Mantanku Hot Daddy

Mantanku Hot Daddy
Bonchap_02


__ADS_3

" Bryan diamlah, dan cepat masuki aku sekarang." Bryan langsung tertawa seketika setelah mendengar nada ketidaksabaran dari istrinya tersebut.


Kemudian tawa Bryan berubah menjadi ******* dan geraman serta tarikan napas yang tidak beraturan saat tubuh mereka menyatu.


Bahkan setelah mereka melakukannya selama bertahun-tahun dengan terlampau sering, bahkan sensasinya tidak pernah berkurang sedikit pun.


Tidak begitu lama bagi Ariell untuk meledak, satu ledakan hingga di susul dengan ledakan berikutnya dengan intens dan terus-menerus.


Bryan masih terus menggoyangkan pinggulnya dengan hentakan-hentakan yang membuat Ariell meledak beberapa kali.


Hingga akhirnya Ariell membalikkan posisi tubuh mereka, menjadi dirinya yang berada di atas tubuh sang suami dan memegang kendali tanpa melepas milik mereka yang masih menyatu itu.


" Sekarang giliranku" Ariell memaju mundurkan tubuhnya dengan sangat pelan, membuat Bryan semakin menggila, merasakan miliknya di manjakan oleh sang istri.


Hingga gerakan Ariell mulai sedikit cepat dan tak lama lenguhan panjang keluar kembali dari bibir manisnya.


Tubuh Ariell terasa sangat lemas sekali, tapi suaminya itu belum memuntahkan lavanya yang sudah nampak membendung itu.


Hingga ia beringsut dan berdiri dengan kedua lututnya, kemudianmeminta istrinya itu untuk menungging, sebab dirinya sudah tidak tahan lagi.


Bryan kembali menghentakkan miliknya lebih dalam lagi hingga sampai menyentuh dinding rahim Ariell, lalu mempercepat pacuannya hingga bersamaan dengan suara mengerang sangat keras sambil memanggil nama Ariell, saat dirinya sendiri sudah sampai ke puncak kenikmatan.


Mereka berbaring berdampingan dengan napas terengah-engah setelah gelombang kepuasan itu mereda.


" Rasanya selalu luar biasa." bisik Bryan di ikuti anggukan dari Ariell.


Bryan tetdiam sejenak sambil berpikir, " Bee, rasanya aku setuju dengan usulan Kak Belinda, untuk memberikan Kaylee adik lagi, bagaimana?" Bryan menoleh menatap istrinya sambil menunggu jawaban dari pertanyaannya.


" Tapi dia baru dua tahun sayang."


" Memang kenapa? dia sudah cukup besar, apa kau tidak ingin menambah anak-anak yang lucu dan menggemaskan, oh Astaga sayang aku melupakan itu. maaf aku tidak akan memaksamu." lirih Bryan sambil mencium puncak kepala Ariell.


Membuat Ariell pun tersenyum, " Aku tidak masalah sayang, hanya saja aku sedikit trauma dan_


" Aku pun juga sama, aku tidak ingin melihatmu kembali tersiksa seperti dulu lagi, itu juga sangat menyakitiku Bee." sahut Bryan yang kini menatap ke dalam bola mata Ariell.


" Baiklah kita bisa memikirkan itu lagi lain kali, sekarang ayo tidur aku sudah sangat mengantuk." ujar Ariell yang memang sedari tadi sudah menguap berkali-kali.


" Baiklah," Bryan pun mengeratkan tangannya yang sedang memeluk erat istrinya dari belakang, mereka pun akhirnya tertidur menuju ke alam mimpi masing-masing.


...----------------...


*Sepekan kemudian.

__ADS_1


Kali ini giliran Armand yang berkunjung ke Mansion Bryan, di tambah ia juga membawa kabar yang sangat mengejutkan.


" Hay Dude, wah keponakan Uncle sudah sebesar ini, sini mau es krim tidak?!"


Kaylee langsung menggeleng dengan cepat yang duduk di atas pangkuan Bryan sambil mengeratkan pelukannya di leher sang Daddy.


" Kenapa dia penakut sekali."


" Bukan takut tapi waspada." jaeab Bryan asal.


" Waspada? kau pikit aku pedofil.!"


Dengan garangnya Armand melengos dan menatap Ariell yang baru datang dengan membawa minuman dan cemilan.


" Armand kau serius 'kan dengan Bonee? jangan kau permainkan dia, dia gadis yang baik loh."


