Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 106


__ADS_3

Setelah sampai di dalam toilet, Mars melihat Kejora yang terduduk di atas kloset.


"Kau kenapa sayang?" tanya Mars, karena melihat Kejora yang merintih kesakitan.


"Perutku sakit." Lirih Kejora, sambil meremas perutnya.


Mars segera membantu Kejora untuk berdiri dari kloset, namun betapa terkejutnya Mars saat melihat ada bercak darah yang terlihat di kloset.


"Kau datang bulan?" tanya Mars.


Kejora tidak menjawab pertanyaan Mars, ia justru menangis karena rasa sakit di perutnya semakin terasa.


Mars yang melihat Kejora yang menangis kesakitan, dan melihat darah yang mengalir di paha istrinya. Dengan sigap langsung menggendong Kejora keluar dari toilet.


"Mars kita mau ke mana?" tanya Kejora, saat melihat Mars membawanya ke arah pintu kamar.


"Kita ke rumah sakit, aku takut kau kenapa-kenapa." Jawab Mars dengan wajah yang panik.


"Mars tunggu!" Pekik Kejora, saat tangan suaminya hendak membuka pintu kamar.


"Kenapa sayang?"


"Ki-kita belum berpakaian." Lirih Kejora.


Mars lalu menatap kearah Kejora, dan menatap ke dirinya sendiri.


"Sial, aku lupa." Umpat Mars.

__ADS_1


Karena terlalu cemas pada Kejora, Mars sampai lupa kalau mereka masih telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Mars lalu membawa Kejora ke atas tempat tidur, dan mendudukkannya di tepi ranjang.


Dengan cepat ia memakai pakaiannya kembali, dan membantu Kejora memakai pakaiannya. Dan setelah selesai, Mars langsung menggendong Kejora keluar dari kamar.


"Ada apa ini?" Boy yang melihat Mars menggendong Kejora, langsung berjalan mendekati keduanya. Boy melihat Kejora yang menangis dengan wajah yang pucat.


"Perut Kejora sakit, aku akan membawanya ke rumah sakit." Mars menjelaskan tanpa menghentikan langkahnya.


"Tunggu! Memangnya kau tahu, rumah sakitnya ada di mana?"


Mars menghentikan langkahnya, lalu menghela napasnya saat sadar mereka berada di luar kota Jakarta.


"Aku akan ikut bersama kalian, agar kau tidak tersesat." Boy melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


Mars pun dengan segera mengikuti sepupunya. Dan di sepanjang perjalanan, Mars terus mengusap rambut Kejora dan menggenggam tangannya dengan erat.


Dan setelah sampai di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kuningan. Kejora langsung ditangani oleh dokter, dan Mars serta Boy dengan setia mendampingi Kejora.


"Suami pasien yang mana?" tanya dokter yang bertag name Yulianti.


"Saya dok." Jawab Mars, berjalan mendekati dokter dan juga Kejora.


"Begini tuan, pasien mengalami pendarahan dan hampir saja janinnya keguguran. Tapi untung saja Anda membawanya kemari, sehingga kami bisa menangani pendarahannya lebih cepat."


"Keguguran?" pekik Mars dan Kejora secara bersamaan, lalu saling menatap dengan wajah yang terkejut.


Dokter Yulianti menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Dok, jika aku hampir mengalami keguguran. Itu artinya, saat ini aku sedang mengandung?" tanya Kejora, dengan wajah yang tidak percaya.


"Iya nona, anda sedang mengandung. Tapi kandungan Anda saat ini sangat lemah, dan kami sarankan Anda melakukan bed rest di rumah." Jawab dokter Yulianti.


Kejora yang masih terkejut, reflek mengusap perutnya saat mengetahui dirinya sedang mengandung.


"Tapi dok, bagaimana bisa istriku hamil?" Mars akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang dari tadi ada di benaknya.


Membuat Boy, Kejora, dan dokter Yulianti mengerutkan keningnya.


"Dasar manusia planet bodoh, tentu saja dia bisa hamil. Karena ada kau yang menghamilinya." Boy menepuk bahu sepupunya, sambil menggelengkan kepalanya.


"Bukan begitu, B. Tapi kami selama satu bulan lebih tidak berhubungan." Ucap Mars, lalu menatap Kejora dan juga Boy secara bergantian. "B, jangan bilang kau yang menghamili Kejora!" Mars langsung mencengkram kerah pakaian Boy.


"What? Kau gila?" Boy menyentak tangan Mars dengan kencang dari kerah pakaiannya. "Aku memang pencinta wanita, tapi tidak ada dalam kamus ku menyukai wanita yang sudah bersuami. Dan satu lagi yang harus kau ingat! Sebejat apa pun kelakuanku, aku tidak akan pernah bercinta dengan wanita lain selain wanita yang kelak menjadi istriku nanti." Boy berkata dengan penuh penekanan, dan tatapan mata membunuhnya. Dan tanpa banyak berkata, ia pergi dari ruangan tersebut.


"Mars, jadi kau menuduhku berselingkuh?" tanya Kejora dengan air mata yang mulai menetes di kedua pipinya.


"Bukan begitu Kejora, tapi-"


"Tuan, Nona sepertinya ada kesalahpahaman disini." Sela dokter Yulianti yang sedari tadi hanya diam.


Dokter Yulianti kemudian menjelaskan pada Tuan Mars, usia kandungan Nona Kejora. Ia menjelaskan secara detail agar tidak ada kesalahpahaman lagi, pada pasangan suami-istri tersebut. Dan Mars yang sudah sadar dari kesalahan pahamannya, langsung menatap pada Kejora.


"Sayang aku...."


"Keluar....!" teriak Kejora, dengan wajah yang memerah karena amarah.

__ADS_1


__ADS_2