Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 101


__ADS_3

"Kejora tunggu!" Mars mencekal pergelangan tangan Istrinya. "Kita pulang sekarang! Dan aku tidak ingin mendengar penolakan lagi darimu!" Mars menarik Kejora, namun langkahnya terhenti saat tangannya di hentak dengan kasar.


"Aku bilang, aku tidak mau pulang! Kenapa kau memaksa aku?" Seru Kejora, dengan nada suara yang meninggi. "Kau tahu, kau itu sangat jahat. Bukannya merayu aku untuk pulang, kau justru memerintah dan memaksa aku seperti yang sudah-sudah." Kejora mulai menitikkan air matanya.


"Shit, kenapa Kejora malah menangis." Gumam Mars dalam hati, lalu menghela napasnya dengan kasar.


"Sayang, bukankah aku sudah merayumu untuk pulang?" Mars mengusap air mata yang menetes di pipi istrinya.


"Kapan? Aku tidak mendengar kau merayuku?" Kejora mengerutkan keningnya.


Mars lagi-lagi menghela napasnya. "Tadi saat kita berada di kolam ikan?" Mars mengangkup wajah Kejora, lalu menatapnya dengan intens.


Kejora berusaha mengingat-ingat kejadian saat di kolam ikan, namun ia tidak mengingat sama sekali kalau Mars merayu dirinya. Yang ia ingat justru kejadian memalukan, saat dirinya mengungkapkan merindukan malam panas mereka.


"Kau itu pembohong!" ketus Kejora, lalu hendak pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


Mars yang melihat Kejora hendak pergi, langsung menarik tangannya, dan memeluk pinggang Istrinya dari belakang.


"Kenapa kau marah-marah terus kepadaku? Apa kau tidak merindukan aku?" Mars mulai mengecup tengkuk Istrinya, menyusuri dari atas hingga ke bahu.


"Mars hentikan!" Kejora bergidik geli, saat tengkuknya di sapu oleh kecupan-kecupan lembut dari bibir suaminya.


"Kau bilang merindukan malam panas kita? Dan aku bisa mewujudkannya malam ini." Mars semakin menekan pinggang Kejora, mendekapnya dengan erat, sambil terus menyapu tengkuk istrinya dengan kecupan-kecupan kecil.


"Mars... hentikan. Aku-" Kejora sampai harus menelan salivanya dengan susah, agar menahan suara desahan yang akan keluar dari mulutnya.


"Mars aku tidak bisa tahan, jika kau terus menggoda aku." Lirih Kejora, saat merasakan hawa panas mulai menyelimuti tubuhnya. Otak mesumnya sudah mulai bertraveling kemana-mana saat merasakan sentuhan jari Mars ditubuhnya.


Mendengar perkataan Kejora, Mars langsung menarik sudut bibirnya. Tidak percuma ia melakukan trik dengan cara memanfaatkan otak mesum Kejora. Karena hanya dengan cara itulah, ia bisa menundukkan kembali istrinya.


"Di mana kamarmu?" Bisik Mars, lalu mengecup dan ******* bibir Kejora dengan gairah yang tertahan.

__ADS_1


Ingin rasanya Mars melucuti pakaian yang dikenakan oleh Kejora saat ini juga, dan memulai percintaan panas mereka di tempat itu, tanpa peduli orang lain. Namun semua gairah itu ia tahan, apalagi saat melihat ada Boy yang tengah menatap mereka. Ia tidak akan pernah rela jika sepupu bejatnya itu, melihat tubuh polos Kejora.


"Aw..." pekik Kejora, saat merasakan tubuhnya melayang di udara. "Mars turunkan aku!" pinta Kejora, yang saat ini tengah di gendong ala-ala bridal.


"Kau jangan banyak bicara, cukup tunjukkan di mana kamarmu?" ucap Mars, dengan suara yang serak karena menahan gairah yang sudah membara.


Dengan malu-malu Kejora menunjuk lantai dua, lalu memeluk leher suaminya, karena takut terjatuh saat Mars berjalan menaiki tangga.


"Hey, kalian mau kemana? Kenapa tidak disini saja! Setidaknya aku bisa melihat adegan panas kalian secara live." teriak Boy, dengan seringai tipis di bibirnya.


"B, diam dan jangan ganggu kami!" Sahut Mars, sambil terus melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Kejora.


Boy menatap Mars dan Kejora dengan menggelengkan kepalanya. "Dasar wanita bodoh! Baru di rayu segitu saja dia sudah mau dibawa ke atas tempat tidur." Cibir Boy lalu duduk di atas sofa dengan wajah yang kesal, karena bukannya melihat suami istri itu bertengkar lagi, tapi justru melihat mereka bermesraan. Dan sekarang mereka malah pergi ke kamar, sehingga tidak ada lagi tontonan yang dapat ia lihat, untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


Sementara itu di lantai dua, sepasang suami istri yang saling tersenyum dan saling menatap, kini berhenti di depan sebuah pintu. Kejora lalu meminta Mars menurunkannya untuk membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2