Ya untuk kedua kalinya Ariell melakukan operasi caesar, padahal ia sangat berharap kehamilannya yang kedua kali ini bisa melahirkan secara normal, tetapi apalah daya Tuhan tidak menghendakinya.


Jika saat itu Kay lahir, tidak lama setelahnya istriku sadar, namun kali ini berbeda. Ariell masih dalam keadaan koma saat melakukan dan setelah operasi caesar kedua bayi kami hingga detik ini ia masih belum sadar juga. Sungguh kesalahan apa yang aku lakukan di masa lalu hingga keluarga kecilku selalu saja tertimpa masalah seperti ini.


Tetapi aku yakin setiap cobaan dalam hidup seseorang pasti ada hikmahnya, tinggal kita saja kuat menjalani cobaan tersebut atau tidak. Aku tetap bersyukur kedua bayiku lahir dengan sehat dan sempurna tidak kekurangan apapun.


Namun aku masih belum lega jika wanita yang aku cintai masih tergeletak tak berdaya di atas ranjang pasien. Entah sampai kapan kedua mata indah itu akan kembali terbuka, aku sungguh merindukannya,,,


Merindukan senyumnya, tawanya, suaranya, manjanya, marahnya, mata indahnya, semua yang ada di dalam dirinya, aku sangat rindu. Aku berjalan menghampirnya, tangan pucatnya ini yang setiap hari selalu aku genggam, beharap ia membalas genggamanku.


Entah apa yang aku rasakan saat ini? Saat hadirnya yang biasa menghiasi hariku kini hanya bisa aku melihat tubuhnya yang sedang berjuang hidup. Hampa saat suara indahnya yang selalu merdu di telinga seolah tak terdengar lagi ke daun telingaku. Semakin jauh dan tak terdengar dalam waktu yang sudah cukup lama bagiku, membiarkan aku hidup dengan penyesalan atas kebodohanku yang tanpa sengaja kulakukan lagi hingga kecelakaan itu terulang kembali ntuk kedua kalinya dan merenggut kebahagiaan kami.


Rasanya sakit ketika sebuah penyesalan singgah merenggut bahagiaku tanpa kusadari dan nyatanya aku tak berdaya untuk mengembalikan waktu saat sebelum kubuat salahku, bodohku.


Ariella Devika...


Kini masih terbaring tidak berdaya, lalu apa yang bisa aku lakukan saat ini seperti orang bodoh, hanya bisa menangis dalam kesendirianku itulah yang aku lakukan selain berdoa tentunya.

__ADS_1


Ceriaku pun menghilang begitu aku tahu keadaan istriku tidak baik-baik saja sejak empat bulan lebih terakhir ini, begitu keadaanku sudah jauh lebih baik, akhirnya semuanya memberitahuku bahwa Ariell istriku mengalami koma, aku begitu sangat Shock, seakan sesuatu tengah menghantam tepat di jantungku.


Walau sebelumnya mereka sudah meminta maaf terlebih dahulu padaku telah menutupi segalanya, tetapi tidak di pungkiri aku sedikit kecewa pada mereka semua. Ya tentu saja kecewa, bagaimana jika kalian mendengar hal buruk semacam itu, terlebih ini menyangkut orang terdekat kita belahan jiwa kita, teman hidup kita sedang mengalami hal buruk bahkan sangat buruk lalu semua anggota keluarga kalian menutupinya dari kalian? apa yang kalian rasakan?!!


Bagaimana bisa berita sebesar itu mereka tutupi dariku, yang awalnya sudah merasa lega bahwa istri dan juga kedua calon bayiku baik-baik saja, hanya luka ringan saja. Lalu apa sekarang,,


Ya walau aku sadar apa yang mereka lakukan itu adalah hal yang terbaik untukku, berusaha untuk membuatku tidak terbebani dengan kabar tersebut, tetapi tetap saja aku merasa kecewa, terlebih kecewa pada diriku sendiri sebab kesalahan ada padaku, yang bertindak begitu ceroboh hingga kecelakaan itu bisa terjadi.


Kini keadaan terenggut oleh sang waktu yang kadang begitu baik mempertemukan kami kembali,, yang begitu kerdil dengan caraku mencintainya dengan dia yang begitu sempurna memberi kehidupan yang luar biasa indahnya.


Kini wanita yang aku cintai masih terbaring tidak berdaya, bahkan wanita ini yang sudah memberiku tiga anak yang lucu-lucu. sedangkan aku hanya memberi luka untuknya.


