
"Nyonya Veronica, apa anda lupa? Dia adalah istriku." Mars merangkul pinggang Kejora, lalu mengecup pipi istrinya.
Kejora yang masih terkejut, saat melihat nenek sihir ada di apartemen mereka. Kini semakin terkejut dan bingung, saat tuan Mars mengecup pipinya di hadapan Monica dan Nyonya Veronica.
Monica pun tak kalah terkejutnya, saat melihat kemesraan antara Mars dan wanita kampungan itu. Wajahnya sudah merah padam, karena amarah yang membara dihatinya.
"Di-dia istrimu?" tanya Veronica, dengan suara yang terbata-bata. Veronica berusaha mengingat kembali, wajah wanita yang menjadi pengantin pengganti putrinya. Tapi seingat dirinya, wanita itu sangat cantik dengan tampilan yang sangat elegan dan terkesan orang berada. Sedangkan saat ini yang ia lihat, adalah wajah seorang wanita cantik tapi sangat sederhana tanpa make up di wajahnya. Sehingga ia bisa melihat dengan jelas, wajah wanita itu. Sebuah wajah yang pernah ada di masa lalunya.
"Ya, dan namanya adalah Kejora." Ucap Mars, dengan suara beratnya.
"Deg ...."
Wajah Veronica langsung berubah pucat, saat tebakan dirinya ternyata benar. Wanita itu adalah Kejora, mantan anak tirinya yang selalu ia siksa.
"Jadi ini semua ....?" Veronica menatap tuan Mars, dengan raut wajah yang tegang.
"Ya, semua yang aku lakukan adalah untuk istriku." Mars menyunggingkan senyumnya. "Bukankah rumah itu adalah milik istriku? Jadi sudah seharusnya rumah itu dikembalikan kepada pemiliknya." Ucap Mars, dengan sangat tegas.
Membuat Nyonya Veronica, langsung menatap Kejora dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
Mendapat tatapan yang sangat tajam dari nenek sihir itu, membuat Kejora sangat ketakutan. Karena ia teringat kembali, kejadian beberapa tahun silam yang menimpa dirinya.
"Tuan, sebenarnya ada apa? Rumah siapa yang kalian bicarakan?" tanya Kejora, dengan wajah yang bingung.
Mars yang mengerti kebingungan di wajah Kejora, hanya menjawab dengan senyuman sambil menggenggam erat tangan Kejora.
"Mom, ada apa ini?" Tanya Monica, karena melihat ketegangan di wajah mom nya. "Apa mom mengenal wanita kampungan itu?"
Veronica yang sangat terkejut, dan tidak pernah menduga sebelumnya. Hanya bisa terdiam, tanpa bisa menjawab pertanyaan putrinya. Ia benar-benar tidak menyangka, calon menantunya akan bertindak sampai sejauh itu. Bahkan ia tidak pernah menduga, kalau istri dari tuan Mars Graham adalah mantan anak tirinya.
"Mom, jawab aku!" Monica menarik tangan mom nya.
"Mom, kenapa kau marah padaku! Dan masalah rumah itu, Mom tidak perlu memikirkannya. Karena kita masih punya apartemen." Sahut Monica, dengan wajah yang kesal. Karena merasa malu, dibentak dan dimarahi di depan kekasihnya dan wanita kampungan itu.
"Oh ya, karena kau mengatakan apartemen. Aku jadi mengingat sesuatu." Sahut Mars dengan seringai licik dibibirnya.
Monica dan Veronica yang mengerti arti tatapan mata dan seringaian licik dari Mars. Langsung bergidik ngeri sendiri, dengan apa yang ada di kepala pria itu.
"Apartemen itu akan aku ambil! Karena apartemen itu adalah milikku."
__ADS_1
"What?" Pekik Monica dan Veronica secara bersamaan.
"Sayang, kau jangan bercanda! Apa kau tega pada kekasihmu ini." Pinta Monica, dengan wajah yang memohon.
Mars tidak mempedulikan perkataan Monica, lalu memanggil anak buahnya yang berjaga diluar.
"Bawa mereka keluar! Dan jangan pernah kalian biarkan mereka berada disekitar apartemen ini!" Perintah Mars, dengan sangat tegas.
"Baik, tuan." Ucap kedua bodyguard tuan Mars. Lalu mereka berdua, mengusir kedua wanita yang ada di ruangan tersebut.
"Lepaskan aku! Aku belum selesai berbicara dengan kekasihku." Teriak Monica.
"Kekasih? Bukankah mereka sudah menikah?" Gumam Kejora dalam hati, lalu menatap wajah tuan Mars yang terlihat tersenyum.
Nyonya Veronica yang sangat marah, karena kehilangan rumah dan juga harga dirinya hanya karena seorang Kejora. Langsung mendekati anak tirinya itu, lalu hendak menamparnya. Namun tangannya terhenti di udara, karena sebuah cengkraman dari seseorang.
"Nyonya, jangan pernah berani menyentuhnya!" Mars menghempaskan tangan Nyonya Veronica.
Nyonya Veronica yang masih merasa tidak terima, berusaha kembali menyerang Kejora. "Dasar anak sialan! Kembalikan rumahku!" Bentak Veronica.
__ADS_1