Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 73


__ADS_3

Dibacanya malam ya, soalnya sedikit panas!!


"Tuan, kau itu modus! Pakai alasan ingin memeriksa tubuhku?" Gerutu Kejora, dengan tangan yang masih menutupi bagian sensitifnya.


"Cih, untuk apa aku modus? Aku hanya ingin memeriksa tubuhmu. Cepat balik badan!" Perintah Mars, tanpa mengalihkan pandangan matanya pada tubuh Kejora. Mars bahkan harus menelan salivanya dengan sangat susah, saat melihat lekuk tubuh milik istrinya itu.


Kejora yang masih curiga pada tuan Mars, mau tidak mau memutar tubuhnya membelakangi tuan Mars.


"Apa domba itu menyentuh pinggang ini?" Mars menarik pinggang Kejora dari belakang, lalu merangkul tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.


"Tuan, lepaskan!" Kejora yang terkejut, berusaha melepaskan tangan tuan Mars dari pinggangnya. Namun usahanya sia-sia, karena tangan kekar suaminya itu sudah memeluknya dengan sangat erat.


"Kau itu jangan berisik! Aku kan sudah bilang, aku sedang memeriksa mu!" Mars mulai mengecup tengkuk istrinya, dengan penuh kelembutan.


"Tuan, geli." Kejora sampai harus menahan napasnya, saat tengkuknya disapu oleh bibir tuan Mars. "Aku mohon hentikan, tuan! Aku tidak mau -- " Kejora tidak melanjutkan perkataannya, saat merasakan sensasi yang luar biasa di kedua bagian sensitifnya. Kejora bahkan harus mengigit bibir bawahnya, agar menahan suara ******* yang hampir keluar dari bibirnya.


"Kau tidak mau apa? Katakanlah!" Bisik Mars, sambil terus menyentuh bagian sensitif Kejora.


"Aku, ah ..." suara ******* keluar begitu saja dari bibir Kejora, karena gerakan tangan tuan Mars sudah semakin tidak terkendali di tubuhnya. "Tuan, kalau kau mau ..." Kejora kembali mengigit bibir bawahnya. "Maksudku, kalau anda mau memeriksa tubuhku. Tidak perlu menyentuhku seperti ini."


"Kau jangan banyak protes!" Mars langsung mengangkat tubuh istrinya, lalu menghempaskannya di atas tempat tidur.


Kejora yang sudah berada di atas tempat tidur, berusaha menjauh dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Tuan, sudah cukup main dokter-dokterannya. Aku takut khilaf." Pinta Kejora.

__ADS_1


"Bagaimana sudah cukup? Aku bahkan belum memberikan suntikan padamu!" Mars menarik selimut yang dikenakan Kejora. "Apa kau lupa? Setiap pasien yang diperiksa oleh dokter, pasti akan mendapatkan suntikan bukan?" Mars menyeringai, sambil terus menatap wanita yang sudah membuatnya kecanduan.


"Suntikan?" Kejora mengerutkan keningnya, menatap tuan Mars dari atas sampai bawah. "Anda tidak membawa alat suntik." Ucap Kejora dengan bingung.


Mars menghela napasnya, dan langsung mengurung tubuh istrinya. "Sudah aku katakan, kau jangan banyak bicara!" Mars lalu mengecup bibir mungil Kejora. Menyesap dan terus ********** tanpa henti, walaupun Kejora hanya diam tanpa membalas ciumannya.


Kejora yang sudah hampir kehabisan napasnya, langsung mengigit bibir tuan Mars dengan keras agar melepaskan bibirnya.


"Aw ... kenapa kau mengigit ku?" Mars mengusap bibirnya yang terasa sakit.


"Karena tuan itu mesum! Tadi bilang ingin memeriksaku, tapi malah menciumku." Gerutu Kejora, dengan wajah yang kesal. "Lagi pula, kenapa tuan masih mencium dan menyentuhku? Bukankah tuan sudah menikah dengan Monica? Wanita yang sangat anda cintai." Kejora berkata, sambil menahan rasa sesak dihatinya.


Mars terdiam sesaat, karena baru menyadari jika ia belum memberitahukan semua kebenarannya pada Kejora.


"Kejora, nanti akan aku jelaskan semuanya. Tapi sekarang ada urusan yang jauh lebih penting untuk diselesaikan." Mars kembali merengkuh bibir istrinya dengan penuh gairah. Ia sudah tidak ingin membuang waktunya lagi, karena juniornya sudah sesak di bawah sana.


"Ting ... tong ...."


"Tuan, ada tamu." Ucap Kejora, saat pangutan bibir mereka terlepas.


"Sudah, biarkan saja." Mars hendak ******* kembali bibir istrinya.


"Ting ... tong ...."


"Tuan, dengarlah!" Kejora menahan bibir tuan Mars, dengan jarinya.

__ADS_1


"Aku bilang, biarkanlah!" Mars melancarkan kembali aksinya.


"Ting ... tong ... ting ... tong ...."


Suara bel pintu terdengar semakin keras, dan ditambah dengan bunyi ponsel milik tuan Mars.


"Sial!" Umpat Mars, karena merasa konsentrasinya sudah terganggu.


Dengan wajah yang kesal, Mars berjalan mengambil ponselnya di atas nakas. Lalu mengangkat panggilan tersebut.


Sementara itu Kejora yang masih terbaring di atas tempat tidur, langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya. Akhirnya Kejora bisa bernapas dengan lega, karena sudah terbebas dari jeratan si planet merah.


"Kejora, pakai pakaianmu!" Ucap Mars, setelah menutup ponselnya.


"Eh, memangnya kita tidak meneruskan yang tadi?" Ceplos Kejora tanpa sadar.


"Kau menginginkannya?" Goda Mars.


Kejora yang baru tersadar, langsung menutup bibirnya dengan tangan sambil menggelengkan kepalanya.


Melihat tingkah polos Kejora, membuat Mars tersenyum. Lalu ia berjalan kembali menuju tempat tidur, dan mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya.


"Kita bisa melanjutkannya, nanti. Setelah kita menemui tamu yang sangat penting ini." Mars mengecup sekilas bibir Kejora, lalu mengusap bibir mungil itu dengan jarinya.


"Tamu penting?" tanya Kejora, dengan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Dan Mars hanya menjawab dengan seringai tipis dibibirnya.


__ADS_2