
Mendengar perkataan Nona Venus, entah mengapa Tom merasa lega. "Oh ya Nona, bagaimana keadaan Nona Katie?" Tom sengaja mengalihkan pembicaraan mereka, agar Venus tidak lagi bertanya tentang Tuan Aries.
"Keadaannya sudah sangat baik, dan itu semua berkat Mom Dila dan Dad Aiden yang terus memberikan dukungan pada Kak Katie. Dan kabar yang aku dengar, saat ini kak Katie sudah kembali aktif di dunia modeling." Jawab Venus.
"Baguslah." Ucap Tom singkat.
"Ya ...." Gumam Venus. "Tom, aku mohon kau terus berusaha untuk mencari Kejora. Aku tidak mau jika Mars selamanya mendiamkan aku, dan tidak lagi menganggap aku adiknya." Lirih Venus.
"Nona, anda tenang saja! Aku akan membantu anda untuk menemukan Nyonya Kejora." Ucap Tom, sambil menggenggam tangan Venus.
"Terima kasih, Tom." Venus tersenyum pada sahabatnya. Ia begitu beruntung mendapatkan sahabat baik seperti Tom, yang selalu ada untuknya.
Tom menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua kembali melanjutkan pembicaraan tentang Kejora.
...🍀🍀🍀...
Di tempat yang lainnya, yang lebih tepatnya di sebuah desa dengan hamparan sawah yang luas. Tampak sebuah Villa yang begitu luas dan mewah, yang terlihat sangat tertutup dengan penjagaan yang ketat.
__ADS_1
"Hei wanita! Bisa tidak kau diam! Aku pusing melihatmu berjalan mondar-mandir seperti itu." Ketus Boy.
Ia merasa menyesal sudah memberi tahu keadaan Mars, yang membuat wanita di depannya seperti setrikaan yang berjalan bolak-balik didepannya.
"B, aku merasa cemas pada Mars. Makanya aku mondar-mandiri seperti ini." Sahut Kejora tanpa melihat ke arah Boy.
"Kalau kau cemas, maka pulanglah! Begitu saja susah." Gerutu Boy.
"Ish, kau itu kenapa selalu saja mengusir aku? Kalau kau begitu menginginkan aku pulang, kenapa dulu kau membawaku?" Sahut Kejora.
"Hey wanita! Aku membawamu? Apa kau sudah pikun? Bukankah kau yang memohon padaku untuk membawamu pergi?" Sindir Boy. "Kau itu wanita tidak berakhlak, sudah di tolong tapi tidak tahu diri." Boy sampai menggelengkan kepalanya, melihat sikap istri sepupunya yang selalu saja seenaknya jika berbicara.
"No ... no ... no, jangan menangis lagi!" Sentak Boy.
Mendapatkan sentakan dari Boy, justru membuat Kejora semakin menangis.
"Oh my God." Boy menghela napasnya, saat melihat Kejora semakin menangis. Wanita itu selalu saja menangis, entah pagi, siang dan malam, membuat kepala Boy menjadi pusing. Jika saja ia tahu keadaannya akan begini, maka Boy lebih memilih untuk tidak menyelamatkan wanita cengeng itu.
__ADS_1
Flashback on.
Saat itu Boy yang merasa sangat suntuk berada di Villa, menghubungi Agam untuk menemaninya jalan-jalan ke Bali. Dengan sembunyi-sembunyi dan mengenakan penyamaran, Boy pun pergi bersama Agam dan anak buahnya menggunakan pesawat komersial. Ia yang sedang dihukum oleh Mom Luna dan Dad Dafa, mau tidak mau menggunakan pesawat komersial untuk sampai ke Bali, agar tidak ketahuan oleh kedua orang tuanya.
Dan di saat Boy dan Agam sampai di bandara, secara tidak sengaja mereka melihat Kejora. Wanita yang ia yakini istri Mars, terlihat tengah berjalan keluar dari bandara bersama dengan empat orang bodyguard.
Boy yang awalnya tidak peduli dengan kehadiran istri sepupunya, yang sendirian berada di bandara. Menjadi terusik saat mendengar Agam mengenali salah satu bodyguard yang bersama Kejora adalah anggota Black Shadow.
Saat itu juga Boy memutuskan untuk mengikuti istri Mars, karena ia tidak akan pernah membiarkan bagian dari keluarga besarnya, terusik oleh orang-orang yang berniat buruk pada mereka.
Dan ketika mereka berada di tengah jalan, Boy memerintahkan anak buahnya untuk mengeksekusi ke empat anggota Black Shadow. Namun setelah membebaskan istri Mars, Boy malah dibuat pusing saat wanita itu meminta ikut dengan mereka. Dan Boy akhirnya mengijinkan Kejora ikut, karena ia berniat mengerjai Mars dengan menyembunyikan Kejora dan menutup semua akses tentang keberadaannya.
Flashback off.
Dan saat ini Boy menyesali keputusannya, membawa dan menyembunyikan Kejora. Karena ia selalu dibuat pusing dengan tingkah wanita itu yang ceroboh, dan mudah sekali menangis.
"B, kenapa dia menangis?" tanya Agam, saat berjalan masuk ke ruang tengah.
__ADS_1
"Entahlah, kau urus dia! Dan bujuk wanita itu untuk kembali ke Mars, karena aku tidak mungkin menyuruh tim Delta untuk memberitahu keberadaan kita." Boy berjalan masuk ke dalam kamarnya. Meninggalkan Agam dan Kejora yang masih berada diruang tengah.