Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 144 Season 3


__ADS_3

Mars mendengarkan perkataan Kejora dengan kening yang berkerut lalu menghela napasnya.


"Mungkin Venus menangis karena terharu betapa aku sangat mengkhawatirkan dirinya." Ucap Mars dengan tersenyum, namun di sudut hatinya yang terdalam Mars mulai berpikir kembali dengan firasat yang ia rasakan saat malam itu.


"Ya kau benar sayang, karena Venus menangis setelah aku mengatakan betapa kau itu sangat mengkhawatirkannya. Bahkan kau sampai ingin meninggalkan istrimu yang sedang hamil ini untuk menyusul Venus ke Bali." Kejora menarik hidung Mars dengan gemas.


Mars tertawa lalu mengecup bibir istrinya dengan lembut.


"Bagaimana kabar baby Galaxy?" Mars mengusap perut Kejora dengan perlahan.


"Baby Galaxy?" Kejora menautkan kedua alisnya dengan wajah yang bingung.


"Aku memberikan nama Galaxy untuk putra pertama kita." Mars mengecup perut Kejora berulang-ulang kali.


"Ish, kenapa Galaxy?" tanya Kejora.


"Karena sudah ada Mars dan Kejora, maka dari itu kita namakan baby kita Galaxy." Jawab Mars dengan semangat.

__ADS_1


"Ck, Mars apa kau itu sengaja membuat keluarga kita itu seperti sekumpulan tata Surya?" Gerutu Kejora.


"Ya, agar keluarga kecil kita bisa selalu bersama dalam satu kesatuan." Seloroh Mars, ia membayangkan akan seperti apa keluarga mereka nanti saat Baby Galaxy lahir.


"Kau itu...." Kejora menarik wajah suaminya lalu mengecup bibir tebal itu dengan cepat. "Kalau yang lahir perempuan akan kau beri nama apa?" tanya Kejora.


"Kalau perempuan akan aku beri nama Merkurius." Jawab Mars dengan terkekeh geli.


"Mars masa nama planet lagi!" Protes Kejora mencebikkan bibirnya.


"Ya, dan jika anak kita yang berikutnya perempuan lagi akan aku namakan Saturnus." Mars tertawa terbahak-bahak membayangkan apa jadinya keluarga mereka jika dipenuhi oleh nama-nama planet.


Melihat Kejora yang bertambah kesal justru membuat Mars semakin tertawa terbahak-bahak, ia merasa bahagia saat berhasil membuat istrinya kesal.


Dan setelah bersenda gurau bersama Kejora, Mars memutuskan untuk masuk ke dalam ruang kerjanya. Di dalam keheningan Mars memikirkan apa yang menjadi firasatnya terhadap Venus dan juga keinginan Tom yang mengundurkan diri dari Perusahaannya


Flash back on

__ADS_1


"Tom apa kau benar-benar berniat mengundurkan diri?" tanya Mars setelah berada di Cafe tidak jauh dari apartemen miliknya.


Sebenarnya Mars terkejut pada saat menerima pesan singkat dari Tom, saat sahabatnya itu masih di Bali. Tom mengatakan meminta waktunya untuk berbicara penting, dan Mars tidak menduga jika pembicaraan penting itu adalah keputusan Tom yang ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya.


"Ya tuan." Jawab Tom dengan singkat dan jelas.


"Boleh aku tahu apa alasannya?" tanya Mars menatap intens sahabatnya.


"Anda bertanya sebagai atasan pada bawahan, atau sebagai seorang sahabat kepada sahabatnya?" Tom balik bertanya pada Mars.


Mars terdiam sesaat menelisik sahabat baiknya itu.


"Aku bertanya sebagai seorang sahabat kepada sahabatnya." Jawab Mars dengan sangat tegas, karena ia tahu jika dirinya bertanya sebagai seorang atasan tentu Tom akan memberikan jawaban yang sangat klise.


"Cintaku di tolak oleh Venus." Sahut Tom dengan kepala yang tertunduk. "Itu sebabnya aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari Perusahaan Megatech agar bisa melupakan adik mu."


Mars menghela napasnya dengan kasar, ia tahu cepat atau lambat kejadian Venus yang menolak Tom pasti terjadi, dan ternyata waktunya adalah saat ini.

__ADS_1


"Apa sikapmu itu tidak terlalu berlebihan? Maksud ku hanya karena cintamu di tolak oleh Venus, kau rela kehilangan kariermu hanya demi melupakan adik ku!" sinis Mars.


"Kau bilang sikap aku berlebihan? Kau tidak tahu saja bagaimana rasanya jika perasaan cinta kita ditolak oleh wanita yang sejak dulu sangat kita cintai." Gerutu Tom.


__ADS_2