
Kejora yang merasa lelah berjalan, langsung menghentikan langkah kakinya. Ia menengok ke kanan dan ke kiri, sambil menatap sekitarnya.
"Aku di mana?" Gumam Kejora, sambil mengusap sisa air mata di pipinya.
Kejora yang merasa bingung, akhirnya memutuskan untuk duduk di salah satu kursi yang ada di samping kanannya. Ia menatap kearah jalanan, dengan pandangan mata yang kosong. Kejora mengingat kembali kehidupannya, yang selalu dirundung oleh kemalangan. Di mulai dari kematian ibunya , lalu Ayahnya yang menikah lagi dengan nenek sihir. Dan setelah semua kesedihannya itu, ia harus dihadapkan dengan situasi yang sulit. Karena ia harus menikah dengan pria yang tidak mencintai dirinya, dan begitu pun sebaliknya.
Dan saat ini, Kejora kembali merasakan kesedihan. Di mana ia mencintai pria yang saat ini menjadi suaminya. Namun sayangnya, cintanya itu bertepuk sebelah tangan.
"Aku harus bagaimana?" Lirih Kejora, sambil menatap keatas langit.
"Nona ...." Panggil seorang pria.
Kejora yang merasa di panggil, langsung menatap kearah sumber suara.
"Maaf, anda siapa?" tanya Kejora, menelisik dua pria yang berdiri dihadapannya. Jika dilihat dari cara berpakaiannya, Kejora menebak dua pria itu adalah pengawal pribadi seseorang.
"Anda tidak mengenal kami, tapi anda pasti mengenal Tuan Aries."
"Kak Aries?" Ucap Kejora, dengan wajah yang terkejut.
"Iya, Nona. Dan Tuan Aries, ingin berbicara dengan anda." Salah satu pria itu, menyerahkan ponsel pada Nona yang duduk didepannya.
Dengan ragu-ragu Kejora menerima ponsel tersebut, lalu diletakkan di telinganya.
__ADS_1
"Halo ...."
"Kejora, are you okay?" tanya Aries, dengan sangat cemas. Ia khawatir pada keadaan Kejora, karena laporan yang ia terima dari anak buahnya. Wanita itu keluar dari rumah sakit sambil menangis. Dan saat mendengar Kejora menangis, ingin rasanya Aries pulang ke Indonesia untuk menenangkan wanita yang sangat dicintainya itu.
"Aku .. aku baik-baik saja." Jawab Kejora. Dan tidak lama setelah itu, Kejora langsung bersin-bersin.
"Kejora, kau lupa? Kalau kau itu tidak bisa berbohong." Aries sampai menghela napasnya, saat mendengar Kejora bersin-bersin.
"Aku lupa, hacih .. hacih ... kak Aries ada di mana?" Kejora menengok ke kanan dan ke kiri, mencari sosok mantan kekasihnya itu.
"Aku ada di Singapore."
"Apa? Di Singapore? Tapi dua orang ini, kenapa ada di sini?" Kejora menatap dua orang yang sedang berdiri di depannya.
"Mereka aku tugaskan untuk menjagamu, karena aku tidak percaya pada si planet merah." Ucap Aries, dengan menggerutu. Selain alasan tidak percaya pada Mars, Aries juga punya alasan tersendiri kenapa ia mengirim anak buahnya untuk selalu mengikuti Kejora. Itu semua ia lakukan untuk menebus rasa bersalahnya, karena sudah menyia-nyiakan Kejora selama ini.
"Kejora, apa kau mau ikut denganku?" tanya Aries, dengan sungguh-sungguh. Walaupun ia sudah merelakan Kejora, namun jauh di lubuk hatinya ia masih berharap bisa bersatu dengan wanita yang sangat ia cintai.
"Ikut kemana? Jangan bilang menyusul kakak ke Singapore? Hacih ... hacih ..." Seloroh Kejora sambil tertawa.
"Tentu saja menyusul aku, apa kau tidak ingin jalan-jalan ke Luar negeri?" Rayu Aries.
Mata Kejora langsung berbinar-binar, saat mendapatkan tawaran jalan-jalan keluar negeri. Sudah lama sekali rasanya, ia tidak pergi ke luar negeri. Karena terakhir kalinya ia pergi, pada saat sang Ibu masih hidup.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kau mau ikut denganku?"
"Aku ... aku ingin ikut. Tapi bagaimana dengan Mars?"
Aries tertawa mendengar perkataan mantan kekasihnya. "Kejora .. Kejora ... kenapa kau masih memikirkan planet itu! Bukankah kau bersedih karena dia?"
Kejora langsung terdiam, dan hanya suara bersin-bersin yang keluar dari mulutnya.
"Tapi kak, dia suamiku. Aku tidak bisa meninggalkannya." Lirih Kejora.
Kini giliran Aries yang terdiam, ia sibuk memikirkan cara untuk membujuk Kejora.
"Kau tidak meninggalkannya, tapi kau pergi sebentar hanya untuk jalan-jalan. Dan jalan-jalan bukan tindakan yang salah bukan?"
Kejora tanpa sadar menganggukkan kepalanya, ia lupa jika sedang berbicara melalui ponsel. Jadi mana tahu Aries dengan jawabannya.
"Jadi bagaimana?" Tanya Aries, entah untuk yang keberapa kalinya.
"Baiklah, aku ikut."
"Yes .... " Gumam Aries dalam hati. "Kau ikutlah dengan anak buahku, mereka yang akan mengatur semuanya." Ucap Aries. "Sekarang berikan ponselnya pada mereka!"
Kejora yang mengerti, langsung memberikan ponsel tersebut pada salah satu pria yang ada didepannya. Dan setelah pria itu menutup ponselnya, Kejora berjalan mengikuti kedua orang tersebut menuju mobil.
__ADS_1
"Tunggu ....!"
Suara teriakan yang keras, membuat langkah Kejora yang hendak masuk kedalam mobil terhenti. Ia begitu terkejut, saat mengetahui siapa yang berteriak kearahnya.