Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 48


__ADS_3

"Kebetulan sekali kita bertemu di sini." Ucap Gideon. "Anda bersama siapa?" Gideon menatap wanita yang terlihat menundukkan kepalanya.


"Dia --- "


"Kejora ...." Panggil Gideon. Saat menyadari wanita yang berdiri di samping tuan Mars, adalah orang yang dikenalnya.


Kejora yang merasa disapa, langsung menatap sosok yang berdiri dihadapan.


"Tuan Gideon." Gumam Kejora, dengan wajah yang terkejut.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini." Gideon menatap intens pada Kejora. "Om, ingin memberitahumu --- "


"Ehem .... " Mars berdeham dengan keras. "Maaf memotong pembicaraan kalian." Ucap Mars, menatap tuan Gideon lalu beralih menatap Kejora. "Apa kalian saling kenal?" tanya Mars.


Kejora langsung tertawa cekikikan. "Tuan Mars, tentu saja aku mengenal Pak Gideon. Karena dulu aku bekerja dengannya, sebelum bekerja dengan anda." Seloroh Kejora.


Mars merasa kesal, saat mendengar Kejora menertawakannya. "Kau ...." Mars mencubit pipi Kejora dengan gemas. "Aku tahu dia mantan atasanmu. Maksud aku selain itu!"


Kejora mendengus kesal, sambil mengelus pipinya. "Di jawab salah, tidak di jawab juga salah." Gerutu Kejora dalam hati.


Gideon melihat interaksi antara tuan Mars dan Kejora, sedikit mengerutkan keningnya.


"Anda dan Kejora saling kenal? Maksud aku -- " Gideon bingung, ingin menanyakan ada hubungan apa antar tuan Mars dengan Kejora.

__ADS_1


"Dia -- " perkataan Mars terhenti, saat Kejora lagi-lagi memotong pembicaraan mereka.


"Pak Gideon ini bagaimana? Tentu saja kami saling kenal, karena tuan Mars atasan baru di perusahaan Megatech." Seloroh Kejora, sambil tertawa kembali.


"Kau bisa diam tidak!" Bisik Mars, dengan sedikit membentak


Kejora reflek menganggukkan kepalanya.


"Oh .... " Gideon tersenyum kembali menatap Kejora. Karena tidak menyangka akan bertemu Kejora di mall ini. Padahal sebelumnya ia sudah mencari Kejora, di perusahaan Megatech dan ditempat kos. Tapi tidak ada dan tidak ketemu. "Oh ya, kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?" tanya Gideon.


"Itu ..., ponsel aku sudah dijual." Jawab Kejora, dengan suara yang sangat kecil. Ia sudah menjual ponselnya, satu hari sebelum hari pernikahan Mars. Karena dirinya sudah tidak memegang uang sama sekali.


Gideon dan Mars langsung terdiam.


Sementara itu Gideon, semakin merasa bersalah. Karena dulu dirinya tidak pernah membantu Kejora, dan hanya menempatkan Kejora di bagian office girl.


"Tuan Mars, boleh aku berbicara dengan Kejora?" Pinta Gideon.


"Maaf, tidak bisa. Karena kami harus segera pergi." Ucap Mars.


Gideon menghela napasnya, lalu menatap Kejora. "Kalau begitu tunggu sebentar!" Pinta Gideon. Ia segera menyuruh asisten pribadinya untuk membeli sesuatu.


Sepuluh menit kemudian.

__ADS_1


"Maaf, tuan Gideon. Kami tidak bisa menunggu lagi! Karena ada yang harus aku kerjakan." Mars menatap jam dipergelangan tangannya.


"Tunggu sebentar lagi." Pinta Gideon, lalu menatap asisten pribadinya yang baru datang.


"Ini ....!" Gideon memberikan sebuah paper bag pada Kejora.


"Apa ini, Pak?" Kejora mengambil paper bag tersebut.


"Itu ponsel, dan sudah ada kartu di dalamnya." Jawab Gideon.


Mars menautkan kedua alis matanya, dengan wajah yang bingung. Karena merasa terkejut, melihat tuan Gideon yang dengan mudahnya membeli ponsel untuk Kejora. Untuk seseorang yang nota bene, hanya seorang office girl di perusahaan Megatech.


"Tiga hari lagi, Aries pulang ...." Gideon memberitahu Kejora.


Kejora sangat terkejut, saat mendengar kabar Aries akan pulang ke Indonesia. Sementara Mars, semakin merasa bingung. Karena mendengar nama Aries, nama yang tidak asing baginya.


"Tapi, Pak ...."


"Nanti akan aku jelaskan padamu." Gideon menatap tuan Mars, dengan perasaan tidak enak. Karena sudah mengganggu acara tuan Mars.


Mars berdeham kembali, lalu menatap Gideon dengan dingin. "Kami harus pergi!" Dan tanpa menunggu jawaban dari tuan Gideon. Mars sudah membawa Kejora dari tempat tersebut.


Gideon hanya bisa menatap punggung Kejora, dengan menghela napasnya. Ia merasa sangat menyesal, telah menghalangi hubungan antara putranya dengan Kejora. Hanya karena keluarga Kejora sudah bangkrut. Dan ia sudah menerima hukumannya, disaat perusahaan yang ia miliki sudah diambil alih orang lain.

__ADS_1


Nb : Mom mohon maaf, kalau akhir² ini mom sering bolong up nya🙏 Karena mom lagi sibuk revisi novel yang mau dicetak, karena sudah satu bulan enggak kelar² 😂😂. Jadi mom minta pengertiannya pada seluruh Mommy² dan teteh² cantik semuanya🙏🥰


__ADS_2