Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 51


__ADS_3

"Tidak, aku tidak mau!" Kejora menyilangkan kedua tangannya, di bagian atas tubuhnya. "Aku tidak mau telanjang bulat di depan anda." Ketus Kejora.


"Siapa yang menyuruhmu telanjang bulat? Aku menyuruhmu menanggalkan pakaian!" Bukan berarti kau harus melepaskan semuanya." Sahut Mars, dengan menghela napasnya. "Aku tidak mau, air di dalam bathtub ini tercemar oleh pakaian kotormu itu."


"Ya ampun planet, mulutmu itu pedas sekali. Seperti bon cabe level sepuluh." Umpat Kejora dalam hati.


"Kenapa diam saja? Kalau kau tidak mau, aku akan memaksamu!" Mars hendak berdiri dari duduknya.


"Stop ....!" Kejora sampai menutup kedua matanya. "Akan aku lakukan. Jadi tuan duduklah, dan jangan berdiri!" Pinta Kejora, dengan terburu-buru.


"Kalau begitu, cepatlah!" Ucap Mars. "Ini baru pemanasan, Kejora. Kita tunggu selanjutnya." Mars bergumam dalam hati, dengan senyum licik dibibirnya.


"I-iya, tuan." Kejora hendak mengangkat kaos yang dikenakannya. "Dosa tidak ya? Kalau aku hanya menggunakan dalaman di depan seorang pria?" Gumam Kejora, dalam hati. "Tapi status kami sudah suami istri, dan pastinya sudah halal seratus persen alias tidak berdosa bukan?" Kejora terus bermonolog dalam hati.


"Kenapa lama sekali! Kalau kau tidak bisa melepaskan pakaianmu, aku yang akan melepaskannya." Ucap Mars, tanpa menoleh kearah Kejora.


"Jangan tuan, aku bisa melepaskannya sendiri." Dan mau tidak mau, Kejora melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan ********** saja.


Kaki Kejora mulai masuk ke dalam bathtub, lalu duduk ditepian. Mulai membersihkan punggung tuan Mars, dengan mata yang setengah terpejam dan jantung yang berdetak dengan cepat. Untung saja tuan Mars, tidak berbuat macam-macam kepadanya. Sehingga dengan tenang, Kejora membersihkan punggung tuan Mars.

__ADS_1


"Tuan, sudah bersih." Ucap Kejora, menatap ke arah depan. "Ah ...."Kejora berteriak, saat melihat pantulan dirinya yang hanya memakai bra di cermin yang ada di tembok depan. "Tuan, kau itu mesum sekali!" Pekik Kejora, saat melihat pantulan wajah tuan Mars, yang tampak tersenyum penuh arti. Tadinya Kejora pikir, tuannya itu diam karena tidak punya pikiran yang macam-macam. Tapi kenyataannya, tuannya itu diam karena sejak tadi menatap pantulan dirinya di depan cermin.


"Ukuranmu ternyata tiga puluh enam B." Seloroh Mars, dengan senyum tipis dibibirnya.


"Ah ...." Kejora reflek menutup kedua aset miliknya dengan tangan.


"Tidak perlu kau tutupi, karena melihat ukurannya saja tidak membuat aku bernafsu." Bohong Mars, karena pada kenyataannya. Sejak melihat tubuh Kejora yang hanya memakai dalaman, sudah membuat bagian bawahnya menegang sempurna.


"Ish, kalau anda tidak bernafsu. Jangan di lihat terus!" Ketus Kejora, lalu berdiri hendak keluar dari bathtub.


"Kau mau ke mana?" Mars mencengkram tangan Kejora.


"Kau belum membersihkan bagian depannya." Goda Mars, dengan seringai di wajahnya.


"Bagian depan?" Kejora reflek menatap kearah tubuh tuan Mars, yang tertutup busa sabun. "Aku tidak mau! Bisa-bisa mata aku bintitan."


"Apa itu bintitan?" Mars mengerutkan keningnya.


"Tidak perlu di bahas tuan, aku mau keluar dulu." Kejora berusaha melepaskan cengkraman ditangannya.

__ADS_1


"aku tidak tahu itu bintitan, tapi sepertinya terdenger asik untuk di coba." Mars langsung berdiri dari duduknya.


"Ah ... itu kadal, eh biawak, eh anaconda." Teriak Kejora, saat melihat tubuh bagian bawah tuan Mars. Tangan satunya reflek menutup matanya, yang hanya tertutup sebagian.


Mars tertawa terbahak-bahak saat melihat reaksi Kejora yang panik.


"Ya ampun, tuan. Kau sudah membuat mata aku tidak perawan." Gerutu Kejora.


Mars lagi-lagi tertawa sambil menarik tubuh Kejora, hingga membuat tidak ada jarak diantara mereka.


"Itu baru mata, belum yang lainnya." Bisik Mars.


Membuat Kejora salah tingkah, dan panas dingin mendengar perkataan tuan Mars. Matanya terus menatap dada bidang tuan Mars, tanpa berani menatap ke yang lainnya.


"Tuan, lepaskan aku! Aku harus keluar, karena tidak baik seperti ini." Lirih Kejora, menelan saliva nya dengan susah. Pikiran-pikiran mesumnya, kembali berkeliaran saat merasakan ada sesuatu yang menusuk di bagian bawah.


"Ya kau benar, ini tidak baik. Karena sebaiknya kita lanjutkan di atas tempat tidur." Mars kembali berbisik.


Tujuan awalnya untuk memiliki Kejora, pada saat yang sudah direncanakannya. berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa ia kendalikan sekarang. Apalagi mengingat kejadian, tentang pria yang bernama Aries, membuat Mars mempercepat rencananya untuk memiliki Kejora seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2