Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 22


__ADS_3

"Kau kenapa?" tanya Venus, saat menatap Kejora yang yang terdiam di tempatnya.


"Aku tidak papa." Kejora menghela napasnya, lalu berjalan menyusul Venus.


Dan saat ini mereka sudah berada di lantai satu, tepatnya di sebuah halaman terbuka dengan kolam renang yang terhampar di depan mata mereka.


"Bagaimana? Udaranya segar bukan?" Tanya Venus, menatap kearah Kejora. Yang terlihat sudah tidak bersin-bersin.


"Iya." Jawab Kejora, dengan pandangan mata yang kosong. Ia masih memikirkan, sosok yang baru saja ia lihat. Setelah sekian lama, akhirnya ia bertemu kembali dengan sosok menyeramkan yang sering disebut Nenek sihir olehnya dan juga Tari.


"Hey, kau jangan melamun!" Venus menyenggol bahu Kejora. "Kita tidak bisa berlama-lama disini! Karena sebentar lagi acaranya akan di mulai."


"Kau masuk saja terlebih dahulu, nanti aku menyusul." Sahut Kejora. Ia sengaja melakukannya, karena tidak mau berada satu ruangan dengan Tuan Mars. Apa lagi jika dirinya harus kembali bertemu dengan si nenek sihir. Karena tadi Kejora, sempat melihat nenek sihir itu masuk ke dalam ruangan VVIP khusus keluarga.

__ADS_1


"Kau yakin, tidak papa jika aku tinggal?"


"Ya, aku tidak papa." Jawab Kejora.


"Em .. baiklah. Tapi kau harus berjanji akan segera menyusul! Dan jangan pernah berpikir, untuk pulang sebelum acara di mulai. Karena Mom Dila, pasti akan kecewa padamu!" Ancam Venus.


"Aku janji, aku akan menyusul." Kejora tersenyum pada Venus.


"Oke, aku masuk dulu." Venus segera berlalu dari area kolam renang, meninggalkan Kejora di tempat tersebut sendirian.


Sejujurnya Kejora merasa bahagia bisa mengenal keluarga Graham, keluarga yang begitu baik kepadanya. Menerima dirinya, tanpa memandang status sosial yang berbeda. Kejora yang selama ini sendirian, jadi merasa memiliki keluarga setelah bertemu dengan keluarga Graham. Tapi kenyataan yang ia ketahui hari ini, sangat membuatnya terkejut. Orang yang paling tidak suka padanya, orang yang selalu marah-marah kepadanya. Orang yang sangat membencinya, justru salah satu anak dari Aunty Dila.


Di saat Kejora tengah merenungi nasibnya, dan mencoba untuk menenangkan dirinya. Kejadian di dalam ruangan VVIP khusus anggota keluarga, justru tengah tegang dan panik. Alasannya karena pengantin wanita, yang seharusnya sudah ada diantara mereka justru menghilang entah kemana.

__ADS_1


"Cepat cari Monica, sampai ketemu!" Perintah Mars, pada anak buahnya.


Setelah melihat anak buahnya pergi, Mars yang sangat marah. Langsung menatap pada kedua calon mertuanya dengan tajam. "Di mana Monica?" Bentak Mars.


"Ka-kami tidak tahu." Nyonya Veronica dan tuan Ferdy, mulai merasa ketakutan. "Tadi saat kami ke kamar kalian, mom masih melihat Monica. Dan kami benar-benar tidak tahu, saat ini Monica ada di mana." Jawab Nyonya Veronica. Ia juga merasa terkejut, saat mengetahui putrinya tidak ada di dalam kamar presidential suite yang sudah disiapkan sebagai kamar pengantin Mars dan Monica.


"Bagaimana bisa kalian tidak tahu?" Bentak Mars, dengan amarah yang membara dihatinya. Melempar semua yang ada di atas meja, dengan sekali tarikan. Bagaimana bisa kekasih hatinya itu, meninggalkan dirinya di hari pernikahan mereka.


Hening tidak ada yang berani menjawab, Nyonya Veronica dan tuan Ferdy hanya bisa menundukkan kepalanya. Di ruangan tersebut kini hanya ada Mars, Dad Aiden, Nyonya Veronica, dan juga tuan Nando. Sementara keluarga yang lainnya, sudah berada di ballroom. Karena acara pernikahan sebentar lagi akan di mulai.


"Ada apa ini?" Dila yang masuk kedalam ruangan bersama dengan Tom, merasa bingung melihat keadaan ruangan tersebut yang berantakan. "Sayang, bisa kau jelaskan?" tanya Dila, pada suaminya.


"Monica tidak ada di kamarnya." Jawab Aiden, dengan ekspresi datarnya.

__ADS_1


"What?" tanya Dila, dengan wajah yang terkejut. "Tapi bagaimana bisa? Kenapa?" Dila menatap intens suaminya.


__ADS_2