Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 104


__ADS_3

"I-iya." Jawab Kejora dengan bingung.


"Kau lihatkan?" Boy tersenyum penuh kemenangan.


Mars menatap Kejora, lalu menghela napasnya. Ia merasa ada sesuatu yang tidak enak yang akan menimpa dirinya. Apalagi melihat cara Boy yang tersenyum, membuat Mars semakin merasa tidak nyaman.


"Baiklah, kita beli sepuluh burung ditambah dengan satu milik Mike, Jadi total sebelas burung. Dan kau yang belikan semua burung itu, karena aku tidak tahu harus beli di mana." Ucap Mars pada Mike.


"Baik tuan, aku akan membelikannya. Tapi tuan yang harus membayarnya langsung, karena aku tidak punya uang sebanyak itu." Ucap Mike.


"Baiklah aku akan membayar dengan uang tunai, berapa jumlah totalnya?" tanya Mars, mengambil dompet dari saku celananya.


"Kalau ingin membeli persis seperti burung yang lepas itu total semuanya lima ratus juta lebih, tuan." Jawab Mike.


"What?" Pekik Mars dengan wajah yang terkejut, dan mulut yang terbuka lebar. "Me-memangnya berapa harga satu burungnya?"


"Burung yang lepas itu harganya lima puluh juta tuan." Jawab Mike.


"What? lima puluh juta? Itu harga burung atau harga motor?" Mars yang terkejut sampai tidak bisa menelan salivanya.


"Harga burung, tuan. Burung yang anda lepaskan adalah pigeon racing, yang selalu menang di setiap lomba bahkan pernah menang di perlombaan internasional." Jawab Mike.


Di saat Mars masih terkejut, Boy justru tertawa terbahak-bahak. Ia sudah tidak bisa menahan rasa tertawanya, semenjak melihat wajah Mars yang terkejut saat mendengar harga burung yang lepas.

__ADS_1


Mars yang mendengar Boy tertawa, mulai curiga pada sepupunya.


"Jangan bilang kalau burung yang lepas itu milik tuan kau?" tanya Mars pada Mike, karena tidak mungkin seorang anak buah mampu membeli burung yang harganya sangat mahal.


"Anda benar tuan, burung itu milik tuan Boy Arbeto." Jawab Mike.


"B ...." Geram Mars.


"Hahaha, aku tidak mau tahu. Kau harus membeli sebelas burung yang sama persis dengan burungku yang hilang itu." Seloroh Boy sambil tertawa, lalu beranjak pergi dari ruang tengah.


Mars yang sudah sangat kesal, ingin menyusul sepupunya yang somplak itu untuk diberikan sedikit pelajaran.


"Mars jangan!" Kejora menahan langkah Mars. "Jangan mengejar B, aku takut kau kenapa-kenapa." Pinta Kejora.


"Mars kau jangan marah lagi pada B, dan lupakan tentang burung itu! Karena aku sudah tidak mau."


Mars menghela napasnya. "Aku tetap akan membelikannya untukmu, selama itu bisa membuatmu bahagia." Mars mengangkup wajah Kejora, mendekatkan wajah cantik itu dengan wajahnya.


"Kebahagiaan aku bukan terletak dari apa yang kau beli, tapi dari sebuah kata yang selalu aku tunggu darimu." Kejora melepaskan tangan Mars dari wajahnya, lalu menarik wajahnya menjauh dari Mars.


"Kata apa? Bukankah aku sudah meminta maaf padamu?" Mars menahan tangan Kejora.


Kejora menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum tipis. Ia lagi-lagi harus kecewa, karena Mars tidak mengerti apa yang diinginkannya, atau karena memang Mars tidak pernah punya perasaan cinta kepadanya. Kejora segera berlari menuju anak tangga, ia tidak ingin menangis lagi dihadapan Mars.

__ADS_1


"I love you...." teriak Mars.


Dan seketika itu juga langkah Kejora terhenti.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Mars berjalan mendekati Kejora, lalu memeluk pinggang ramping itu dari belakang.


Mendengar pernyataan cinta dari Mars, sontak membuat Kejora menangis. Bukan menangis karena sedih, tapi menangis karena bahagia. Setelah sekian lama ia menunggu pernyataan cinta itu, akhirnya hari ini Kejora bisa mendengarnya langsung dari Mars.


"Apa kata itu yang kau tunggu?" Mars membalik badan Kejora menghadap kearahnya.


Kejora hanya diam sambil terus menangis.


"Kau jangan menangis lagi," Mars mengusap air mata Kejora, lalu mencium bibir mungil istrinya. "Aku mencintaimu, Kejora. Dan mau kah kau pulang bersamaku ke apartemen kita?" pinta Mars, karena ia sudah sangat tidak sabar untuk pergi dari vila.


Kejora langsung menganggukkan kepalanya.


"Yes," Mars kembali memeluk istrinya. "Ternyata gampang juga membuat Kejora luluh, hanya dengan kata I love you. Sungguh menggelikan." Gumam Mars dalam hati.


"Kalau begitu sekarang juga kita pulang!" Mars menarik tangan Kejora, ingin secepatnya membawa pergi istrinya dari tempat yang sudah membuatnya pusing kepala. Namun langkah Mars terhenti, saat ia teringat sesuatu yang sejak semalam ingin ia lakukan.


"Mars kenapa berhenti?" tanya Kejora.


"Pulangnya nanti dulu, karena ada hal yang lebih penting yang harus kita lakukan." Mars tersenyum penuh arti, membawa Kejora menaiki tangga menuju kamar yang semalam.

__ADS_1


Kejora yang bingung, hanya bisa mengikuti langkah Mars dari belakang.


__ADS_2