Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 132 Season 2


__ADS_3

Setelah sampai di dalam hotel, Venus langsung masuk ke dalam kamar di temani oleh Tom dan juga Eva. Tom yang masih khawatir dengan keadaan Venus, tetap duduk di samping wanita cantik itu tanpa mau beranjak sedikit pun dari tepi tempat tidur.


"Tom, keluar dan istirahatlah!" ucap Venus sambil bersandar di headboar tempat tidurnya.


"Tidak, aku akan tetap berada di sini sampai keadaanmu membaik." Sahut Tom, menatap wajah cantik Venus dengan sangat intens.


"Tom, harus berapa kali aku katakan kalau aku baik-baik saja." Venus menghela napasnya. "Aku justru khawatir dengan keadaanmu."


Tom diam dengan kening yang berkerut, ia tidak mengerti dengan perkataan Venus.


"Kenapa kau diam saja? Apa ada yang terasa sakit? Tanganmu! Apa tanganmu baik-baik saja?" Venus menarik tangan Tom lalu menelisiknya. "Apa ada yang terkilir?" tanya Venus lagi, karena ia tahu bagaimana tangan Tom melindungi tubuhnya yang jatuh dan terguling kebawah.


Tom yang masih tidak mengerti hanya menjawab dengan senyuman.


"Terima kasih Tom, karena kau sudah menyelamatkan aku." Ucap Venus dengan tulus.


Tom yang baru mengerti arah pembicaraan Venus, hanya bisa menelan saliva nya dengan susah. Ia merasa bingung apakah harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak pada Venus, Kalau yang menyelamatkannya adalah Tuan Aries bukan dirinya.


"Ve, sebenernya-" Tom kembali ragu untuk mengatakan yang sesungguhnya pada Venus.


"Sebenernya apa?" Venus menautkan kedua alis matanya.

__ADS_1


"Bukan apa-apa, lupakanlah!" Tom segera berdiri dari tepi tempat tidur. "Istirahatlah! Nanti malam aku ke sini untuk memastikan keadaanmu." Tom hendak keluar dari kamar Venus.


"Tom...!" panggil Venus.


Membuat Tom menghentikan langkahnya, lalu menengok kebelakang.


"Sekali lagi terima kasih sudah menyelamatkan aku, kau memang sahabat terbaikku." Ucap Venus tulus dari dalam hati.


Tom menjawab dengan senyuman tipis di bibirnya. "Istirahatlah, Ve!" dengan segera Tom keluar dari ruangan tersebut dengan wajah penuh kekecewaan, karena lagi-lagi Venus hanya menganggap dirinya sebagai seorang sahabat tidak lebih dan tidak kurang.


Sementara Venus yang menatap kepergian Tom, sempat merasa bingung dengan perubahan sikap sahabat baiknya itu.


"Berubah bagaimana Nona?" Eva balik bertanya pada Nona Venus.


"Entahlah." Venus mengangkat kedua bahunya. "Aku hanya merasa sikap Tom padaku akhir-akhir ini berbeda." Venus merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia merasa sangat lelah dan ingin segera beristirahat.


"Iya juga," Gumam Eva.


Dirinya memang tidak terlalu mengenal Tom, karena Eva jarang sekali bertemu dengan orang kepercayaan Tuan Mars Graham. Tapi sedikit banyaknya Eva dapat melihat perubahan sikap Tuan Tom pada Nona Venus.


"Oh iya Nona, sebenarnya aku ingin memberitahu pada anda kalau yang menyelamatkan Anda itu tuan Aries bukan Tom. Dan aku tidak tahu kenapa tuan Tom diam saja, dan tidak mengatakan yang sebenarnya pada anda." Ucap Eva.

__ADS_1


Hening tidak ada sahutan sama sekali dari Nona Venus.


"Nona.. apa anda mendengarku?" Eva menatap pada Nona Venus yang ternyata sudah tertidur. "Aku berbicara panjang lebar tapi Nona Venus justru sudah asik di alam mimpinya." Gerutu Eva lalu berjalan keluar dari kamar, ia juga ingin beristirahat di kamarnya. Karena seharian ini kegiatan mereka benar-benar mengurus pikiran dan juga tenaga.


...🍀🍀🍀...


Keesokkan harinya.


"Sedang apa kau di sini?" Aries melihat Tom yang berdiri di depan pintu kamarnya. "Kau pergilah! Aku sedang tidak bersemangat untuk berdebat." Ucap Aries karena Tom diam saja tidak menjawab pertanyaannya.


"Kenapa Anda tidak memberitahu Nona Venus kalau Andalah orang yang menyelamatkan dia?" tanya Tom to the point.


Aries tersenyum lalu mengangkat kedua bahunya. "Untuk apa? Aku rasa tidak penting bagi Venus mengetahui itu semua."


Tom menghela napasnya lalu menatap tajam pada Tuan Aries.


"Aku minta agar kau menjaga jarak dari Nona Venus! Jangan pernah menemuinya selain urusan pekerjaan!" ucap Tom dengan tegas.


"Ck, berani kau mengatur hidupku! Apa kau lupa sedang berhadapan dengan siapa?" gertak Aries dengan tatapan tajamnya.


Membuat Tom susah payah menelan salivanya, saat tersadar orang yang sedang di ajaknya berbicara adalah salah satu ketua Black Shadow, yang pernah membuat dirinya dan juga anak buahnya kalah telak sampai tidak bisa berkutik.

__ADS_1


__ADS_2