Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 82


__ADS_3

Kejora yang masih menangis sesenggukan, lebih memilih untuk berjalan dan duduk di salah satu kursi taman yang ada di rumah sakit tersebut. Kejora tidak mau menyusul Mars yang sedang mendampingi kakak tirinya, karena takut dimarahi lagi oleh Mars. Dan di saat Kejora sedang termenung, sebuah suara dari arah belakang membuatnya terkejut.


"Nyonya, apa anda baik-baik saja?"


Kejora menengok kebelakang, dan semakin terkejut saat tahu siapa yang memanggil dirinya.


"Tom ...." Dengan segera Kejora mengusap air matanya, lalu tersenyum tipis. "Kenapa kau ada di sini?" tanya Kejora, tanpa menjawab pertanyaan Tom.


"Aku-aku kebetulan lewat, dan tidak sengaja melihat anda." Jawab Tom, dengan berbohong. Karena sebenarnya, ia memang sengaja mengikuti Nyonya Kejora ke taman ini.


Tom lalu mengingat kembali saat dirinya melihat tuan Mars, yang keluar dari ruangan kerja dengan terburu-buru. Karena merasa khawatir, Tom pun mengikuti tuan Mars. Hingga akhirnya ia sampai di rumah sakit internasional, dan melihat semua yang terjadi antara Nyonya Kejora dengan tuan Mars. "Apa anda baik-baik saja?" Tom kembali menanyakan kondisi istri tuannya.


"Aku ...."

__ADS_1


Kejora menggelengkan kepalanya, saat lagi-lagi air matanya jatuh begitu saja tanpa bisa ditahan olehnya.


Tom dengan segera memberikan tisu, saat melihat Nyonya Kejora menangis. Ia menghela napasnya, saat mengingat kembali. Bagaimana Tuan Mars, memarahi nyonya Kejora saat di depan ruangan IGD tadi. Tom juga tadi sempat mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada Nona Katie dan kenapa kakak tiri tuan Mars itu ada di Indonesia.


Sementara itu Kejora yang masih menangis, langsung mengusap air matanya saat teringat sesuatu. Ia lalu memberanikan diri menatap Tom, sahabat sekaligus orang kepercayaan Mars. Kejora yakin, hanya Tom yang bisa menjawab semua pertanyaan yang menggangu hati dan pikirannya saat ini.


"Tom, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Kejora.


"Ya, tentu saja." Tom memberanikan diri membalas tatapan Nyonya Kejora.


"Deg ... "


Tom langsung terdiam. Karena pertanyaan ini lah, yang ia takutkan dari sekian banyak pertanyaan yang akan keluar dari bibir Nyonya Kejora.

__ADS_1


"Kenapa anda bertanya seperti itu? Bukankah anda tahu, kalau mereka itu saudara tiri." Jawab Tom, yang lagi-lagi harus berbohong pada wanita yang duduk disampingnya.


Kejora menatap intens wajah Tom, lalu tersenyum tipis.


"Kau berbohong, dan itu semua sudah menjadi jawaban atas pertanyaan aku. Kalau ada sesuatu yang istimewa diantara mereka, dan sesuatu yang istimewa itu adalah cinta." Kejora berkata, dan tanpa sadar kembali meneteskan air matanya.


"Tidak Nyonya, anda salah paham." Tom yang bingung, sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Salah paham bagaimana? Aku melihat dengan jelas, bagaimana tatapan mata mereka berdua. Apalagi tatapan mata Mars." Ucap Kejora, di sela tangisnya.


"Tidak nyonya, bukan seperti itu." Tom menghela napasnya, lalu menceritakan semuanya dari awal sampai akhir yang ia ketahui tentang Tuan Mars dan Nona Katie dari Venus.


Bahwa tuan Mars itu sangat terobsesi pada Nona Katie, dan tergila-gila pada kecantikan kakak tirinya itu. Mungkin karena dari kecil, hanya Nona Katie sosok lawan jenis yang dekat dengan tuan Mars. Hingga membuat tuannya itu, memendam obsesi untuk memiliki wanita itu. Dan karena tidak bisa memiliki wanita pujaannya, Tuan Mars bahkan memilih Monica sebagai kekasihnya hanya karena Monica memiliki warna mata yang sama dengan Nona Katie. Sedangkan untuk perasaan Nona Katie, dari dulu wanita itu hanya menganggap Mars sebagai adiknya.

__ADS_1


Kejora hanya diam mendengarkan penjelasan dari Tom. Namun jauh di lubuk hatinya, semua yang dikatakan oleh Tom tidak sesuai dengan apa yang dilihatnya. Karena ia dapat melihat dengan jelas, bagaimana cara Katie menatap Mars. Dan sebagai wanita, ia tahu jika wanita itu memiliki perasaan pada Mars. Sedangkan untuk Mars, ia bisa melihat dengan jelas bagaimana besarnya rasa perhatian dan kekhawatiran suaminya itu pada sosok Katie.


__ADS_2