Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 141 Season 2


__ADS_3

"Tuan Anda kenapa?" tanya Mark saat melihat tuan Aries yang sedari tadi terdiam.


"Aku tidak apa-apa." Sahut Aries lalu menatap pada jendela kaca mobil, entah mengapa bayang-bayang wajah Venus saat mengatakan tidak akan pernah butuh bantuannya terasa sangat tidak nyaman di hatinya.


"Tuan, Anda merasa tidak? Kalau Nona Venus hari ini sedikit berbeda?" tanya Mark yang masih bingung dengan sikap Nona Venus pada tuan Aries.


"Berbeda bagaimana?" pancing Aries karena ternyata bukan hanya dirinya yang merasakan perbedaan sikap Venus.


"Dia terlihat sangat dingin dan..., apa ya? Aku sendiri tidak bisa menjabarkannya! Tapi itu semua terjadi setelah Anda mengatakan kalau hari ini adalah pertemuan terakhir kalian." Jawab Mark.


Aries tampak berpikir setelah mendengar perkataan Mark.


"Apa mungkin Nona Venus itu jatuh cinta pada Anda, tuan? Dan tidak ingin berpisah dengan Anda." Ujar Mark dengan ekspresi wajah yang serius.


"Sembarangan!" Aries memukul kepala Mark menggunakan ponselnya.

__ADS_1


"Tuan, aku ini serius aku lihat-"


"Jangan banyak bicara! Lebih baik ambil berkas laporan kerjasama kita dengan Perusahaan Aurigin Technology!" perintah Aries.


Ia sengaja mengalihkan pembicaraan Mark yang tidak bermutu itu, dan memilih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, agar bisa menghilangkan bayang-bayang wajah Venus dari pikirannya.


Sementara itu di salah satu kamar VVIP, tampak Eva tengah kebingungan dan takut dengan sikap Nona Venus. Karena sejak mereka kembali dari lobby hotel dan masuk ke dalam kamar, Nona nya itu hanya diam saja berdiri di depan jendela.


Tok.. tok.


Namun senyum di wajah Eva seketika menghilang saat melihat wajah Tom yang terlihat sangat dingin. Dan tanpa banyak berkata Eva mempersilahkan Tom masuk ke dalam kamar.


"Nona Venus kita harus kembali ke Jakarta, karena tuan Mars sudah mengirimkan pesawat pribadi milik keluarga Arbeto untuk menjemput kita." Tom berkata dengan ekspresi datarnya.


Venus yang sedang menatap kearah jendela kamar, langsung membalik badannya dan menatap tajam pada Tom. Membuat situasi di kamar tersebut semakin dingin dan mencekam, disaat Tom membalas tatapan tajam dari Venus.

__ADS_1


"Semua pria di dunia ini sama saja!" ketus Venus lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar.


Tom menatap kepergian Venus dengan kening yang berkerut, ia merasa bingung dengan sikap dan kata-kata Venus yang terlihat sangat marah kepadanya. Padahal seharusnya Tom lah yang berhak marah, karena cintanya sudah ditolak oleh Venus.


"Tuan, apa Anda masih ingin terus berada di sini?" tanya Eva saat melihat Tom yang masih diam di tempatnya.


Tom yang tersadar dari lamunannya segera keluar dari dalam kamar, dan mereka bertiga pun segera masuk ke dalam mobil menuju tempat pesawat pribadi milik keluarga Arbeto.


Dan selama di perjalanan tersebut baik Tom dan Venus, saling diam tidak ada yang membuka suaranya. Mereka tengah sibuk dengan pikiran yang ada di benak mereka masing-masing.


"Bukankah itu...." Tom menatap ke jendela mobil, saat melihat wanita yang memakai kaos miliknya tengah dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil mewah.


"Itu siap?" tanya Eva ikut melihat kearah yang ditatap oleh Tom.


"Tidak, buka siapa-siapa." Jawab Tom lalu berdeham untuk menetralisir suasana di dalam mobil. Ia bertanya-tanya di dalam hatinya apa yang tengah terjadi pada wanita tersebut, tapi apa pun itu Tom berharap keadaan wanita itu baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2