
"Di ganti dengan yang lebih sederhana?" Tanya Ivan sang make up artist, karena ia merasa riasan di wajah Nyonya Kejora sudah begitu natural dan tidak menor.
"Ya, aku ingin kau hapus make up nya dan ganti dengan yang lebih biasa!" perintah Mars, lalu tatapannya beralih pada Tom. "Siapa yang memilih gaun itu?" Mars menatap Kejora dengan intens, ia tidak suka melihat istrinya begitu cantik dan sexy, karena ia tidak rela kecantikan dan tubuh sexy Kejora dilihat oleh pria lain.
Tom yang ditanya reflek mengerutkan keningnya.
"Bukankah tuan sendiri yang memilih gaun tersebut?"
"Tom kau pasti bercanda? Aku tidak mungkin memilih gaun itu!" ucap Mars dengan keraguan didalamnya, karena Mars baru mengingat jika memang dia yang memilih gaun tersebut. Dan saat memilih gaun itu, Mars tidak pernah menyangka Kejora akan terlihat sexy dengan gaun tersebut.
"Tapi memang tuan yang memilihnya." Sahut Tom tidak mau kalah.
"Ah sudah jangan dibahas lagi! Dan Sekarang cepat hapus make up nya! Dan Kejora ganti gaun mu!" perintah Mars tak terbantahkan.
"Tapi tuan, kita sudah tidak punya waktu lagi! Dan saat ini juga kita harus segera berangkat ke hotel milik keluarga Arbeto." Ucap Tom.
"Tom, aku tidak mau tahu! Kalau aku bilang ganti ya ganti!" Mars mendelik tajam pada Tom dan sang make up artist.
Membuat suasana di dalam kamar tersebut berubah menjadi sangat tegang, dan Kejora yang sejak tadi diam, memutuskan berjalan mendekat kearah suaminya.
"Mars apa aku terlihat jelek dengan gaun dan make up ini?" tanya Kejora dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak sayang, kau justru terlihat cantik dan sexy" Mars mengangkup wajah Kejora dan menatapnya dengan intens.
"Kalau aku terlihat cantik dan sexy, kenapa kau ingin merubah semuanya?" Kejora menautkan kedua alis matanya.
"Justru karena kau terlihat cantik dan sexy, makanya aku ingin mereka merubah penampilanmu. Aku tidak suka jika para pria melihat kecantikan yang dimiliki istriku ini."
"Oh ya ampun Mars," Kejora reflek mengecup bibir suaminya.
Kecupan yang awalnya lembut, kini berubah menjadi sebuah ******* saat Mars membalas kecupan Kejora.
__ADS_1
Ehem
Tom kembali berdeham, saat melihat jam dipergelangan tangannya.
"Tuan, Nyonya, sebaiknya kita segera berangkat!" ucap Tom, menyela keromantisan di antara tuan dan nyonya.
"Tidak! Sebelum Kejora mengganti gaun dan merubah make up-nya." Sahut Mars setelah melepas ciuman mereka.
"Sayang, kita berangkat sekarang atau tidak sama sekali!" ancam Kejora dengan suara yang sangat tegas.
Membuat Mars langsung terdiam.
"Baiklah kita pergi sekarang!" Mars menggandeng lengan Kejora dan menuntunnya dengan hati-hati.
"Tunggu tuan!" ucap Ivan lalu dengan cekatan merapihkan lipstik di bibir nyonya Kejora yang sedikit berantakan karena ciuman tadi.
"Terima kasih." Ucap Kejora.
Mars, Kejora, dan Tom pun segera pergi dari apartemen menuju tempat diselenggarakannya acara pesta ulang tahun Perusahaan Greenerg.
...🍀🍀🍀...
Hotel Internasional.
Setelah sampai di dalam ballroom, Kejora dan Mars langsung menemui Mom Dila, Dad Aiden, dan juga Venus. Dan setelah berbincang sejenak, Dad Aiden dan Mom Dila membawa Mars untuk menemui para rekan bisnisnya, meninggalkan Kejora dan Venus berdua di tengah ballroom.
"Hai cantik," sapa Aries saat melihat Kejora yang berdiri dengan begitu cantik dan anggun.
"Kak Aries..." Seru Kejora dengan wajah yang terkejut, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan kak Aries di acara keluarga Graham, karena setahu dirinya hubungan kak Aries dan Mars sangat buruk.
"Ya ini aku, Aries mantan kekasihmu yang sangat tampan." Seloroh Aries dengan tawa dibibirnya.
__ADS_1
Kejora tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Ish, apa aku tidak salah dengar? Mantan yang sangat tampan?" sindir Venus dengan senyum yang mengejek. Ia tidak begitu terkejut saat mendengar kalau tuan Aries adalah mantan kekasih Kejora, dan otomatis tuan Aries adalah salah satu pemimpin Black Shadow, karena Tom sudah memberitahu semuanya pada saat mengantarnya pulang.
"Oh rupanya ada Nona Venus disini." Aries menatap kearah adik dari rivalnya. "Maaf aku tidak melihatmu sama sekali, karena kau terlihat...."
"Aku terlihat apa?" tanya Venus dengan ketus, ia sudah bersiap mengeluarkan makian pedasnya jika Aries sampai menghinanya.
"Karena kau terlihat sangat cantik, sehingga aku tidak mengenali mu." Ucap Aries dengan berbohong.
"Ck, tidak aku sangka kau itu pandai berbohong!" sinis Venus.
"Syukurlah kalau kau tahu aku sedang berbohong." Ucap Aries dengan menyunggingkan senyumnya.
"Kau..." Venus ingin maju dan memaki tuan Aries, namun tangannya ditarik oleh Kejora.
"Venus kau jangan, ah..." pekik Kejora saat tubuhnya ditarik dan diangkat hingga membelakangi Venus dan kak Aries. "Mars..." pekik Kejora saat menengok kesamping.
"Kau jangan jauh-jauh dariku!" Mars berjalan menggenggam tangan Kejora, tanpa memperdulikan tatapan beberapa orang yang melihat aksinya tadi yang mengangkat Kejora.
"Tapi Mars, Venus dan kak Aries?" Kejora menengok kearah belakang dan melihat wajah Venus dan Aries yang terlihat terkejut.
"Biarkan saja!" Mars terus membawa Kejora menjauh dari Aries.
Sementara itu Venus dan Aries yang sempat terkejut ketika melihat aksi Mars yang terlihat sangat posesif pada Kejora. Kini saling menatap satu dan lainnya.
"Apa kau lihat-lihat?" ketus Venus.
"Tidak ada, aku hanya berpikir mungkin saja kau mau aku gendong seperti Kejora." Goda Aries dengan seringai tipis dibibirnya.
"Oh ya ampun." Venus memutar bola matanya dengan malas, lalu berlalu pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
"Ini sangat menarik." Gumam Aries, menatap punggung Venus yang berjalan menjauh.