
Sementara itu di salah satu ruang rawat VVIP di sebuah rumah sakit internasional, nampak seorang pria dengan luka lebam di seluruh wajahnya sedang diperiksa oleh seorang dokter. Pria itu hanya duduk diam tanpa mengeluh kesakitan saat luka di wajahnya diobati, hanya terlihat sebuah kerutan di kening pria tersebut dan beberapa kali menghela napasnya dengan kasar.
"Dokter keadaan Tuan Aries bagaimana? Apa beliau baik-baik saja?"
Mark sangat khawatir pada keadaan tuan Aries yang sejak sadar dari pingsannya hanya duduk diam tanpa suara sama sekali.
"Tuan Aries baik-baik saja, dan luka di wajahnya pasti akan sembuh dalam beberapa hari kedepan."
"Anda yakin, dok? Apa tidak ada luka serius di kepala Tuan Aries? Karena sejak tadi beliau hanya diam saja." Mark menatap cemas pada tuannya.
"Tidak ada sama sekali, hanya saja sepertinya Tuan Aries masih sedikit terkejut dengan apa yang terjadi."
Mark menatap wajah tuan Aries dengan tatapan penuh rasa bersalah, karena ia tidak bisa menyelamatkan dan mengeluarkan tuannya secepat mungkin. Entah apa saja yang dilakukan oleh pemimpin tim Delta pada tuan Aries, sampai wajah tampan tuannya hilang begitu saja dan berganti dengan wajah yang bengkak dan lebam-lebam.
__ADS_1
"Tuan apa Anda butuh sesuatu?" Mark memberanikan diri bertanya pada tuan Aries, setelah dokter yang tadi mengobati tuannya keluar dari ruangan.
Aries masih terdiam tanpa mau menjawab pertanyaan Mark, ia masih bingung dan terkejut dengan apa yang terjadi. Di mulai saat penculikan dirinya oleh anggota Tim Delta, Boy dan Agam yang memukulnya habis-habisan, dan yang terakhir kehadiran Venus dengan perut sedikit buncit karena perbuatannya. Aries benar-benar tidak menyangka jika malam itu yang menjadi partner one night stand dengannya adalah Venus Graham, bukan wanita malam yang di kirim oleh teman Mark.
"Tuan apa Anda butuh sesuatu?" Mark mengulangi pertanyaannya.
"Mark apa yang dikatakan oleh pemimpin Delta saat kau membawaku kemari?" tanya Aries tanpa menjawab pertanyaan dari asistennya.
"Pemimpin Delta atau yang lebih tepatnya Tuan Mars, mengatakan kalau Anda dilarang mendekati Nona Venus dan—" Mark diam karena tidak berani meneruskan perkataannya.
"Dan jika Anda masih nekat mendekati Nona Venus, maka mereka tidak akan segan-segan menghabisi Anda." Mark menundukkan kepalanya.
"Ck, mereka pikir aku takut? Aries tersenyum sinis. "Bagaimana dengan Venus? Apa dia masih ada di sana saat kau datang?"
__ADS_1
Aries merutuki dirinya sendiri yang mudah sekali pingsan saat melihat Venus, dan saat itu ketika Venus keluar dari ruangan ia pun langsung pingsan karena tidak kuat dengan kepalanya yang terasa pusing dan kakinya yang lemas seperti jelly.
"Aku tidak melihatnya, di tempat itu hanya ada tuan Boy, Agam, dan Mars." Jawab Mark dengan wajah yang bingung karena tuan Aries menanyakan keberadaan Nona Venus.
Aries langsung menghela napasnya saat tahu Venus sudah pergi dari markas tanpa peduli dirinya yang pingsan, dan entah mengapa ia merasa sedikit kecewa setelah mengetahui semua itu.
Mark yang melihat raut kekecewaan di wajah tuannya, kini menjadi semakin bingung. "Sebenarnya apa yang telah diperbuat oleh Tuan Aries sampai di bawa paksa oleh Tim Delta? Dan kenapa Tuan Mars melarang Tuan Aries bertemu dengan Nona Venus?" gumam Mark dalam hati. "Tuan sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Tuan Boy Arbeto menyekap Anda?" Mark mencoba mencari tahu apa yang sebenernya terjadi.
"Karena aku menghamili Venus."
"A-apa tuan? Anda menghamili—"
"Venus Graham." Lanjut Aries.
__ADS_1
Mark yang terkejut sampai membelalakkan kedua matanya hingga hampir keluar dari tempatnya. "Ba-bagaimana bisa, Tuan?" Mark tidak percaya dengan apa yang didengarnya, karena yang ia tahu nona Venus dan tuan Aries tidak pernah menjalin hubungan asmara. Jangankan hubungan asmara, bahkan mereka berdua lebih sering terlihat seperti Tom dan Jerry yang selalu berdebat setiap kali bertemu.