
Flash back off.
"Ya ampun sayang! Jadi kau melakukannya dengan pria itu, hanya karena ingin tahu bagaimana rasanya bercinta? Tanpa paksaan dan juga tanpa rasa cinta diantara kalian?" Dila menggelengkan kepalanya, dengan wajah yang tak percaya setelah mendengar perkataan putrinya.
Venus hanya diam sambil menundukkan kepalanya, ia tidak membantah semua itu. Namun jauh di lubuk hatinya tanpa ia sadari, atau mungkin sudah ia sadari nama Aries sudah tertanam di hatinya.
"Sekarang katakan pada Mom siapa pria itu?" pinta Dila.
"Tidak mom, aku tidak akan mengatakannya karena aku tidak ingin meminta pertanggung jawaban darinya." Jawab Venus. "Dia tidak bersalah karena tidak memaksa aku, dan kami melakukannya karena sama-sama menginginkannya."
Dila menghela napasnya dengan kasar, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran putrinya itu. "Tapi sayang anak yang ada di dalam kandunganmu butuh sosok Daddy nya."
__ADS_1
"Tidak mom! Anak ini tidak butuh sosok seorang Daddy, karena aku sanggup untuk melahirkan dan membesarkannya sendirian." Venus mengusap perutnya yang masih datar.
"Tapi sayang—"
"Mom jika Mommy dan Daddy merasa malu mempunyai anak yang hamil tanpa suami, aku akan pergi jauh dari keluarga Graham agar kalian tidak perlu menanggung malu karena diriku." Venus mulai menangis tersedu-sedu.
"Sayang ...." Dila memeluk putrinya dengan erat dan membelai rambut panjangnya. "Kami tidak pernah malu mempunyai putri seperti mu, tapi baby ini —"
"Tapi Ve, kalau pun mom setuju dengan keinginanmu. Bagaimana dengan Dad Aiden dan Mars? Mereka tidak akan tinggal diam! Dan pasti akan mencari pria itu sampai ketemu." Ucap Dila dengan frustasi.
"Aku tahu itu Mom, itu sebabnya aku minta pada Mommy untuk membantu aku agar Mars Dan Daddy tidak mencarinya." Pinta Venus.
__ADS_1
"Tapi sayang." Dila yang bingung sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
"Mom ...." Venus mengusap air matanya dengan bibir yang bergetar menahan isak tangisnya. "Aku Venus Graham sejak kecil selalu menuruti semua keinginan kalian, bahkan aku mengorbankan masa remaja aku untuk mewujudkan keinginan daddy dan mommy. Di saat teman-teman seusia aku masih bersenang-senang dan bermain-main, aku justru menghabiskan waktu ku tanpa kenal lelah mempelajari semua bisnis keluarga Graham siang dan malam. Aku Venus Graham tidak pernah sedikitpun mengeluh dan menolak saat kalian memerintahkan aku untuk memimpin Perusahaan Genereeg, tanpa pernah menanyakan apa yang menjadi keinginan aku dan apa yang menjadi cita-cita ku. Semua yang aku lakukan untuk kalian tulus tanpa meminta apa pun sebagai ganti nya." Venus menekan dadanya yang terasa sesak saat mengingat semua itu, di mana ia yang sebenernya bercinta-cita ingin menjadi seorang perancang busana harus mengubur cinta-cintanya itu demi kebahagian Dad Aiden dan Mars.
"Aku tahu apa yang aku lakukan sangatlah salah dan berdosa, dan aku sungguh sangat menyesalinya. Tapi aku mohon pada kalian untuk sekali ini saja, mengabulkan keinginan aku untuk melahirkan anak ini dan membesarkannya sendirian. Jangan pernah bertanya dan mencari tahu siapa pria itu! Apakah bisa mom?" tanya Venus dengan isak tangis yang semakin keras, dengan kepala yang tertunduk.
"Venus putriku...." Dila langsung memeluk tubuh putrinya dengan bahu yang bergetar hebat, ia seakan-akan ditarik kembali ke masa lalu, dimana Dila melihat seorang Venus remaja yang selalu menuruti semua keinginan Aiden dan dirinya tanpa kata penolakan sedikitpun.
"Apa bisa mom?" Venus kembali bertanya ditengah kesedihan yang menyelimuti hatinya.
"Tentu sayang, mom janji keinginanmu kali ini akan terwujud. Dan mom minta maaf karena selama ini sudah mengabaikan apa yang kau inginkan sayang." Dila mengusap wajah cantik putrinya yang tengah menangis.
__ADS_1
Venus hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu mereka kembali berpelukan dengan erat. Dan tanpa Dila dan Venus sadari dua orang yang sejak tadi ingin masuk ke dalam ruang rawat, mendengar semua percakapan mereka dengan perasaan hati yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.