Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 181 Season 3


__ADS_3

Tik .. tok .. tik .. tok.


Bunyi jarum jam di dinding menggema di seluruh ruang tamu yang ada di mansion Graham, ruangan luas itu terlihat sangat sunyi karena tiga orang pria dan dua orang wanita yang ada didalamnya hanya saling menatap dalam diam.


Ehem.


Kejora sengaja berdeham untuk mencairkan suasana yang tegang dan kaku diantara mereka.


"Uncle apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu." Kejora mencoba tersenyum disaat ia melihat Aries dan Mars saling menatap dengan tajam.


"Kabar Uncle baik, bagaimana denganmu? Kandungannya sudah berapa bulan?"


Gideon menatap perut Kejora yang terlihat buncit, lalu beralih menatap perut wanita yang duduk di sebelah Kejora dengan menghela napasnya. Ia tidak pernah menyangka jika putranya telah menghamili putri dari keluarga Graham.


"Keadaan aku baik, dan usia kandungan aku—"


"Ada keperluan apa kalian datang kemari?" Mars menyela perkataan Kejora, karena ia tidak mau melihat bajingan itu dan tuan Gideon berlama-lama berada di mansionnya.


"Mars ...." Kejora menatap tajam pada suaminya karena sudah bersikap tidak sopan pada Uncle Gideon dan Kak Aries. "Maafkan suami aku, dia memang suka marah-marah dan tidak sopan jika belum dikasih jatah." Seloroh Kejora sambil tertawa.

__ADS_1


Membuat ketiga orang yang ada di ruangan tersebut, langsung menatap Kejora dengan raut wajah yang berbeda-beda. Mars menatap Kejora dengan tatapan yang tajam, Aries dan Venus menatap dengan wajah yang bingung, sedangkan tuan Gideon terlihat berusaha menahan tawanya.


"Maaf kalau aku salah berbicara?" ucap Kejora saat melihat ketiga orang tersebut menatapnya dengan intens.


"Tidak apa-apa Kejora." Gideon masih menahan tawanya. "Jadi begini Tuan Mars, kedatangan kami kemari karena ingin menemui Tuan Aiden dan Nyonya Dila Graham, apa mereka ada?"


Gideon ingin melamar putri dari pasangan Graham atas permintaan Aries, setelah mendengar cerita dari putranya kalau wanita itu sedang mengandung penerus keluarga besar mereka.


"Kedua orang tuaku tidak ada." Jawab Mars dengan singkat, padat, dan jelas.


Gideon menghela napasnya lalu menatap pada Aries yang terlihat sibuk melihat wanita yang sebentar lagi menjadi menantunya.


"Kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, silahkan kalian pergi dari sini." Usir Mars dengan halus.


"Apa?" tanya Aries dengan gerak bibir tanpa suara.


Gideon memberi kode pada putranya untuk berbicara pada Mars tentang tujuan mereka datang ke mansion Graham. Dan Aries yang mengerti segera menatap pada pria yang menjadi rival abadinya sekaligus calon kakak iparnya.


"Tuan Mars Graham aku datang kemari ingin meminta Venus menjadi istriku." Aries menatap intens pada wanita yang saat ini sedang mengandung anaknya.

__ADS_1


"What?" pekik Mars dan Venus bersamaan.


"Oh ya ampun, ternyata tuan Aries orang yang nekat juga." Gumam Venus dalam hati dengan wajah yang bingung. "Bukankah dia datang kemari untuk meminta jawaban dariku? Bukannya melamar aku?"


"Jadi bagaimana Nona Venus Graham? Bersediakah kau menjadi istriku?" Aries masih menatap lekat wajah Venus.


Venus yang ditanya hanya diam saja tanpa mampu berkata-kata.


"Tidak! Adikku tidak akan pernah menjadi istri dari pria bajingan sepertimu." Mars berkata dengan tegas dan sorot mata penuh intimidasi pada lawan bicaranya.


Membuat suasana di ruangan tersebut kembali terasa tegang dan dingin.


"Sayang .. kak Aries itu bertanya pada Venus, kenapa kau yang menjawabnya?" Bisik Kejora pada suaminya.


"Kejora diamlah!" ucap Mars dengan nada suara sehalus mungkin, agar Kejora tidak tersinggung dan marah. Karena Mars takut jika Kejora marah, maka burungnya akan semakin lama untuk diijinkan masuk ke sangkarnya.


"Tapi sayang—"


Kejora terdiam saat Mars menatapnya dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


"Begini Tuan Mars, aku sebagai orang tua dari Aries meminta maaf atas perbuatan putraku. Dan karena itu juga aku datang kemari untuk melamar Venus sebagai bentuk pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan oleh Aries." Ucap Gideon dengan tulus.


"Kami terima permintaan maaf dari Anda, tapi aku menolak jika putra Anda ingin bertanggung jawab dengan adikku." Ujar Mars dengan sangat dingin.


__ADS_2