Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 61


__ADS_3

"Eh, semudah itu minta ijin padanya?" Kejora bermonolog dalam hatinya. Sambil terus bersin-bersin. "Tuan, masalah Rian aku mohon jangan pecat dia. Dia pria yang baik dan aku tidak ingin --"


"Aku tidak ingin membahasnya." Mars memotong perkataan Kejora, lalu melanjutkan sarapannya. Di dalam pikirannya saat ini adalah, kenapa Kejora sampai berbohong padanya.


"Tapi tuan, Rian ...."


"Kau bisa diam tidak!" Sentak Mars, dengan wajah yang kesal. Karena Kejora membahas pria lain, saat bersama dirinya.


"I-iya tuan, ... hacih ... hacih. Aku permisi ke kamarku dulu." Kejora langsung berdiri dari kursi, lalu berjalan menuju kamarnya.


"Shit!" Umpat Mars, saat menatap punggung Kejora yang sudah masuk ke dalam kamar. "Bagaimana bisa aku bersikap baik padanya, kalau dia saja selalu membuat aku kesal." Gumam Mars, mengusap wajahnya dengan kasar.


...🍀🍀🍀...


Taman Menteng.


Setelah menghubungi kak Aries, dengan menggunakan telepon yang ada di dalam apartemen. Kejora saat ini sudah duduk disebuah kursi, bersama dengan pria yang menjadi kekasih atau lebih tepatnya mantan kekasihnya.


"Kak, aku ingin --"

__ADS_1


"Kenapa Kejora?" potong Aries. "Kenapa kau mengkhianati aku? Kenapa kau menikah dengan pria lain?" Aries menatap lekat wajah kekasihnya yang sangat ia cintai. Kemarin saat ia menghubungi anak buahnya, Aries begitu terkejut saat mengetahui Kejora sudah menikah dengan pemilik perusahaan Megatech yang baru.


"Kak ... " Lirih Kejora, ikut menatap lekat pria yang ada disampingnya. "Aku .... "


"Kenapa Kejora?" Tanya Aries kembali.


"Kak, semua yang terjadi diluar keinginan aku. Itu terjadi begitu saja, dan lagi pula ...." Kejora menundukkan kepalanya.


"Lagi pula apa?" Aries menarik wajah Kejora, agar menatap dirinya.


"Lagi pula, sebenarnya hubungan kita itu seperti apa? Kakak meninggalkan aku begitu saja, selama lima tahun lamanya. Tidak ada kabar sama sekali tentang kakak, dan juga tidak ada kejelasan sama sekali tentang hubungan kita. Aku pikir, kakak sudah melupakan aku." Lirih Kejora.


"Tapi aku sudah mengatakan, aku pasti pulang dan akan menikahimu." Aries membelai wajah Kejora.


"Ya, kakak memang mengatakan itu. Tapi kakak lupa satu hal! Saat itu usia aku masih tujuh belas tahun, dan aku mengira hubungan kita itu hanya hubungan yang sesaat. Terlebih lagi, Pak Gideon melarang hubungan kita." Kejora mulai menitikkan air matanya.


Ia mengingat kembali kejadian lima tahun yang lalu, di saat kak Aries meninggalkan dirinya yang sudah tidak mempunyai siapa-siapa. Di saat itu Pak Gideon, yang masih mempunyai sedikit hati nurani. Mau menampung dirinya untuk bekerja di perusahaan Megatech, walaupun hanya sebagai office girl. Karena pekerjaan itulah yang sesuai dengan ijasah yang ia punya, yang hanya lulusan Sekolah Menengah Atas.


"Kau jangan menangis ...." Aries mengusap air mata Kejora, lalu mencium keningnya.

__ADS_1


Kejora hanya terdiam, menerima kecupan dari Kak Aries. Entah mengapa ia merasakan ketenangan, di dalam hatinya jika berdekatan dengan Kak Aries. Suatu perasaan yang hanya ia dapat, dari kekasih atau mantan kekasihnya itu.


Tanpa mereka sadari, dari tadi ada satu pasang mata yang menatap dengan tajam kemesraan mereka dari dalam mobil. Wajahnya terlihat sangat marah, dengan kedua tangan yang terkepal erat.


"Sudah cukup!" Geram Mars. Langsung keluar dari mobilnya, lalu menghampiri kedua orang yang sedang duduk di kursi taman.


Saat Kejora dan Kak Aries sedang mengobrol. Mereka dikejutkan oleh kedatangan seseorang, yang tiba-tiba menarik tangan Kejora.


"Tuan Mars....!" Pekik Kejora, saat mengetahui yang menarik dirinya adalah tuannya sekaligus suaminya.


"Hey, lepaskan dia!" Aries yang tidak terima, langsung menarik tangan Kejora yang satunya lagi.


"Kau yang lepaskan! Dia itu istriku!" Mars menarik Kejora.


Aries yang tidak mau kalah, tetap mempertahankan Kejora. Dan terjadilah tarik menarik, yang menyebabkan Kejora terombang-ambing ditengahnya.


"Kak Aries, Tuan Mars. Apa kalian sedang memperebutkan diriku?"


"Diam kau!" Sentak Mars dan Aries secara bersamaan, menatap Kejora dengan perasaan kesal di hati mereka masing-masing. Karena bisa-bisanya Kejora mempertanyakan hal yang konyol seperti itu, disaat kondisi mereka sedang panas.

__ADS_1


__ADS_2