Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 148 Season 3


__ADS_3

Tap ... tap.


Mars berjalan mondar-mandir di dalam ruang rawat adiknya, dengan raut wajah yang terlihat tegang dan aura yang sangat mencekam. Setelah mendapatkan kabar dari Eva asisten pribadi Venus, yang memberitahu jika adiknya pingsan. Dengan segera Mars dan Kejora pergi ke Perusahaan Genereeg untuk mengetahui keadaan Venus, karena Mom Dila dan Dad Aiden masih berada di Lombok.


Setelah sampai di ruang istirahat milik Venus, ia melihat adiknya sudah selesai di periksa oleh dokter pribadi keluarga Graham. Dan ketika ia mengobrol berdua bersama dengan dokter Billy untuk menanyakan keadaan Venus, disitulah Mars mendapatkan kabar yang sangat mencengangkan tentang keadaan adiknya.


Betapa marahnya Mars saat mengetahui Venus pingsan karena apa, namun semua itu ia tahan mengingat mereka masih berada di Perusahaan Genereeg dan mengingat keadaan adiknya yang harus segera di bawa ke Rumah Sakit karena kondisinya yang sangat lemah.


"Sayang bisa tidak kau itu duduk diam! Aku pusing melihatmu berjalan mondar-mandiri seperti itu." Keluh Kejora yang tengah duduk di samping Venus, menjaga adik iparnya yang tengah tertidur.


"Sayang aku ini—"

__ADS_1


"Sst ...." Kejora menaruh jari telunjuk dibibirnya, saat mendengar suara suaminya yang keras menggelegar bagaikan petir yang menyambar. "Venus sedang beristirahat kau tidak kasihan padanya." Kejora menatap tajam pada suaminya.


"Ah ...." teriak Mars dengan suara tertahan sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Saat ini Mars benar-benar sangat marah dan hampir tidak bisa mengendalikan dirinya, kalau saja ia tidak mengingat kalau di ruangan ini ada Kejora yang tengah hamil, dan adiknya yang tengah beristirahat. Mungkin sudah sejak dari tadi Mars keluar dari ruangan itu, dan mencari seseorang yang sudah membuat keadaan adiknya seperti ini.


Mars sendiri sudah menghubungi Tom, untuk mencari tahu siapa orang yang berani merusak adiknya, karena hanya ada dua orang yang dekat dengan Venus yaitu Tom dan Eva. Namun ponsel Tom sejak tadi tidak aktif hingga membuat kemarahan Mars semakin menjadi-jadi.


"Kapan Dad Aiden dan Mom Dila sampai?" tanya Kejora mencoba mencairkan suasana yang tegang, karena Kejora tahu saat ini Mars sedang sangat marah. Dan Kejora memaklumi kemarahan Mars, karena ia pun sangat marah saat tahu Venus saat ini tengah berbadan dua sama seperti dirinya.


"Mars apa yang akan terjadi jika mereka tahu—" Kejora tidak berani meneruskan perkataannya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu." Mars duduk di atas sofa sambil terus mencoba menghubungi Tom, namun karena ponselnya masih tidak aktif, akhirnya Mars pun menghubungi anggota tim Delta untuk mencari keberadaan Tom. Karena hanya tinggal Tom satu-satunya orang yang mungkin saja bisa membantu dirinya, untuk mencari tahu siapa pria bajingan itu. Karena asisten pribadi Venus sudah memberikan informasi yang diketahuinya, walaupun informasi itu sama sekali tidak membantu Mars.


Empat puluh lima menit kemudian Dila dan Aiden pun sampai di ruang rawat putrinya, dan setelah menengok keadaan Venus yang sudah terbangun dari tidurnya. Mereka segera keluar dari ruangan bersama dengan Mars, karena ada hal penting yang ingin di katakan putranya tentang keadaan Venus.


"What? Kau jangan bercanda Mars? Mana mungkin adikmu sedang—" Dila tidak bisa meneruskan perkataannya, karena ia terlalu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh putranya. "Kau tahu sendiri adikmu itu tidak pernah dekat dengan pria manapun jadi tidak mungkin ...." Dila menggelengkan kepalanya dengan raut wajah tak percaya.


Sedangkan Aiden hanya diam dengan raut wajah yang datar, dan rahang yang mengetat keras menahan amarah.


"Mom bisa tanya pada Dokter Billy jika tidak percaya dengan apa yang aku katakan." Sahut Mars.


"Ta-tapi Mars—" kaki Dila terasa sangat lemas dan hampir terjatuh, jika saja Aiden tidak menahan tubuhnya.

__ADS_1


"Mom aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya, karena sekarang aku harus pergi untuk mencari tahu siapa bajingan itu!" Mars segera melangkahkan kakinya.


"Tunggu Mars! Dad ikut." Aiden segera berjalan menyusul putranya, karena ia tidak akan tinggal diam dan membiarkan bajingan itu lolos darinya.


__ADS_2