Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 145 Season 3


__ADS_3

"Hei kau lupa pada kisah cintaku! Yang terobsesi pada satu wanita selama bertahun-tahun lamanya." Sela Mars.


"Wait! Aku lupa kalau sahabat aku ini begitu tergila-gila pada sosok Katie dan berulang-ulang kali mendapatkan penolakan dari Katie." Seloroh Tom dengan tawa yang mengejek.


"Kau..." Mars menggebrak meja hingga membuat beberapa pelanggan menatap kearah mereka.


"Mars kau jangan gila! Biar aku saja yang menjadi gila karena patah hati." Tom kembali tertawa.


"Ck...." Mars menghela napasnya dengan berat. "Apa kau sudah mendapatkan gambaran akan bekerja di mana setelah keluar dari perusahaan aku?" tanya Mars mengalihkan pembicaraan mereka.


"Aku tidak tahu...." Jawab Tom dengan enteng.


"Tom kau itu sangat payah." Ejek Mars dengan senyum sinis di bibirnya.


"Ya aku memang payah." Ucap Tom tidak peduli, karena baginya saat ini adalah pergi sejauh mungkin dari keluarga Graham terutama dari Venus agar bisa melupakan rasa cintanya.


Mars menggelengkan kepalanya sambil berpikir.


"Bagaimana kalau ke Paris? Di sana ada perusahaan Uncle Leo dan aku akan meminta padanya pekerjaan untukmu."

__ADS_1


"Boleh juga.. nanti akan aku pikirkan." Ucap Tom.


"Aku beri waktu kau sampai hitungan ke lima, satu, dua, empat...."


"Aku mau... aku mau." Jawab Tom dengan cepat. "Mars kau itu selalu saja tidak bisa berhitung dengan benar." Ejek Tom.


Mars tertawa terbahak-bahak tidak memperdulikan perkataan Tom, ia merasa senang saat melihat wajah sahabatnya yang gelagapan seperti tadi.


"Tom aku ingin bertanya sesuatu padamu." Ucap Mars menghentikan tawanya dan berganti dengan wajah yang serius. "Apa malam itu kau benar-benar mengecek ke kamar Venus?"


Gleg


Tom menelan salivanya dengan sangat susah, ia bingung harus mengatakan apa pada sahabatnya.


Flash back off


Mars yang masih tidak bisa menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang ada di benaknya, hanya bisa berharap jika malam itu tidak terjadi sesuatu pada Venus, karena adiknya sendiri sudah mengatakan kalau dirinya baik-baik saja. Dan Mars juga sangat yakin Venus adalah wanita yang sangat tangguh, jadi jika ada sesuatu terjadi padanya pasti Venus akan melawan.


...🍀🍀🍀...

__ADS_1


Sementara itu di sebuah Mansion yang lainnya lebih tepatnya lagi di Mansion Graham, Venus yang sudah sampai di dalam kamarnya tengah menatap kearah cermin yang ada di depannya. Ia merasa kesal dan marah atas sikapnya yang buruk terhadap Kejora. Padahal ia sangat tahu kalau kakak iparnya itu tidak melakukan kesalahan sama sekali atas apa yang terjadi padanya. Karena apa yang terjadi padanya adalah murni atas kebodohannya sendiri.


Kring... kring.


Venus menatap layar ponselnya yang berdering lalu segera mengangkatnya.


"Bagaimana?" tanya Venus.


"Semua sudah beres Nona." Jawab pria yang ada di seberang telepon.


"Bagus! Kau simpan baik-baik dan jangan sampai ada yang tahu apa lagi keluarga ku!" Perintah Venus dengan nada yang mengancam.


"Baik Nona, aku akan menyimpan rekaman CCTV itu dan akan memberikannya pada Anda saat aku tiba di Jakarta."


"Oke." Venus menutup ponselnya dan terduduk lemas di atas lantai, sudah ia putuskan kejadian malam itu akan menjadi rahasia yang akan ia simpan sepajang hidupnya.


Dan tanpa terasa air mata Venus menetes saat mengingat Aries yang mengucapkan selamat tinggal padanya.


"Kenapa hati aku sakit?" Venus memegang dadanya yang terasa sangat sesak.

__ADS_1


Tidak mungkin jika dirinya itu sudah jatuh cinta pada Aries, pria tampan yang sangat menyebalkan dan selalu meremehkan dirinya. Pria dengan lambang domba yang sangat mencintai kakak iparnya itu.


"Venus kau adalah wanita yang tangguh dan cinta tidak boleh ada di dalam kamus hidupmu." Itulah kata-kata yang selalu menjadi penyemangat bagi seorang Venus, dan ia yakin kehidupannya tidak akan berubah hanya karena kejadian malam itu saat di Bali.


__ADS_2