Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 171 Season 3


__ADS_3

Keesokan harinya di sebuah ruangan yang di jaga ketat oleh beberapa pengawal. Tampak seorang pria tengah terbaring tak berdaya, dengan wajah yang di penuhi oleh luka lebam.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Boy pada pada Alex.


"Tidak ada luka yang serius, hanya saja Tuan Aries akan kesulitan untuk membuka mata kirinya karena luka di pelipisnya yang bengkak." Jawab Alex dengan menahan tawanya, saat melihat pemimpin Black Shadow tidak berdaya dengan luka memar di seluruh wajahnya terutama dekat mata. Alex benar-benar mengacungkan jempol kedua tangannya, pada sang pemimpin Boy Arbeto, karena sudah berani membuat KO Tuan Aries yang nota bene seseorang yang mendapatkan backing dari badan intelejen luar negeri.


"Sial! Harusnya aku membuat luka di matanya yang satu lagi, jadi matanya akan terlihat bagus seperti mata panda." Seloroh Boy dengan tawa yang keras di bibirnya.


Membuat Alex ikut tertawa dengan keras.


"Hei! Siapa yang mengijinkanmu untuk tertawa?" hardik Boy.


"Ma-maaf Tuan." Alex langsung menundukkan kepalanya.


Sementara Boy kembali tertawa dengan terbahak-bahak.

__ADS_1


"B, Mars sudah datang bersama dengan Kejora." Ucap Agam setelah berada di samping sepupunya.


Boy menatap jam mewah yang ada di pergelangan tangannya, kalau tidak salah hitung Venus akan datang sebentar lagi. Karena perjalanan dari London ke Jakarta menghabiskan waktu kurang lebih enam belas jam.


"Kenapa Mars membawa istrinya lagi?" tanya Boy.


"Karena Kejora yang ingin bertemu dengan Aries, apa kau lupa mereka itu mantan kekasih." Jawab Agam.


"Kejora .. kenapa wanita itu selalu saja menyusahkan kita." Gerutu Boy sembari berjalan menuju ruang tengah bersama dengan Agam, sementara Alex diberikan tugas untuk menjaga Aries.


"Sudah selesai pidatonya?" sahut Boy dengan santai.


"Oh my God." Mars berdecak kesal karena perkataannya yang panjang kali lebar, hanya di jawab dengan tiga kata.


"B aku mohon ijinkan aku bertemu dengan kak Aries." Pinta Kejora dengan raut wajah yang cemas.

__ADS_1


Boy menatap Kejora dengan kening yang berkerut, ia tidak pernah menyangka jika pria yang menghamili Venus adalah mantan kekasih Kejora sekaligus rival dari Tim Delta.


"Seperti yang aku katakan kemarin, aku masih menunggu seseorang. Jika orang itu sudah datang baru kalian bisa bertemu dengan Aries." Ucap Boy dengan tegas.


"Ralat bukan kami, tapi istriku yang ingin bertemu dengan manusia domba itu." Sela Mars.


"Mars ....." Kejora mencubit pinggang suaminya dengan wajah yang kesal.


Sementara Boy hanya menatap dua orang yang ada di hadapannya, dengan helaan napas yang kasar. "Mars begitu membenci Aries, bagaimana jika dia tahu yang menghamili Venus adalah Aries? Lama-lama aku bisa gila jika memikirkan itu." Gumam Boy dalam hati sambil memijat keningnya.


"B ...." Agam membisikkan sesuatu pada Boy.


Boy menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju pintu ruang tengah sambil menghitung dalam hati.


"Satu ... dua ... tiga ... empat ... lima ....." Dan pada hitungan kesepuluh wanita yang sejak tadi ia tunggu akhirnya memasuki ruangan markas besar Tim Delta.

__ADS_1


"B ...." teriak Venus dengan wajah penuh emosi, karena selama enam belas jam lebih ia habiskan berada di dalam pesawat dengan membawa kandungan yang berusia tiga bulan.


__ADS_2