Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 124 Season 2


__ADS_3

Di sebuah ruangan kerja yang sangat luas dan berdesain minimalis, tampak seorang pria tengah duduk di kursi kebesarannya. Ia menatap sebuah berkas yang ada di tangannya dengan kening yang berkerut dan sesekali menggelengkan kepalanya setiap membaca detail yang ada di dalam berkas tersebut.


"Jadi wanita itu dan Mars adalah saudara kembar?"


"Iya tuan." Jawab Mark.


Aries menghela napasnya setelah mendengar jawaban dari Mark, ia tak menyangka jika wanita itu adalah saudara kembar dari Mars, karena tadinya ia berpikir mereka hanya kakak adik kandung berbeda usia.


"Pantas saja sifat mereka sama-sama menyebalkan." Gumam Aries sambil memijat pangkal hidungnya.


"Apa tuan?" tanya Mark karena tidak mendengar dengan jelas perkataan tuannya.


"Tidak ada...." Sahut Mars, ia kembali membaca semua data Venus sampai selesai dan menaruh berkas tersebut di atas meja. "Kapan jadwal pertemuan selanjutnya dengan Perusahaan Genereeg?"


"Lusa tuan, dan pertemuan itu di adakan di Bali bersama dengan para investor lainnya." Terang Mark.


Aries menganggukkan kepalanya lalu menyuruh Mark untuk keluar dari ruangan, pandangan matanya kini tertuju kembali pada foto Venus yang ada di atas meja.


"Sungguh wanita yang sangat malang! Pantas saja dia galak dan sangat menyebalkan." Gumam Aries setelah mengetahui semua tentang Venus, bagaimana wanita itu diusianya yang sangat muda memikul tanggung jawab perusahaan besar milik keluarganya, karena sang pewaris utama yang merupakan kakak kembarnya tidak mau menjalankan perusahaan tersebut.


Aries menghela napasnya lalu teringat pada sosok Kejora, mengingat kembali kisah masa lalu mereka yang di penuhi oleh kebahagian dan juga halangan besar dari ayah kandungnya sendiri yaitu tuan Gideon.

__ADS_1


Dan kini Aries merasa sangat menyesal sudah kehilangan wanitanya hanya karena kebodohannya, yang tidak memberikan kabar sama sekali pada Kejora selama bertahun-tahun, dan bahkan seolah-olah menutup mata pada kesusahan yang di alami oleh Kejora hanya karena dirinya tidak mau kerinduan dan rasa cintanya membuatnya pulang ke Indonesia dan menghancurkan semua yang sudah dibangunnya untuk masa depan mereka.


Tapi sekarang nasi sudah jadi bubur dan wanita itu sudah menjadi milik pria lain, dan bohong jika Aries mengatakan sudah merelakan wanita yang dicintainya selama bertahun-tahun itu untuk hidup bersama dengan Mars, karena jauh di lubuk hatinya yang terdalam ia masih sangat mencintai dan menginginkan Kejora. Tapi Aries sadar ia tidak bisa mengubah takdir dan memaksakan keinginannya untuk tetap bersama Kejora.


"Apa yang bisa aku lakukan? Agar aku bisa menjaga dan tetap berada di samping Kejora?"


Aries menghela napasnya kembali lalu menatap pada foto Venus yang ada di atas meja dengan senyum penuh arti.


...🍀🍀🍀...


Perusahaan Genereeg.


"Apa? Coba ulangi lagi!" Perintah Venus setelah mendengar asisten pribadinya membacakan semua jadwal kerjanya.


"Bali." Seru Venus.


Eva menganggukkan kepalanya dan menjelaskannya kembali jadwal pertemuan mereka bersama dengan para investor yang di adakan di Bali.


"Itu artinya Perusahaan Avago Technologies pun diundang?" tanya Venus.


"Tentu saja Nona." Jawab Eva.

__ADS_1


"Sial!" umpat Venus.


Eva yang mendengar umpatan dari Nona nya hanya bisa diam dengan wajah yang menunduk.


"Eva tolong ambilkan surat perjanjian kerjasama kita dengan Perusahaan Avago Technologies!"


"Baik Nona." Eva yang bingung dengan perintah Nona Venus, segera pergi dari ruangan dengan segala pertanyaan di dalam benaknya.


Kring... Kring.


Venus menatap ponselnya yang berdering lalu mengangkatnya.


"Ada apa, Tom?" tanya Venus.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menanyakan kabarmu?" ucap Tom dengan gugup.


Venus terdiam sesaat lalu menatap ponselnya, ia ingin memastikan kalau yang menghubungi dirinya adalah benar Tom sahabat terbaiknya.


"Tom kau salah minum obat?" tanya Kejora setelah memastikan kalau yang menghubunginya benar sahabat sekaligus partner kerja dalam merecoki hidup Mars. "Tumben sekali kau menanyakan kabarku?"


Tom menelan salivanya dengan susah, lalu berusaha untuk tenang.

__ADS_1


"Mars yang menyuruh aku untuk bertanya tentang kabarmu." Bohong Tom.


"Benarkah?" Venus mengerutkan keningnya, ia justru semakin bingung karena tidak biasanya Mars menanyakan kabar dirinya.


__ADS_2