Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 131 Season 2


__ADS_3

Dengan perlahan Tom membantu Venus berdiri dan berjalan menuju mobil mereka, ia tidak peduli dengan yang lainnya yang masih berada di tempat tersebut. Karena baginya keselamatan Venus adalah yang paling utama, dan ia ingin segera membawa Venus ke rumah sakit untuk diperiksa.


"Tunggu Tom! Aku ingin menunggu tuan Aries, tidak enak jika aku meninggalkannya begitu saja." Venus menatap kearah tuan Aries yang tampak berjalan ke arahnya.


"Aku lihat keadaan anda baik-baik saja." Ucap Aries setelah berhenti di depan Venus, ia menatap wanita itu dari atas sampai bawah.


"Ya, aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?" ketus Venus dengan sedikit emosi, karena melihat sikap tuan Aries yang tidak menunjukkan rasa empati sedikit pun pada keadaannya yang merupakan rekan bisnisnya.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku tadi sempat berpikir kalau kau itu akan pingsan, jadi aku punya kesempatan untuk menggendong tubuh sexy mu itu." Goda Aries sambil mengerlingkan satu matanya.


"Kau-"


"Tuan Aries jaga perkataan anda!" Geram Tom memotong perkataan Venus.


"Ah Tom, aku lupa kalau kau ada di sini!" Aries menepuk bahu orang kepercayaan Mars. "Nona Venus kau itu beruntung sekali memiliki kekasih yang hebat seperti Tom, yang selalu menjaga anda di setiap waktu." Ucap Aries lalu berjalan menuju mobilnya bersama dengan Mark.


Tom langsung terdiam setelah mendengar perkataan Tuan Aries, sementara Venus menatap tajam pada punggung pria menyebalkan itu, lalu tatapan matanya beralih pada jas yang dikenakan Tuan Aries yang terlihat kotor.


"Perasaan saat kami tiba di sini pakaiannya bersih, tapi kenapa sekarang jadi kotor seperti itu?"


Venus yang merasa bingung, segera masuk ke dalam mobil bersama dengan Tom. Ia ingin segera sampai di hotel untuk beristirahat, walau pun Tom sempat memaksanya untuk kerumah sakit.

__ADS_1


Sementara itu di dalam mobil yang lainnya, tampak Aries membuka setelan jasnya lalu menekan bahunya yang sakit.


"Apa perlu kita ke rumah sakit, tuan?" tanya Mark.


"Tidak perlu!" jawab Aries lalu berusaha menggerakkan bahunya dan pergelangan tangannya.


"Tuan, tadi kenapa anda berkata seolah-olah Tom yang menyelamatkan Nona Venus? Padahal yang menyelamatkan Nona Venus-"


"Mark bukankah kemarin sudah aku katakan jangan banyak bertanya!" sentak Aries.


"Maaf tuan." Mark menundukkan kepalanya.


"Kau tahu Mark? Cinta itu ternyata begitu aneh!"


"Ma--"


"Kau diam dan cukup mendengarkan perkataan aku!" sela Aries.


Mark langsung terdiam lalu menatap pada Tuan Aries yang terlihat menyadarkan tubuhnya di kursi mobil.


"Awalnya aku berniat ingin mendekati Venus dan menjadikannya istriku, agar aku bisa menjaga dan berada di samping Kejora." Aries menghela napasnya. "Aku begitu bodoh bukan? Ingin mengorbankan wanita lain, untuk memastikan wanita yang aku cintai tetap bahagia dan aman."

__ADS_1


Mark masih terdiam tidak memberikan komentar apa pun pada perkataan Tuan Aries.


"Tapi ada sesuatu yang membuat hatiku tidak tega melakukan semua itu pada Venus, terlebih saat aku tahu dan melihat langsung ada seorang pria yang begitu mencintai Venus. Dan rasanya aku begitu jahat jika aku merebut Venus dari Tom, karena aku tahu sekali rasanya kehilangan wanita yang sangat dicintai itu begitu sakit." Aries tertawa getir saat mengingat keadaannya yang sudah tidak bisa memiliki Kejora. "Kenapa kau diam saja, Mark?" Aries menatap pada orang kepercayaannya.


"Tuan, bukankah anda yang melarang aku untuk berbicara?" Mark membalas tatapan tuannya dengan wajah yang sedikit kesal, tadi ia disuruh jangan berbicara tapi setelah dirinya diam, tuan Aries malah bertanya kenapa ia hanya diam saja.


"Hahaha aku lupa Mark." Aries tertawa terbahak-bahak.


"Tuan, tetaplah bersemangat! Aku yakin suatu saat nanti anda bisa mendapatkan wanita pengganti Nona Kejora." Ucap Mark dengan tulus.


Aries hanya menanggapi dengan sebuah senyuman tipis. "Besok adalah hari terakhir kita di Bali, dan aku ingin besok malam kita bersenang-senang Mark."


"Bersenang-senang? Jangan bilang anda ingin minum-minum? Dan menyewa wanita untuk one night stand?" Mark menaikkan satu alis matanya.


"Mark apa salahnya jika kita sedikit minum-minum? Dan untuk wanita kita lihat saja nanti." Seloroh Aries.


"Tapi tuan anda itu sangat payah dalam minum-minuman yang berakhol! Aku takut nanti-"


"Sudahlah Mark! Aku ini bukan anak kecil dan kau bukan istriku, jadi jangan banyak protes dan siapkan semuanya untuk acara besok malam!" perintah Aries.


"Baik tuan." Jawab Mark dengan ragu-ragu.

__ADS_1


__ADS_2