Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 69


__ADS_3

Tom yang melihat tuan Aries diam, dan tidak melawan saat dibawa keluar. Langsung tersenyum penuh kemenangan. Dan saat ia melihat salah satu bodyguardnya, ingin membawa seseorang yang sudah ia incar sejak tadi. Tom pun memberikan perintah untuk membawa orang tersebut kehadapannya.


"Kau ..! Aku masih ingat dengan jelas wajahmu." Tom menepuk wajah pria yang berdiri didepannya. "Kau sudah berani membuat wajah tampanku ini jadi rusak!" Geram Tom, yang langsung melayangkan pukulan keras di wajah pria tersebut. Hingga membuat pria itu jatuh tersungkur di atas lantai.


"Kalian bawa dia, dan yang lainnya!" Perintah Tom, setelah puas membalaskan dendamnya.


"Baik, tuan." Para bodyguard itu membawa semua anak buah tuan Aries, keluar dari mansion.


Setelah melihat semua orang pergi, Tom langsung berteriak sambil mengibaskan tangannya.


"Sialan! tanganku sakit sekali." Keluh Tom. Ia terlalu bersemangat membalaskan dendamnya, sampai memukul dengan keras. "Untung saja tidak ada yang melihat aku kesakitan seperti ini." Gumam Tom, lalu berjalan keluar dari mansion milik Tuan Aries.


...🍀🍀🍀...


Perusahaan Megatech.


Mars yang masih mencari keberadaan Kejora, memilih untuk berada di ruang kerjanya. Ia tidak akan bisa pulang dan tidur dengan nyenyak, sampai Kejora ditemukan.


"Bagaimana, Tom? Apa dia sudah membuka mulutnya?" tanya Mars, memalui sambungan teleponnya.


"Belum, Tuan." Jawab Tom.


"Kau itu bisa kerja tidak?" Bentak Mars.


"Maaf, Tuan." Sahut Tom.

__ADS_1


"Aku tidak butuh permintaan maaf mu! Yang aku mau, kau temukan keberadaan Kejora." Mars berkata, dengan sangat frustasi. Karena hari sudah sangat malam, dan sampai detik ini Kejora belum ditemukan.


"Baik, tuan. Aku berjanji akan mengetahui keberadaan Nyonya Kejora." Ucap Tom.


Mars langsung menutup teleponnya, dengan sangat kasar.


"Kejora, dimana kau?" Lirih Mars, sambil menatap cincin pernikahan milik Kejora.


Tadinya Mars berpikir, hari ini akan menjadi awal bagi hubungan mereka. Tapi kenyataan yang didapatnya, ia justru kehilangan wanita yang sangat dicintainya itu. Entah sejak kapan, hati Mars sudah dikuasai oleh perasaan cintanya pada Kejora. Karena yang ia tahu saat ini, hatinya begitu hampa tanpa adanya Kejora disisinya.


...🍀🍀🍀...


Keesokan harinya.


"Cklek ...."


Mars membuka pintu apartemennya, lalu berjalan gontai memasuki ruang tengah. Ia duduk sebentar di atas sofa, lalu memejamkan kedua matanya untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya.


"Tuan, baru pulang?"


"Emm ...." Mars berdeham, tanpa membuka kedua matanya.


"Bagaimana acara pernikahannya? Apa berjalan dengan lancar?"


"Diamlah! Kau itu berisik sekali." Jawab Mars, masih dengan mata yang terpejam.

__ADS_1


"Ish, aku kan hanya bertanya. Kalau tidak mau dijawab ya sudah."


Satu menit kemudian, Mars merasakan keheningan dan kesunyian. Tidak ada lagi suara yang menggangu tidurnya, dan ia bisa kembali tidur dengan nyaman. Namun ada sesuatu yang menyadarkan dirinya, saat ia teringat suara wanita tadi.


"Kejora ....!" Seru Mars, yang langsung terbangun dan berlari mencari istrinya. Mars mencari Kejora ke kamar, lalu ke dapur. Namun ia tidak melihat sosok istrinya itu.


"Apa aku tadi bermimpi?" Mars menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Tapi suaranya begitu nyata." Gumam Mars. Ia tidak menyangka, rasa rindu pada wanitanya. Membuat Mars berhalusinasi mendengar suara berisik dari Kejora.


Mars menghela napasnya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar. Tadinya ia ingin beristirahat sebentar, untuk menyegarkan dirinya. Namun setelah berhalusinasi mendengar suara Kejora, Mars memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya.


Dengan cepat Mars membuka seluruh pakaiannya, dan membuangnya secara asal.


"Akh ... tuan, kenapa kau telanjang?"


Mars yang mendengar teriakkan Kejora, menatap wanita itu lalu menghela napasnya. "Otakku ini pasti sudah geser?" Gumam Mars, sambil menepuk keningnya.


"Kenapa kau masih disini? Cepat sana kau menghilang!" Ucap Mars, pada bayangan Kejora. Ia berjalan dengan santainya kearah wanita itu, tanpa mengenakan apa pun ditubuhnya. Dan setelah sampai didekat bayangan Kejora, dengan gemasnya ia mencubit pipi istrinya itu. "Kau itu selalu mengganggu pikiranku!"


"Aww ...sakit tuan." Kejora berusaha melepaskan tangan tuan Mars, dari pipinya.


"Eh, kenapa rasanya begitu nyata?" Mars mencubit pipi yang satunya lagi, dengan lebih keras.


"Sakit, tuan!" Teriak Kejora, sambil menggigit tangan tuan Mars.


"Akh ...." Mars berteriak kesakitan, lalu menatap wanita yang ada di depannya. "Kau Kejora?" Mars tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Wanita yang ia cari dari kemarin, kini sudah ada di depan matanya.

__ADS_1


__ADS_2