Ariell langsung memberi peringatan begitu ia duduk di samping sang suami, Kaylee jadi pindah duduk di pangkuan sang Mommy.


" Kau jangan khawatir, tenang saja aku juga tidak ingin bermain-main dengannya."


" Lalu kapan kau menikahinya? jangan cuma kau ajak berc*mbu saja."


Bryan menambahi bumbu agar sahabatnya itu tidak bermain-main lagi di usianya yang sudah tidak muda lagi.


" Kenapa suami istri ini terus saja mengintimidasiku. sepertinya aku salah tempat ini berkunjung." desahnya membuat dua orang tersenyum.


"Nah itu dia, aku datang kesini ingin menyampaikan sesuatu ynag penting, bukan mendengarkan ocehan peringatna dari kalian." dengusnya.


Ariell yang paham akan ada pembicaraan yang serius di antara keduanya, ia beranjak mengajak putrinya masuk ke dalam, dan membiarkan para pria untuk mengobrol.


" Sepertinya kini dugaanku sangat kuat terhadap siapa dalang di balik ini semua. yang menurutku kau harus waspada, karena sepertinya akan ada seseorang yang mencoba untuk masuk dan bermain-main dengan rumah tanggamu."


Bryan begitu serius mendengarkan Armand berbicara, " Cepat katakan saja siapa orang tersebut." desaknya kembali.


" Kau tahu papinya Bonee, aku menaruh curiga sangat besar terhadapnya. entah mengapa aku menduga dia-lah ketuanya, sebab beberapa kali aku berkunjung ke rumahnya, aku selalu bertemu dengan orang yang gerak-geriknya sangat mencurigakan."


" Jadi maksudmu Om Bram? kau tidak salah orang bukan? karena bagiku om Bram sudah aku anggap seperti Papaku sendiri, bhakan dia yang selalu membantuku, sepertinya kau salah orang D**ude."


Walaupun Bryan beranggapan tidak mungkin tapi dia justru memikirkan hal yang kemungkinan itu bisa saja terjadi.


" Ini baru dugaanku saja, tepatnya aku menaruh kecurigaan yang besar terhadapnya, kau ingat saat kau sedang koma dan aku menemukan benda kecil tergeletak di kolong ranjangmu , aku sudah mengecek seluruh CCTV yang ada di sekitar ruanganmu tapi tidak ada orang mencugakan. dan yang terakhir sebelum benda itu ada Papinya Bonee dan Bonee-lah yang berkunjung selain Ariell dan Tante Lidya." terang Armand panjang lebar.


Bryan jadi berpikir begitu keras, bagaimana bisa orang yang sangat dekat dengannya justru orang yang berusaha mencelakai keluarganya dan juga keluarga istrinya.

__ADS_1


" Kau sudah bertanya kepada Tante Wilona siapa orang di masa lalunya itu?"


Armand langsung mengangguk, " Ya seperti dugaanku. awalnya Mamanya Val tidak mau menjawabnya bahkan seperti ketakutan, tapi pelan-pelan dia sendiri yang mengatakannya dengan begitu ketakutan." jelasnya.


Ya memanglah benar, bahwa sebenarnya yang menjadi musuh kita itu bukanlah orang lain, melainkan adalah orang yang terdekat dengan kita.


...----------------...


Sementara itu orang yang tengah di bicarakan oleh Bryan dan Armand, tersedak makanannya sedari tadi sudah terbatuk-batuk hingga mengeluarkan air mata.


" Kenapa? om makannya tidak pelan-pelan sih." omel seorang wanita muda yang duduk di hadapannya.


" Jadi bagaimana dengan usulan om yang kemarin? kau bersedia? bukankah kau ingin membalas dendam atas kematian Kakakmu itu.!" desis Bram begitu batuknya mereda.


" Aku pasti akan membalas dendam om, tapi aku masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya." gadis itu pun juga tersenyum licik sambil menguyah makanannya.


" Baiklah om masih ada urusan, kau lanjutkan saja makananmu, nanti sore Bonee akan datang kesini, kau jangan bicara macam-macam dengannya." titahnya begitu tajam.


Bram langsung meninggalkan ruang makan begitu saja, sambil memanggil anak buahnya yang sedari tadi menunggunya di depan sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Siapa kah kira-kira gadis itu. ikuti terus ceritanya yaa..


Thank's yaa uda baca, maaf kalau masih banyak typo.

__ADS_1


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..


__ADS_2