Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 109


__ADS_3

Apartemen Casa Grade.


Venus menatap tajam pada pria yang duduk dihadapannya, Ia tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan pria yang menyebalkan seperti tuan Aries. Pria yang secara tidak sengaja bertemu dengannya di bandara, satu pesawat juga, dan yang lebih sialnya lagi Tuan Aries adalah rekan bisnisnya saat ia berada di Singapura.


"Eh tunggu dulu! Kenapa Tuan Aries bisa berada di sini? Ada hubungan apa antara Kejora dengan tuan Aries?" Gumam Venus dalam hati, menatap pada Kejora dan Aries dengan tatapan menyelidik.


Sementara itu Aries yang duduk di samping Kejora, juga menatap tajam pada Nona Venus. Ia masih ingat dengan jelas wanita yang ada di depannya, adalah wanita cerewet dan galak yang pernah ia temui sepanjang hidupnya. Pertemuan dirinya dengan Venus di bandara, ditambah menjadi rekan bisnisnya selama di Singapura, membawa kenangan terburuk bagi seorang Aries.


"Kenapa wanita ini ada di sini? Ada hubungan apa dia dengan Kejora?" semua pertanyaan itu bermuculan di otaknya. Ia lalu menelisik Venus dari atas sampai bawah, dan merasa Venus begitu mirip dengan seseorang yang ia kenal namun berbeda versi.


Ehem


Kejora berdeham dengan keras, memecah suasana yang terasa canggung diantara mereka. Apalagi saat ini ia melihat Venus, tengah menatap dirinya dan kak Aries dengan tatapan menyelidik.


"Kak Aries, bagaimana bisa kakak ada di sini?" tanya Kejora, membuka obrolan lebih dulu diantara mereka.


"Tentu saja biasa! Aku kemari mengendari mobil, dengan waktu tempuh sekitar lima belas menit." Jawab Aries dengan senyum manis dibibirnya.


"Ck, bukan itu maksudku. Aku bertanya bagaimana bisa kakak tahu apartemenku?" Gerutu Kejora dengan mencebikkan bibirnya


Aries sontak tertawa saat melihat bibir Kejora yang mengerucut.

__ADS_1


"Jelas saja aku tahu, bukankah anak buah ku pernah mengantarmu pulang?" Jawab Aries dengan berbohong, karena sebenarnya ia sudah lama tahu di mana tempat tinggal Kejora.


"Oh..." Kejora menganggukkan kepalanya.


"Kejora, bisa kita berbicara empat mata?" tanya Aries, sambil menatap kearah Nona Venus. Ia merasa tidak nyaman berbicara dengan Kejora, diiringi dengan tatapan tajam dari Venus.


"Aku..."


"Tidak bisa! Kalau Anda ingin berbicara dengan kakak ipar ku, ya bicaralah di sini!" Sentak Venus.


"Kakak ipar?" Aries yang terkejut, sampai melebarkan kedua matanya. "Jadi kau itu adik Mars?" Aries kembali menelisik wajah Venus. "Sial! Pantas saja selama ini aku merasa dia mirip sekali dengan seseorang. Ternyata dia itu adik si manusia planet." Gumam Aries.


"Ya, aku adiknya. Memangnya kenapa?" ketus Venus.


"Apa kau bilang?" Venus yang tidak terima di katakan menyebalkan dan mengesalkan, langsung berdiri dari duduknya dengan tangan yang berkacak pinggang. "Coba katakan sekali lagi!"


"Kau itu-"


"Sudah cukup!" pekik Kejora, yang merasa pusing melihat Venus dan Kak Aries yang seperti anjing dan kucing.


Mendengar pekikan Kejora, sontak membuat Venus dan Aries terdiam.

__ADS_1


"Kalian ini kenapa?" Kejora menatap Venus dan Kak Aries secara bergantian. "Dan Ve, aku mohon duduklah!" Kejora menarik tangan adik iparnya agar duduk kembali.


Suasana di ruang tamu akhirnya kembali hening, karena tidak ada satu orang pun yang berbicara.


"Kak Aries, jika kau ingin berbicara. Bicaralah di sini di depan Venus! Karena aku tidak ingin ada kesalahpahaman, kalau kita hanya berbicara empat mata." Ucap Kejora.


Aries menatap Kejora dan Nona Venus, lalu menghela napasnya dengan berat. "Kejora, aku kemari karena aku ingin melihat langsung keadaanmu. Kau tahu? Selama satu bulan lebih aku mencarimu, dan betapa bahagianya aku saat mendengar kau sudah ditemukan." Aries reflek menggenggam tangan Kejora.


"Ish, tolong tangannya dikondisikan!" sindir Venus.


Mendengar sindiran Venus, Aries tampak tidak peduli. Namun Kejora yang merasa tidak enak hati, langsung melepaskan tangannya dari genggaman Kak Aries.


"Terima kasih kak, kau sudah mengkhawatirkan aku." Ucap Kejora dengan senyum dibibirnya.


Aries menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap Kejora. Sementara itu Venus yang melihat tuan Aries dan Kejora saling tersenyum, merasa harus mengambil sikap.


"Tuan Aries, apa masih ada yang ingin anda bicarakan? Kalau tidak ada silahkan anda pergi! Karena Kejora dan Baby yang ada di kandungannya harus beristirahat."


"Baby?" Aries menautkan kedua alis matanya. "Apa kau sedang hamil?" tanya Aries, dengan wajah yang terkejut.


"Iya kak, aku sedang hamil." Kejora mengelus perutnya yang masih datar.

__ADS_1


"Hamil, baby..." lirih Aries dengan wajah yang sendu.


Dan di saat Aries masih terkejut, dan sedikit merasa bersedih dengan berita kehamilan Kejora. Tiba-tiba dari arah pintu masuk Mars datang bersama dengan Tom, dan langsung menarik kerah kemeja miliknya.


__ADS_2