Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 9


__ADS_3

Ariell mengirim pesan pada Jessy bahwa orang itu memang mirip abangnya.


Tapi kenapa data pribadinya tak sesuai, Atau memang itu bukan abangnya, apa memang itu orang asing yang memang mempunyai wajah yang sama dengan abangnya.


Pikhiran Ariell mulai tak bisa berpikhir jernih sekarang, kepalanya bahkan terasa sakit bila di paksakan memikir.


Sebaiknya istirahat besok di lanjutkan pencarian info abangnya.


Akhirnya Ariell memilih mengistirahatkan tubuh lelahnya, dan tak lama ia pun semudah meraih mimpi indahnya.


...----------------...


Di belahan lain Bryan yang kini sedang berada di ruang kantornya tengah mengecek berkas berkas yang di kirimkan Andrew padanya lewat email.


Tak lama Felix masuk setelah mengetuk pintu terlebih dahulu berjalan menhadap bosnya itu.


"Bos besok kita ada undangan dari tuan Lucas di bali, dia sedang meluncurkan barang terbarunya, acaranya besok malam, apa anda akan hadir?" sambil meletakkan berkas yang harus segera di tanda tangani oleh bosnya itu.


"Baiklah kau atur jadwalnya. apa ini kontrak kerja sama dengan Restoran kemarin?" sambil membuka berkas itu, tapi terlihat ada senyum yang menggelikan di wajah tampannya.


Felix bisa melihat jelas itu, tak ingin assistennya itu curiga Bryan segera memasang wajah datarnya kembali sambil beberapa kali berdehem pelan.


Ingin sekali Felix tertawa saat ini juga, tapi ia urungkan niat itu apalagi tengah berada di hadapan bosnya, bisa bisa besok ia tak bisa melihat matahari terbit lagi bila tersenyum sedikit saja.


Bahkan hanya kepada bosnya inilah seorang Felix bisa tersenyum senang. aneh memang dua orang ini.


Bos bos tidak usah di tutupi juga aku bisa melihat dari senyum dan sinar matamu. gerutu Felix geli dalam hati.


Tak terasa petang pun tiba Bryan sudah di perjalanan menuju Apartemennya, tepat saat mobil berhenti di lampu merah ia melihat ke arah samping ia seperti melihat orang yang ia kenal." Eh itu sepertinya si_ sambil mengingat ingat Bryan mencari ponselnya yang ia masukkan di dalam tas kerja yang ia bawa.

__ADS_1


Sambil menengok kembali ke kaca samping mobil yang ternyata orang itu sudah menghilang saat Bryan mencoba mengingatnya.


Tiin.


Tiin.


Suara bunyi klakson mobil yang berada di belakang mobilnya menyadarkan lamunannya, ia pun segera menancap gas kembali.


Malam semakin larut, setelah mandi dan makan malam bersama putra dan Mamanya, Bryan pergi menuju ruang kerjanya.


Pikhirannya kacau saat ini apalagi saat orang yang ia lihat tadi.


Kenapa si kunyuk itu juga ada di sini, apa ada hubungan di antara mereka berdua. batin Bryan masih begitu penasaran karena sahabatnya Ariell itu juga berada di sini, karena setau dia, temannya Ariell itu asli orang jogja.


Bryan sangat ingat betul perkataan pria itu yang secara terang terangan berbicara padanya, bahwa ia sudah menyukai Ariell bahkan sebelum Ariell dan Ia pacaran.


Sedangkan Bryan jurusan ekonomi dan bisnis. tak begitu tertarik dengan masak memasak, mungkin hanya sesekali jika ingin masak buat dirinya sendiri.


"Sepertinya aku harus mencari tau, kebenarannya kali ini." gumamnya sambil meraih ponsel genggamnya.


Ia pun segera menelfon seseorang guna mencari kebenaran yang mengganggu pikhirannya saat ini.


Dia tidak mau kehilangan cintanya untuk kedua kalinya, entah itu dirinya di terima atau tidak, setidaknya ia akan terus berusaha meyakinkan bahwa Ariell adalah cinta sejatinya.


Bahkan ia tak memikirkan statusnya yang sekarang yang seorang hot Daddy, ia tak akan menyerah sebelum berperang.


"Mari kita memulai permainan ini dude." ucapnya dengan tersenyum smirk.


Tak lama Bryan pun keluar menuju kamarnya untuk segera memeluk jagoannya yang sudah terlelap.

__ADS_1


...----------------...


Pagi pun menyapa terlihat Bryan sudah rapi dengan pakaian beperginya, berjalan menghampiri putranya yang tengah sarapan bersama mamanya.


"Morning dude," lugasnya sambil mengusap lembut puncak kepala Ken.


"Maa, siang ini Bryan akan terbang ke Bali, titip Ken ya, mungkin besok paginya Bryan sudah kembali.


"Dad, apakah Ken boleh ikut?" tanya Ken berharap di ajak Daddynya kali ini. "boleh ya Dad, Ken bosan di rumah terus" masih terus berusaha.


"Sayang sepertinya Daddy kali ini tidak bisa mengajakmu boy, di sana ada acara bersama banyak orang , dan acara itu hanya di hadiri oleh orang dewasa saja, apa mengerti maksud Daddy, Daddy akan menginap di hotel bilapun ikut nanti sama siapa Ken di sana heemm?" Bryan mencoba bisa membujuk Ken dengan lembut, tak ingin Ken marah.


"Ken mengerti Dad," jawabnya sambil menunduk


"Good boy, ini baru jagoan Daddy." Bryan tahu putranya ini tak ingin jauh darinya, secara dari bayi dirinya hanya terbiasa dengan Daddynya seorang.


Bukan manja tapi hanya takut di tinggalkan oleh Daddynya seperti sang mama yang pergi dan tak akan bisa kembali lagi. walaupun ia masih punya Oma, Aunty dan juga Opa.


Sang Oma yang melihat interaksi putra dan cucunya itu hanya bisa berharap semoga putranya ini segera di pertemukan dengan kebahagiaannya.


Karena ia tahu Ken juga butuh seorang figur mama di sampingnya, untuk menemaninya, mengajarinya segala hal.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.tbc


Thanks yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo. jangan lupa kasih like dan koment. kasih rose juga boleh yang banyak.

__ADS_1


__ADS_2