Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 111


__ADS_3

Argh


Venus berdecak dengan kesal saat mengingat dua hari lagi, ia ada pertemuan bisnis dengan tuan Aries di Hotel Ritz-Carlton. Sementara Tom yang mendengar Venus akan bertemu kembali dengan tuan Aries, mulai merasa tidak tenang dan cemas. Ia takut wanitanya itu bisa tertarik dengan tuan Aries, pria yang memiliki sejuta pesona yang diinginkan oleh para wanita yaitu tampan, kaya, dan pintar.


"Nona Venus, Tuan Tom, silahkan..." Pengawal pribadi tuan Mars mempersilahkan mereka untuk keluar dari apartemen.


"Ck, kak Mars itu keterlaluan. Bisa-bisanya dia mengusir adiknya sendiri!" Venus yang merasa kesal, hendak berjalan menuju kamar kakaknya. Ia ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh kakak dan kakak iparnya.


"Nona Venus!" Tom menahan langkah wanita cantik yang ada disampingnya. "Lebih baik kita keluar sekarang! Dan aku akan mengantarmu pulang."


"Tidak Tom! Aku tidak akan pulang sebelum melihat keadaan kakak ipar ku dulu, aku takut Mars bersikap kasar pada Kejora." Venus melangkahkan kakinya menuju kamar utama.


Dengan segera Tom menghadang langkah Venus. "Nona, Anda tidak perlu khawatir dengan keadaan nyonya Kejora, dia pasti baik-baik saja." Tom berusaha meyakinkan Nona Venus.


"Tidak Tom, aku tidak akan tenang sebelum melihat keadaan Kejora."


Tom menghela napasnya, saat melihat sikap Venus yang keras kepala. "Nona, apa Anda ingin melihat bagaimana proses Tuan Mars menengok baby yang ada di dalam perut Nyonya Kejora?" ucap Tom.

__ADS_1


Venus yang tidak mengerti perkataan Tom, langsung menautkan kedua alis matanya.


"Tom apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan."


Tom menggelengkan kepalanya, lalu berbisik untuk menjelaskan arti ucapannya.


"Tom, kita pulang sekarang!" ucap Venus dengan wajah yang memerah karena malu, setelah tahu arti kata menengok baby yang ada di dalam perut.


Tom yang melihat wajah Venus yang memerah seperti kepiting rebus, langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Seorang Venus Graham masih sama seperti dulu, dan tidak ada yang berubah sama sekali. Walaupun usia Venus semakin bertambah, tapi Venus tetaplah seorang Venus, wanita yang mandiri, berani, cerewet, galak, dan sangat polos dalam hal percintaan.


"Tom cepatlah!" Seru Venus, menarik tangan sahabatnya lalu berjalan keluar dari apartemen kakaknya.


...🍀🍀🍀...


Sementara itu di salah satu ruang kamar utama, tampak Mars yang sedang berbaring di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada.


"Yes baby... lebih cepat!" Gumam Mars dengan mata yang terpejam, menikmati apa yang sedang Kejora lakukan dibawah sana.

__ADS_1


Sementara Kejora tampak terlihat kesal, sambil terus menggerakkan tangannya ke atas dan ke bawah.


"Sayang lebih keras!" Mars membuka matanya, menatap wajah cantik Kejora yang terlihat memerah.


Kejora yang sudah tidak tahan lagi karena tangannya terasa keriting, langsung beranjak dari kaki suaminya.


"Hey, kau mau kemana?" Mars yang melihat Kejora hendak turun dari atas tempat tidur, dengan segera menarik tangan istrinya lalu memeluknya dengan erat.


"Mars lepaskan! Aku ingin keluar kamar." Kejora berusaha melepaskan dirinya, dari pelukan Mars.


"Kau tidak boleh keluar kamar! Sebelum menyelesaikan hukuman mu!" Mars mulai mengecup daun telinga Istrinya.


"Aku tidak mau! Kenapa aku yang dihukum dengan memijat kakimu? Seharusnya akulah yang marah dan menghukummu."Gerutu Kejora dengan bibir yang mengerucut.


Melihat bibir Kejora yang mengerucut, Mars pun langsung ******* bibir mungil itu dengan penuh gairah yang membara. Sudah satu minggu lamanya Mars bertahan untuk tidak menyentuh istrinya, dan itu sungguh membuatnya tersiksa. Jika dulu satu bulan lamanya Mars bisa bertahan tanpa sentuhan Kejora, karena ia tidak melihat langsung bagaimana tubuh istrinya. Tapi sudah satu minggu ini, Mars melihat bagaimana keindahan tubuh Kejora tapi tidak bisa menyentuhnya.


"Emm... Mars!" pekik Kejora saat ciuman mereka terhenti. "Kau jangan seperti ini, aku takut khilaf." Bisik Kejora dengan wajah yang memerah karena menahan malu.

__ADS_1


__ADS_2