
"Ah... Mars..." Kejora mulai mendesah, tangannya mencengkram punggung Mars saat suaminya itu mulai berpacu dibawah sana, menimbulkan suara khas percintaan yang menggema di seluruh ruang kamar.
"I love you." Bisik Mars setelah menyelesaikan pergulatan panas mereka, tanpa melepaskan penyatuannya karena masih ingin berada di atas tubuh Kejora sambil menatap wajah cantik yang tengah berkeringat itu.
Kejora membalas dengan sebuah senyuman di wajahnya yang merona merah karena malu, dan bibirnya sedikit mendesah saat Mars melepaskan penyatuan mereka dan berbaring di sampingnya.
"Kemarilah!" Mars menarik tubuh polos Kejora lalu memeluknya dengan sangat erat. "Ada yang ingin aku tanyakan padamu." Ucap Mars.
"Em, kau jangan bertanya dulu! Aku ingin mengatakan terlebih dahulu kenapa tadi aku marah padamu." Sela Kejora.
"Katakan!" Mars mengecup ujung kepala Kejora.
"Aku marah karena selama di pesta tadi sikapmu sangat menyebalkan! Kau tidak membiarkan aku sendirian, bahkan untuk menengok ke arah lain saja tidak boleh." Gerutu Kejora dengan mencebikkan bibirnya.
Mars tertawa saat melihat bagaimana Kejora menumpahkan kekesalannya.
"Untuk apa kau menengok ke arah lain? Kalau sudah ada wajah yang tampan di sampingmu." Goda Mars.
"Oh ya ampun, kau itu terlalu percaya diri sekali?" Cibir Kejora semakin mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Aku bukan terlalu percaya diri, tapi aku berbicara tentang fakta." Mars menjawab dengan santai.
"Ish kau ini...." Kejora menarik hidung mancung milik Mars dengan gemas. "Oh ya, tadi kau ingin bertanya apa?" Kejora mengelus rahang keras suaminya, lalu naik mengusap bibir tebal yang selalu mencium bibirnya tanpa ampun.
Mars terdiam sejenak lalu menatap ke dalam mata hitam pekat milik Kejora.
"Apa kau mencintaiku?" tanya Mars.
Kejora langsung tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "Mars pertanyaan mu aneh."
"Kenapa aneh? Aku hanya bertanya apa kau mencintaiku? Karena selama ini aku tidak pernah mendengar kau mengatakan cinta padaku." Mars menangkup wajah Kejora dan menatap wajah itu dengan intens.
Melihat Kejora yang bersin-bersin, sontak membuat Mars sangat kecewa dan marah.
"Kau berbohong padaku!" Mars menatap tajam pada Kejora.
"Berbohong?" Kejora menaikan kedua alis matanya. "Berbohong apa Mars? Hacih.. hacih...." Kejora ingin melepaskan pelukan suaminya hendak mengambil tisu, namun tubuh Mars justru sudah menindihnya terlebih dahulu.
"Kau berbohong dengan mengatakan kau mencintaiku." Geram Mars, mengurung tubuh Kejora yang kini berada dibawahnya.
__ADS_1
"Mars aku tidak berbohong padamu hacih.. aku memang mencintaimu.. hacih..." Kejora merasa bingung kenapa Mars menuduhnya berbohong.
"Kalau kau tidak berbohong kenapa kau bersin-bersin?" Mars menatap tajam pada Kejora, ia tidak pernah menyangka jika wanita yang selama ini dicintainya justru tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Entahlah, hidungku rasanya gatal dan yah..." pekik Kejora mencari sesuatu untuk membersihkan ingus yang keluar dari hidungnya.
"Kau jangan berbohong lagi! Karena aku tahu dengan pasti, jika kau berbohong maka kau akan bersin-bersin."
"Mars kau tahu semua itu? Tapi bagaimana bisa?" tanya Kejora dengan wajah yang terkejut, sambil mengusap ingusnya dengan selimut.
"Tentu saja aku tahu, aku bahkan tahu semua tentangmu." Mars menyunggingkan senyumnya. "Jadi katakan kenapa kau tidak mencintaiku?" geram Mars dengan wajah yang kesal.
"Aku mencintaimu Mars dan ini buktinya." Kejora mengelus perutnya secara perlahan lalu mendorong tubuh suaminya. "Kau lihat ini! Hidungku meler seperti ini dan bersin aku sudah berhenti. Bukankah jika aku berbohong, bersin itu akan lama hilangnya?"
Mars menatap Kejora dan melihat istrinya itu memang sudah tidak bersin-bersin dan hidungnya terlihat merah.
"Katakan Mars, sejak kapan mengetahui semua ini?" tanya Kejora.
"Sejak lama." Jawab Mars singkat, mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya. Sementara Mars mengambil celana pendek memakainya dan duduk kembali di samping Kejora. "Katakan padaku apa yang terjadi hingga kau bisa seperti itu?" Mars ingin mendengar secara langsung apa yang menyebabkan Kejora bersin-bersin jika berbohong.
__ADS_1
Kejora menatap Mars lalu mengalihkan pandangan matanya pada langit-langit kamar, dan dengan menghela napasnya Kejora mulai menceritakan kejadian yang membuat dirinya mengalami trauma yang berat hingga membuatnya bersin-bersin jika berbohong.