Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Chapter 123


__ADS_3

" Terima kasih banyak tuan, atas kebaikan yang selama ini anda berikan pada saya." ucapnya bersungguh-sungguh.


" Tidak perlu sungkan, kau sudah aku anggap seperti adikku sendiri Felix," balas Bryan sambil tersenyum.


Felix sungguh sangat beruntung, dia yang sudah tidak mempunyai keluarga satu pun lagi, sekarang di anggap adik oleh bosnya sendiri.


Beruntung dulu ia di pertemukan dengan orang sebaik bosnya ini, dan juga di selamatkan olehnya, ia sungguh berhutang budi sangat banyak kepada sosok bosnya ini.


Akhirnya Bryan sibuk dengan pertemuan-pertemuan yang sudah di jadwalkan oleh assistennya itu.


Hingga malam semakin larut dan Bryan baru saja tertidur karena begitu lelahnya mengurus pakerjaannya seharian ini sampai malam membuatnya cepat tertidur, sambil mendekap erat guling yang ia anggap sebagai pengganti istrinya.


...----------------...


Kesokan harinya kedua netranya begitu berat ia paksakan bangun saat mendengar suara bising dari ponsel milknya yang terus saja berbunyi itu.


Ia pun dengan malas meraih ponsel tersebut samar-samar ia melihat kontak nama yang tertera di layar kaca itu.


" David kenapa pagi-pagi begini dia menghubungiku." gumamnya menggerutu tapi tetap mengangkat panggilan tersebut.


" Ya hallo Dav kenapa pagi-pagi sekali kau menelponku?" sargahnya sambil kedua netranya memejam.


" Bray kapan kau kembali ? ini istrimu Ariell_


Saat mendengar nama sang istri kedua netranya langsung terbuka lebar, " Ada apa dengan istriku Dav?" potong Bryan cepat sambil melonjak bangun dari ranjangnya.


Rasa kantuknya pun menghilang dalam sekejap saja." Dav apa dia akan melahirkan, oh ****" umpatnya begitu gusar.


" Dia baru saja masuk rumah sakit pagi ini, karena kontraksi yang di alaminya dia-dia.._


" Sialan Dav bicara dengan jelas, apa semua baik-baik saja.?" bentak Bryan tidak sabar.


"Ariell sudah dalam proses melahirkan, menunggu kontraksinya intens, tetapi pembukaannya bertambah hanya sedikit sekali setiap saat, kami takut..


Tut. Bryan langsung mematikan panggilan itu, tanpa menunggu David menyelesaikan apa yang di katakan oleh sahabatnya itu.


Sial!! apa yang ia takutkan benar-benar terjadi bukan? lalu bagaimana jika ia tidak sempat sampai disana saat Ariell melahirkan? terlebih apa ada jadwal penerbangan pada jam saat ini?


"Brengsek," lalu ponselnya kembali berdering saat dengan terburu-buru ia memasukkan kembali pakaiannya ke dalam koper kecil.


" Ya Hall_


" Aku sudah meminjam heli dan juga pilot pribadi milik temanku, sebentar lagi ia akan melakukan pendaratan disana, kau bisa pulang bersamanya, Ariell sangat membutuhkanmu disini." seru David kembali menghubungi Bryan.

__ADS_1


" Oh Thanks Dude, aku berhutang padamu kali ini." sahut Bryan sangat bersyukur.


" Tidak masalah, ini tidak sebanding dengan apa yang sudah kau lakukan untuk putra kita, baiklah hati-hati. kami menunggumu disini." sahut David pula sebelum ia mengakhiri panggilan tersebut.


Bryan pun menutup ponselnya dengan kelegaan di d**a begitu mendengar penjelasan dari David, ia sungguh bersyukur mempunyai sahabat sepertinya.


Bryan keluar kamar sambil berteriak memanggil Felix yang ternyata sedang berada di dapur membuat kopi.


" Felix aku harus kembali cepat istriku akan melahirkan," serunya sudah tidak bisa tenang.


Felix yang mendengar perkataan bosnya tersebut ikut panik," Mari saya antar ke bandara tuan." dengan cepat pula ia bergegas keluar meninggalkan kopinya yang masih mengepul tanpa di sesap dulu.


Di dalam mobil Bryan sudah seperti orang kesurupan duduknya tidak tenang, tengah memikirkan keadaan istri dan putrinya saat ini.


