Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 80


__ADS_3

Perusahaan Megatech.


Mars yang sudah berada di ruang kerjanya, setelah seharian ini berada di luar kantor untuk bertemu dengan para kolega bisnisnya. Saat ini sedang menatap tajam pada laptop yang ada di depan matanya. Aura dingin begitu terasa di ruangan tersebut, dan semakin terasa menyeramkan saat Mars menemukan apa yang dicarinya.


"I got you." Gumam Mars, dengan seringai licik di bibirnya. Ia lalu menghubungi anak buahnya, untuk membereskan seseorang yang sudah membuat Katie menangis.


Setelah menutup teleponnya, Mars lalu menyandarkan tubuhnya di kursi kerja sambil menatap langit-langit ruangannya. Ia mengingat kembali kejadian kemarin malam, saat Katie menangis sambil memeluk dirinya. Mars tidak pernah melihat seorang Katie, begitu rapuh dan hancur seperti itu. Bahkan tadi pagi saja, Katie terlihat tersenyum dan seolah-olah tidak terjadi apa pun padanya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan, orang yang sudah menyakiti Katie." Geram Mars, dengan kedua tangan yang terkepal.


"Tuan, apa ada masalah?" tanya Tom, yang baru saja masuk kedalam ruang kerja tuan Mars. Karena melihat wajah tuannya, yang terlihat dingin dan menyeramkan.


"Tidak ada," jawab Mars singkat.


Tom menelisik wajah tuannya, sambil berpikir dengan apa yang tadi didengarnya. Karena jika ia tidak salah dengar, tuan Mars menyebut nama Katie.


"Tom, bagaimana keadaan Monica dan Nyonya Veronica?" tanya Mars.

__ADS_1


"Mereka sudah di usir dari apartemen, sesuai dengan perintah tuan. Dan dari kabar anak buah yang ada di lapangan, mereka saat ini mengontrak di sebuah rumah yang sederhana." Tom menjelaskan secara rinci.


"Bagus!" Ucap Mars, sambil tersenyum. "Ingat Tom, terus awasi pergerakan mereka! Aku tidak ingin mereka berbuat macam-macam terhadap Kejora." Perintah Mars dengan tegas. Lalu ia teringat sesuatu, setelah mengucapkan nama Kejora. Nama yang sudah membuat moodnya menjadi buruk, karena melihat Kejora tidak mengenakan cincin pernikahan darinya.


"Baik, tuan." Sahut Tom, sambil menyerahkan berkas yang tadi dibawanya untuk ditandatangani oleh tuan Mars.


Namun Mars hanya diam saja, tidak mempedulikan berkas-berkas tersebut. ia dengan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Kejora.


"Sial!" Umpat Mars, saat sadar jika Kejora tidak mempunyai ponsel. "Tom, kau ambil ponsel keluaran terbaru sekarang juga!"


"Sekarang, tuan?" Tanya Tom, dengan bingung.


"Ba-baik, tuan." Tom lalu bergegas pergi, untuk mengambil ponsel keluaran terbaru dari pabrik Megatech.


Sementara itu Mars yang masih berada diruangannya, langsung menghubungi nomer telepon apartemennya. Dan tidak perlu menunggu lama, telepon itu sudah diangkat oleh seseorang diseberang sana.


"Halo, disini Kejora. Di sana siapa?" tanya Kejora.

__ADS_1


Mars langsung tersenyum, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Kejora. Istrinya itu selalu saja punya ciri khas, saat menjawab panggilan telepon.


"Aku Mars."


Kejora langsung terdiam, saat mengetahui yang menelepon adalah suaminya.


"Kenapa kau diam?" Mars kembali berkata, karena tidak mendengar suara Kejora.


"Aku ..." Kejora gugup dan bingung ingin berkata apa. Karena sebenarnya sejak tadi Kejora ingin menghubungi Mars, untuk menceritakan apa yang terjadi di apartemen.


"Ada apa?" tanya Mars, saat mendengar suara Kejora yang berubah panik.


"Itu, anu ..."


"Ada apa, Kejora? Apa kau baik-baik saja?" tanya Mars, yang mulai merasa khawatir pada Istrinya.


"Aku baik-baik saja, tapi kak Katie ...." Belum sempat Kejora menerangkan apa yang terjadi pada kakak tiri Mars. Namun bunyi telepon yang terdengar tut ... tut, membuat wajah Kejora menjadi bingung. "Halo ... halo ...." Kejora menghela napasnya, saat tahu sambungan telepon itu sudah terputus.

__ADS_1


"Aku kan belum mengatakan, keadaan Kak Katie? Tapi kenapa Mars langsung menutup ponselnya?" Gumam Kejora, sambil berjalan bolak-balik di depan kamarnya.


Tadi pagi setelah Mars berangkat kerja, kak Katie meminta ijin untuk tidur di kamar miliknya. Namun sejak kak Katie masuk ke dalam kamar itu, sampai detik ini tidak juga keluar. Tadi Kejora sempat mengetuk pintu kamar, untuk mengajak kak Katie makan siang. Tapi tidak ada sahutan sama sekali dari wanita itu, membuat perasaan Kejora menjadi tidak enak.


__ADS_2