Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 47


__ADS_3

Aurelle House Of Brides.


"Bagaimana, tuan?" tanya pelayan butik.


Mars yang sedang sibuk dengan ponselnya, langsung menatap ke arah depan. Tampak Kejora yang terlihat cantik, dengan gaun pengantin pilihannya. Tanpa mengatakan apa pun, Mars menghampiri Kejora yang terlihat tersenyum padanya.


"Apa kau suka?" tanya Mars, yang sudah berada di depan Kejora.


"Tentu saja suka, gaun pengantin ini bagus sekali." Kejora menatap gaun pengantin yang dikenakannya.


"Aku ambil gaun yang ini!" Ucap Mars, pada pelayan butik.


"Baik, tuan." Ucap pelayan butik.


Kejora kembali masuk ke ruang ganti, untuk melepas gaun pengantin yang dikenakannya.


"Tuan, kalau boleh tahu. Untuk apa anda membeli gaun pengantin untukku?" tanya Kejora, setelah selesai berganti pakaian.


"Cih, kau kira gaun itu untukmu?" Mars berkata, tanpa menatap Kejora. Tangannya sibuk membalas chat dari Monica, yang membahas masalah rumah mewah milik Nyonya Veronica.


"Lalu gaun itu untuk siapa?" tanya Kejora, dengan bingung.


"Tentu saja untuk Monica." Jawab Mars.


"Kalau untuk Nona Monica, kenapa tuan membawa aku kemari? Seharusnya Nona Monica yang anda bawa." Gerutu Kejora, dengan kesal. Karena tadinya ia berpikir, gaun itu untuknya.


Mars menghentikan kegiatannya, lalu menonaktifkan ponsel miliknya.


"Apa kau lupa? Kau harus mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan aku dan Monica!"

__ADS_1


"Oh iya, aku lupa." Kejora menepuk keningnya.


"Tuan, ini gaun pengantinnya." Pelayan butik, memberikan paper bag besar yang di dalamnya ada kotak yang berisikan gaun pengantin.


Mars menyuruh Kejora untuk mengambil paper bag tersebut. Dan setelah membayar tagihannya, Mars dan Kejora keluar dari butik tersebut.


...🍀🍀🍀...


Mall Taman Anggrek Jakarta.


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, Mars dan Kejora sudah sampai di sebuah mall yang ada di Jakarta. Kejora terus mengikuti tuan Mars, tanpa banyak berkata. Lalu mereka masuk ke sebuah toko perhiasan, yang terlihat sangat mewah.


"Pilih yang mana kau suka!" Ucap Mars. Memperlihatkan cincin yang bertahtakan berlian, yang sudah dikeluarkan oleh pelayan toko perhiasan.


Kejora menatap semua cincin tersebut dengan wajah yang bingung.


"Ini untuk cincin pernikahannya?" tanya Kejora.


"Em ..." Kejora menatap satu persatu cincin tersebut. "Nona Monica, suka yang bentuk seperti apa? Maksud aku yang simpel, atau --"


"Dia suka dengan apa yang kau pilih." Potong Mars.


"Benarkah? Tapi kan -- "


"Cepat pilih!" Mars menatap tajam pada Kejora.


Dan mau tidak mau, Kejora menatap semua cincin yang ada di depannya. Lalu memilih cincin yang menarik perhatiannya, cincin yang bertahtakan berlian-berlian kecil dengan satu berlian sedang di depannya.


"Ini tuan." Kejora menunjuk cincin tersebut.

__ADS_1


Mars mengambil cincin tersebut, lalu memakaikannya pada Kejora.


"Cantik dan pas." Ucap Mars. "Apa kau benar menyukainya?" tanya Mars.


Kejora menganggukkan kepalanya.


"Aku yakin, nona Monica juga pasti suka dengan cincinnya." Sahut Kejora, menatap cincin yang ada di jari manisnya.


Entah mengapa hatinya merasa sedih dan sedikit iri, saat menatap cincin tersebut. Apalagi jika teringat gaun pengantin yang tadi dikenakannya. Hati kecilnya sedikit tercubit, saat mengingat kembali pernikahannya dengan tuan Mars. Karena tidak ada gaun pengantin dan cincin kawin di acara pernikahannya.


"Baik, kita ambil yang ini." Mars melepaskan kembali cincin yang ada di jari Kejora.


Membeli cincin tersebut beserta pasangannya, kemudian membayar tagihannya.


"Tuan, apa ada lagi yang ingin dibeli? Aku lelah." Kejora berjalan di samping tuan Mars, dengan tidak semangat.


"Kita harus ke satu tempat lagi." Ucap Mars, dengan senyuman penuh arti.


"Ke mana?" tanya Kejora.


"Kau tidak perlu banyak bertanya." Mars menatap sekilas wajah Kejora, yang tertunduk lesu. "Baru jalan segini, dia sudah kelelahan." Gumam Mars, dalam hati.


Saat dirinya hendak masuk ke dalam pintu lift, ia melihat seseorang yang dikenalnya yang keluar dari pintu tersebut.


"Tuan Gideon," sapa Mars.


Gideon yang di sapa, sedikit terkejut dengan orang yang ada di depannya.


"Tuan Mars." Gideon membalas sapaan, pada orang yang sudah mengambil alih perusahaannya. "Apa kabar?" tanya Gideon.

__ADS_1


"Baik." Jawab Mars.


__ADS_2