
"Nona Venus." Tom berjalan mendekati Venus dan Aries.
Mendengar panggilan Tom, sontak membuat Venus dan Aries memutus tatapan tajam mereka.
"Ck, dia lagi!" Gumam Aries saat melihat pria itu sudah berdiri di samping Venus.
"Ada apa, Tom? Apa kau juga ingin ke toilet?" tanya Venus sambil menghela napasnya dengan kasar.
"Tidak nona, tapi Anda dipanggil oleh tuan besar dan Nyonya Besar." Ucap Tom dengan berbohong, karena sebenarnya ia sengaja menghampiri Venus karena melihat wanitanya itu berbincang dengan Aries.
Venus menghela napasnya lalu menatap kebelakang.
"Tuan--" Venus melihat tidak ada siapa pun disana. "Oh ya ampun, sopan sekali dia pergi begitu saja." gerutu Venus dalam hati.
Dan dengan wajah yang sangat kesal, Venus pun berjalan kembali ke dalam ballroom. Sementara Tom mengikuti Venus dari belakang dengan tekad yang ada dihatinya, bahwa mulai hari ini ia akan berjuang mendapatkan cinta Venus, dan tidak akan membiarkan pria mana pun termasuk Aries merebut Venus darinya.
...🍀🍀🍀...
Setelah acara perayaan ulang tahun Perusahaan Greenerg selesai, Mars langsung menggandeng Kejora untuk pulang ke apartemen mereka. Dan selama di perjalanan pulang, entah mengapa Kejora hanya diam saja membuat Mars bingung dan serba salah harus melakukan apa.
__ADS_1
"Kejora kau itu kenapa?" Mars menahan lengan istrinya yang hendak masuk ke dalam kamar.
"Mars, kenapa kau masih bertanya aku ini kenapa?" Kejora menghela napasnya, mengeluarkan rasa sesak yang sejak tadi menggerogoti hatinya.
"Aku bertanya karena aku tidak tahu kau kenapa?" Mars mencoba merangkul pinggang Kejora.
Namun dengan sigap Kejora menepis dan memukul lengan Mars.
"Shit..." umpat Mars sambil mengusap tangannya. "Sejak kau hamil kenapa kau jadi galak?" gerutu Mars.
"Apa kau bilang? Aku galak?" Kejora yang kesal dengan ucapan Mars, mencubit perut suaminya secara bertubi-tubi.
Dengan segera Kejora mengejar Mars, namun saat berada di dalam kamar ia tidak melihat keberadaan suaminya. Ditengah kebingungannya karena tidak melihat Mars, Kejora dikejutkan dengan dua tangan kekar yang melingkar di pinggangnya.
"Jangan bergerak!" Bisik Mars mengecup tengkuk Kejora, tangannya mengelus perut milik istrinya secara perlahan.
"Mars..." perasaan kesal Kejora hilang seketika, berganti dengan rasa geli yang menjalar ke seluruh tubuhnya. "Mars hentikan!" Kejora berusaha menurunkan tangan suaminya yang berada di kedua buah dadanya.
Namun Mars tidak mempedulikan ucapan Kejora, tangannya justru semakin kuat meremas kedua gundukan itu dengan napas yang berlarian.
__ADS_1
"Mars hentikan! Aku ini sedang marah." Kejora sekuat mungkin menyingkirkan tangan suaminya.
"Baiklah." Mars menghela napasnya, menghentikan tindakannya lalu membalik tubuh Kejora. "Katakan kenapa kau marah?" Mars menatap intens kedua mata pekat hitam milik Kejora.
"Aku marah...." Kejora terdiam mencoba mengingat kembali apa yang membuatnya marah. "Mars tadi aku marah kenapa, ya?" tanya Kejora dengan mengerutkan keningnya.
"Ya ampun Kejora...." Mars tertawa sambil menepuk kening istrinya, ia tidak habis pikir dengan wanita yang ada didepannya, yang begitu pelupa dan cepat sekali marah dan menangis secara tiba-tiba. "Kalau kau lupa lebih baik kita lanjutkan yang tadi." Mars menggendong Kejora dan membaringkannya di atas tempat tidur.
"Tunggu Mars!" Kejora menahan bibir suaminya yang hendak menciumnya. "Aku ingat sekarang! Aku marah karena--"
Mars langsung membungkam bibir Kejora dengan ciuman yang panas, memperdalam ciuman itu dengan penuh hasrat yang menggebu. Tangannya tidak tinggal diam, mulai menurunkan resleting gaun yang dikenakan oleh Kejora.
"Kenapa susah sekali." Geram Mars dalam hati, dan dengan terpaksa melepaskan ciuman panas mereka untuk melepaskan gaun yang Kejora pakai.
"Mars apa yang kau lakukan?" pekik Kejora saat melihat Mars merobek paksa gaun yang dikenakannya lalu membuangnya secara asal.
"Gaun itu mengganggu." Ucap Mars dengan asal, melepaskan satu-satunya penghalang di tubuh istrinya lalu dengan cepat melepaskan semua yang dikenakannya hingga sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.
Mars mulai mengecup seluruh tubuh istrinya dari atas lalu berhenti di perut Kejora yang masih datar. Ia mengusap perut itu dengan perlahan, lalu menciumnya dengan penuh cinta. Mars segera kembali menegakkan tubuhnya dan mulai melakukan penyatuan cinta mereka.
__ADS_1