Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 154 Season 3


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Kejora yang sedang duduk di atas sofa, mengelus perut buncitnya dengan perlahan. Ia kemudian menatap foto dirinya beserta keluarga besar Graham dengan raut wajah yang sedih. Dua bulan telah berlalu semenjak kejadian di rumah sakit, yang meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi seluruh keluarga Graham termasuk dirinya. Apalagi setelah kejadian itu sikap Mars berubah lebih dingin dan tertutup padanya.


Tadinya Kejora pikir dengan memberikan ruang bagi Mars menyendiri untuk menumpahkan semua perasaan amarah dan sedihnya, akan membuat perasaan Mars sedikit lega. Tapi sayangnya apa yang dipikirkan oleh Kejora ternyata salah besar, karena sejak kejadian di rumah sakit Mars justru menjadi seorang yang dingin dan pendiam.


Bahkan sejak kepergian Venus dan Mom Dila ke Inggris, Mars semakin tertutup dan tak tersentuh olehnya. Mars hanya akan berkomunikasi dengannya saat menanyakan kesehatan baby yang ada di dalam kandungannya, lebih dari itu Mars seakan menutup mulutnya dengan rapat.


Kring... kring.


Kejora menatap layar ponselnya, dan tersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya.


"Venus bagaimana kabarmu?" tanya Kejora setelah mengangkat ponselnya.


"Kabarku baik." Venus yang saat ini tengah berada di balkon kamarnya, menatap langit hitam yang menyelimuti kota London. "Bagaimana keadaan calon keponakan aku? Mom bilang keponakan aku baby boy?" tanya Venus dengan semangat.


"Ya dia baby boy dan keadaannya sehat." Kejora mengelus perutnya yang buncit dengan senyum diwajahnya. "Kau sendiri? Bagaimana dengan kandunganmu?" tanya Kejora.


"Kandungan aku baik kak," jawab Venus sambil menatap perutnya yang sedikit membuncit. "Em... apa Mars sudah pulang?" tanya Venus dengan sendu, ia merasa sangat sedih jika teringat pada Mars. Saudara kembarnya itu menutup komunikasi dengan dirinya semenjak Mars tahu kalau ia tengah berbadan dua.

__ADS_1


"Kakakmu belum pulang," Jawab Kejora.


"Loh bukannya di sana sudah waktunya pulang kerja?" tanya Venus dengan mengerutkan keningnya.


"Iya biasanya Mars sudah pulang." Kejora menatap jam dipergelangan tangannya. "Mungkin masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan oleh Mars, itu sebabnya dia belum pulang."


"Oh...." Venus terdiam sesaat lalu menghela napasnya. "Kakak ipar tolong sampaikan permintaan maaf ku pada Mars, karena sudah memaksanya untuk tidak mencari tahu siapa ayah dari bayi yang aku kandung. Dan sampaikan juga pada Mars kalau aku sangat merindukannya," lirih Venus dan tanpa terasa air mata menetes di kedua pipinya.


"Aku pasti akan menyampaikannya pada Mars, dan sampaikan salam ku pada Mom Dila." Ucap Kejora.


Dan setelah berbincang cukup lama dengan adik iparnya, Kejora menutup ponselnya saat mendengar pintu Apartemen terbuka.


"Sayang kau sudah pulang?" tanya Kejora saat melihat Mars berjalan menuju kamar mereka.


"Mars kenapa kau tidak menjawab pertanyaan aku?" Kejora menarik tangan Mars untuk menghentikan langkah suaminya.


"Aku sedang terburu-buru." Jawab Mars singkat sambil melepaskan tangannya.


Kejora yang ingin mengejar langkah Mars, terpaksa menghentikan niatnya saat melihat Mars masuk ke dalam bathroom. Dan setelah menunggu hampir lima belas menit, Kejora saat ini sedang menatap Mars yang sedang merapihkan pakaian yang dikenakannya.

__ADS_1


"Kau mau pergi lagi?" tanya Kejora saat melihat suaminya sudah rapih dengan pakaian kasual nya.


Mars mengangukkan kepalanya. "Aku ada acara bersama dengan B dan A." Mars mengambil jaketnya dan segera keluar dari kamar.


"Apa boleh aku ikut?" tanya Kejora yang berjalan di belakang suaminya.


Mars seketika itu juga membalik badannya, hingga membuat Kejora menabrak dada bidang suaminya.


"Tidak boleh! Karena ini acara khusus para pria!" ucap Mars dengan tegas.


"Acara khusus para pria?" Kejora mengerutkan keningnya dengan wajah yang bingung.


Mars sendiri tidak ingin menjelaskan lebih rinci pada Kejora, ia segera melangkahkan kakinya keluar dari apartemen.


Sementara itu Kejora yang masih bingung, hanya bisa menatap punggung suaminya yang menghilang dibalik pintu. Ia merasa sedih karena Mars lupa menyapa dan menanyakan kabar Baby Galaxy.


"Mungkin Daddy lupa karena terburu-buru." Gumam Kejora sambil mengelus perutnya yang buncit. "Oh ya ampun, aku sampai lupa menyampaikan pesan dari Venus." Kejora menepuk keningnya.


Baru saja Kejora hendak Melangkahkan kakinya menuju kamar, ia dikejutkan dengan suara pintu apartemen yang terbuka dan melihat Mars berlari kearahnya.

__ADS_1


"Baby Galaxy dad pergi dulu, kau baik-baik dan jangan nakal pada mommy!" Mars mengecup perut buncit Kejora lalu segera berlari menuju pintu keluar.


Meninggalkan Kejora yang tampak tersenyum karena suaminya tidak lupa pada Baby Galaxy.


__ADS_2