Dan seolah Tuhan memang masih menguji kesabaranku juga rumah tanggaku, namun aku tetap berusaha bersabar hingga hikmah dan keajaiban itu akan datang pada kami.


" Bee.. kumohon bangunlah.." lirihku yang seolah hanya aku sendiri yang mendengar suaraku.


Seperti menghapus bahagia yang ia lukis dengan begitu sempurnanya. Aku sangat resah… aku gelisah dan entah kata seperti apa lagi yang mampu kulukiskan pada malam yang berbintang di luar sana namun begitu muram karena rembulan malamku sembunyi dibalik kecewanya.


Kau telah membiarkan penyesalan masuk terlalu dalam di dalam relung hatiku saat ini Bee, senyummu, sapamu tak terdengar dan tawamu sembunyi di balik wajahmu yang seakan penuh kecewa terhadapku. Maafkan aku, jika aku hanya mampu memberi kecewa yang bahkan kadang tanpa kusadari telah ku perbuat hingga pada akhirnya melukai diriku sendiri.


Maafkan atas segala sikapku dalam salahnya caraku mencintaimu, dalam sikapku yang tak tepat dalam membuktikan betapa tak ada yang aku inginkan selain melihatmu di setiap waktuku, bersamamu di setiap hariku, memandang wajahmu yang teduh, tawamu yang dibayangkan saja selalu mampu membuatku tersenyum dan merindu.


" Sayang… aku sungguh merindukanmu malam ini, namun kau tetap diam dalam kecewamu." lirihku terdengar serak, ya wajahku kembali sembab.


Sama seperti malam-malam sebelumnya yang memang aku habiskan di rumah sakit, di samping wanita yang aku cintai. sementara putra-putri kecilku aku titipkan pada suster mereka dan pada Ibu mertuaku dan juga Mama aku titip untuk mengurus cucu mereka yang sudah besar.

__ADS_1


Kembalilah tersenyum… jangan lagi sembunyikan senyumanmu yang menjadi penerang dalam hariku. Aku semakin bersedih pada malam sunyi yang begitu hampa walau ada kau disisiku saat ini, malam yang kelam dan penuh sesal, aku semakin sesak saat rindu yang hebat ini tak dapat terpecahkan bahkan terluka atas ulahku mengecewakanmu. Jangan lagi… jangan lagi sembunyikan senyum itu, aku tak mampu terpejam saat masih kudapati kamu hanyut dalam kecewamu.


Tak ada yang ingin ku lakukan saat ini selain melihatmu bangun… mencoba segala cara untuk membuatmu kembali seperti sedia kala namun sampai detik ini masih dengan wajah sayu dan pucat, aku masih belum mampu membuatmu tersenyum lagi untukku.


" Sayang… terlalu-kah kubuat kau kecewa? Tak dapatkah kau bangun dan tersenyum, tinggalkan kecewamu? Tak mampu kuterpejam saat sesuatu yang menjadi hidupku kini serasa jauh, rasanya aku ingin terjaga hingga pagi tiba, berharap sinar matahari pagi esok akan mampu membuatmu kembali padaku, tersenyum lagi terlebih padaku. Yang kini hanya mampu terdiam dalam cemas menantikan bangunmu, senyummu dan candamu." gumamku sambil terus mengecupi punggung tangan kanannya.


Aku tak mengerti bagaimana harus berkata ketika tutur cintaku pun tak cukup mampu membuatmu tinggalkan kecewamu, kini aku hanya larut dalam lamunan, dalam harapan agar 1 waktu di depan aku kembali menemukan senyuman itu, senyuman yang dengan sederhananya mampu membuatku jiwaku bangkit penuh semangat menjalani hidup, senyuman yang dengan hebat dapat membasuh air mata menjadi senyuman yang menguatkan, senyuman yang selalu teringat dan kunanti di setiap waktu, senyuman yang setiap detik aku harap selalu dapat aku nikmati dalam nyata.


Semoga.. semoga dan semoga sang waktu mampu mengembalikan keadaanmu, dan menghilangkan segala kecewamu dan membuatmu tersenyum kembali padaku yang begitu merindu, mencinta dan mendamba ceria bersamamu karena tidak ada lagi yang paling aku rindu selain dirimu dan senyumanmu sayangku.


Ariella Devika Djandra..


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.tbc

__ADS_1


Thank's yaa sudah mampir baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2