
Venus yang masih menangis sontak tersenyum sambil memukul lengan sahabatnya itu.
"Nah gitu dong tersenyum karena senyummu itu sangat cantik." Goda Tom.
Venus tertawa lalu menghapus air matanya. "Berjanjilah kau akan baik-baik saja di sana! Dan jangan pernah melupakan sahabat mu ini." Venus mengulurkan jari kelingkingnya.
"Aku berjanji." Tom mengaitkan jari kelingkingnya di jari Venus. "Best friends forever." Tom berusaha menahan rasa sakit di hatinya saat mengatakan status hubungan mereka yang hanya sebatas sahabat, karena sejatinya ia selalu mengharapkan lebih dari itu.
"Best friends forever." Sahut Venus sambil tersenyum.
Tom pun membalas senyuman Venus sambil menatap intens wajah cantik sahabatnya itu.
"Venus boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Tom di sela pembicaraan mereka.
"Tentu saja boleh." Jawab Venus.
__ADS_1
"Apa di hatimu sudah ada nama seseorang? Dan itu menjadi salah satu alasan kau menolak cintaku?" sejak di Bali Tom ingin sekali menanyakan hal itu pada Venus, karena setahu Tom Venus tidak pernah dekat dengan pria manapun sehingga Tom merasa ia punya kesempatan besar untuk mendapatkan cinta Venus. Tapi ternyata perasaan cintanya itu ditolak, dan ia merasa itu semua karena Venus sudah mencintai seseorang.
Venus menjawab dengan gelengan kepala sambil tertawa sinis. "Aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal seperti itu, karena yang ada di dalam hidupku saat ini adalah menjalankan dan menjaga Perusahaan Genereeg sampai Jupiter siap untuk mengambil alih." Venus berkata dengan jujur dan bohong secara bersamaan, ia memang tidak mau memikirkan cinta selama tanggung jawab perusahaan masih ada di tangannya, tapi disudut hatinya yang terdalam ia juga tidak dapat menahan perasaannya yang mungkin sudah tertanam satu nama.
Tom menganggukkan kepalanya lalu memberanikan diri untuk mengusap wajah Venus, ia tahu wanita itu mempunyai tanggung jawab yang sangat besar saat usianya masih terbilang muda. Dan Tom sangat bangga atas kegigihan Venus selama ini, dan karena hal itu juga yang membuat Tom jatuh cinta pada seorang Venus.
"Kau wanita yang hebat Venus." Tangan Tom kini menggengam kembali tangan sahabatnya. "Dan aku bangga mencintai wanita sepertimu." Ucap Tom jujur dari dalam hati.
"Gombal." Gerutu Venus dengan mencebikkan bibirnya.
...πππ...
Perusahaan Genereeg.
"Eva apa ada berkas lain yang harus aku tanda tangani?" tanya Venus tanpa menatap asistennya, karena matanya sedang meneliti berkas yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Tidak ada Nona," Jawab Eva. "Oh ya Nona, minggu depan kita ada pertemuan dengan tuan Mark perwakilan dari Perusahaan Avago Technologies."
Venus menghentikan kegiatannya dan segera menutup berkas yang ada di tangannya.
"Kau atur semuanya dan sekarang aku harus pulang." Venus mengambil tas kerjanya.
"Tapi Nona lima belas menit lagi kita ada pertemuan dengan tuan Arnold." Ucap Eva dengan panik, karena tidak biasanya Nona Venus akan pulang sebelum pekerjaan kantornya selesai.
"Kau atur ulang jadwalnya." Venus berjalan keluar dari ruangannya namun baru beberapa langkah, kepalanya tiba-tiba terasa sangat pusing dan matanya terasa gelap.
"Nona Venus...." teriak Eva saat melihat Nona nya jatuh pingsan.
Kepanikan pun terjadi saat para karyawan yang lain melihat Nona Venus terjatuh, mereka segera membantu Eva untuk menolong nona Venus dan dengan segera membawa nona nya itu ke dalam ruangan khusus tempat biasa nona Venus beristirahatlah. Sementara itu Eva dengan cekatan segera menghubungi dokter pribadi keluarga Graham.
π Sedikit demi sedikit semuanya mulai terungkap π€ oh ya buat semua pembaca novel setia Mom, jangan lupa untuk mampir di novel mom yang berjudul Tuan Muda Yang Posesif. Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar di setiap babnya( bukan tulisan up atau nextπ) Dan untuk pembaca setia mom yang terpilih bisa mendapatkan hadiah yang menarik dari mom, untuk info lebih detailnya nanti mom umumkan di novel tersebut.
__ADS_1