Begitu mobil itu memasuki lobby bandara ia akan turun dan segera bergegas tapi panggilan dari Felix menghentikan tangannya yamg sudah memegang handle mobil.


" Ada apa?" bentaknya sudah tidak bisa mengendalikan perasaan gundahnya saat ini.


" Tuan sebaiknya anda membenahi terlebih dahulu pakaian anda." seru Felix tanpa menoleh ke belakang.


Karena ia duduk di bangku depan di samping sang supir taksi yang mereka tumpangi.


Bryan segera melihat penampilannya saat ini, " Oh ****." umpatnya begitu melihat panampilannya yang compang-camping.


Felix pun keluar lebih dulu untuk mengambilkan koper milik bosnya, setelah selesai Bryan pun keluar dari taksi dan melihat penampilannya sekilas di pantulan kaca mobil itu." Kau urus masalah yang kurang kemarin Felix."


Tanpa menunggu jawaban dari asistennya Bryan berlari ke dalam, ternyata di dalam sudah ada seorang pramugara yang menunggunya.


Bryan di antar sampai ke landasan pacu, dan melihat heli yang sudah standby disana.


Siapapun 'teman' yang David katakan padanya tadi, ia pasti mempunyai pengaruh yang besar karena bisa meminta ijin untuk mendaratkan heli pribadi di bandara umum seperti ini.


Bryan pun bertekad setelah ini ia harus punya heli ataupun pesawat pribadi sendiri, supaya kalau mau kemana-mana tidak kerepotan seperti sekarang ini.


" Mr. Djandra." seorang pilot turun dari heli begitu Bryan dan pramugara tadi berjalan mendekat.


" Ya apa kau yang di utus oleh David kemari?" tanyanya berdiri di hadapan pilot tersebut.


" Benar , Mr. Luxio adalah sahabat bos kami, silahkan kita akan segera terbang ke kota anda Mr." sang pilot pun mempersilahkan Bryan masuk.


Pilot itu kembali masuk di ikuti pramugara yang tadi di belakangnya, heli pun perlahan take off .


" Apa ini anak pertamamu Mr.? tanya pilot yang terlihat sudah berusia setengah abad tersebut.

__ADS_1


Bryan menggeleng," Anak keduaku, tapi ini adalah anak kandungku dan pertama kalinya juga aku akan menemani istriku, berharap aku bisa menemaninya." sahutnya dengan perasaan gugup.


" Aku mempunyai lima orang anak, dan hanya dua yang bisa aku temani saat mereka lahir, ya resiko mempunyai Ayah seorang pilot, menjadi pilot memang harus melewatkan moment penting seperti ini." desah sang pilot kembali.


Dan Bryan sangat beruntung ia bukanlah seorang pilot, ia tidak akan melewatkannya bahkan meskipun ia dan Ariell akan mempunyai banyak anak nanti, ia akan berusaha selalu ada di samping istrinya itu saat Ariell berjuang melahirkan putra-putri mereka.


Ketika akhirnya heli mereka mendarat di landasan gedung rumah sakit Stella Maris, Bryan hanya mengucapkan terima kasih dengan singkat dan langsung bergegas turun dan berlari ke lantai dimana sang istri berada, karena setiap waktu yang ia habiskan akan membuat istrinya itu semakin kesakitan.


Karena sebelumnya David sudah meminta ijin terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit sebelum heli itu mendarat.


" Mr.Djandra," Panggil seseorang lagi membuat langkah Bryan terhenti." Mari saya akan mengantarkan anda ke ruang bersalin."


" David?"


Hanya itu yang bisa Bryan katakan dan pria itu hanya mengangguk, dalam hati Bryan benar-benar seperti mempunyai saudara lelaki lain selain Kak Fredly dan Felix.


Lalu ketika ia sudah berada di samping Ariell yang tengah terbaring di ranjang kesakitan, ia hanya bisa memeluk tubuh istrinya sambil menangis, walaupun terlihat Ariell tenang dan tersenyum, Bryan tahu wanita ini sedang mencoba menyembunyikan rasa sakit itu darinya.


Semua keluarga ada di sana, juga Mama dan Kakaknya yang sudah menunggu di depan, Bryan hanya menatap fokus wajah istrinya, tidak bisa berpaling dari yang lain.


" Mrs, Djandra kita harus mengeluarkan bayinya, ia sudah dalam kesulitan." seru sang dokter yang menangani Ariell.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Thank's yaa udah baca, maaf kalau masih banyak typo.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..

__ADS_1


__ADS_2