Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 189 Season 3


__ADS_3

Keesokan harinya semua anggota keluarga berkumpul di meja makan, dan hari ini adalah hari pertama bagi Aries mengikuti sarapan pagi di keluarga Graham. Dan jangan tanyakan bagaimana perasaannya, karena yang jelas Aries merasa seperti seorang terdakwa di meja makan tersebut oleh ketiga pria yang ada di ruangan itu. Dan ketiga pria itu adalah tuan Aiden Graham, Mars Graham, dan Jupiter Graham.


"Mau sampai kapan kalian mengintimidasi anggota keluarga baru kita?" Dila menatap tajam pada ketiga prianya, yang sejak tadi memancarkan aura permusuhan pada menantunya.


"Kami tidak mengintimidasi dia." Sahut Mars.


"Mars ...." Dila semakin menajamkan pandangan matanya. "Dan kau sayang, seharusnya kau itu menyambut baik menantu kita dan bukannya ikut memanasi putra-putra kita. Kasihan Venus kalau suaminya diperlukan seperti itu."


"Aku tidak masalah Mom, kalian mau menganggap dia tidak ada juga bukan masalah bagiku." Sahut Venus dengan wajah yang datar dan dingin khas seorang Venus Graham.


"Hahaha ternyata kau bisa bercanda juga." Kejora yang merasa perkataan Venus adalah sebuah candaan, langsung tertawa tanpa mempedulikan tatapan aneh dari seluruh keluarga Graham minus Aries tentunya.


"Sayang bisa tidak pagi-pagi kau jangan lemot seperti ini." Mars menghela napasnya.


"Lemot?" Kejora yang tidak mengerti menatap suaminya dengan wajah yang bingung.


"Sudah-sudah, lebih baik kita selesaikan sarapan pagi ini dengan tenang." Aiden menutup pembicaraan mereka dengan memulai sarapan pagi mereka.

__ADS_1


Dan setelah seluruh anggota keluarga selesai memakan sarapan pagi mereka, Aries mulai berdeham untuk memulai pembicaraan yang sejak tadi ingin disampaikannya.


"Tuan Aiden, Nyonya Dila, aku—"


"Aries panggil kami Mom dan Dad, bukankah kita sudah satu keluarga." Dila tersenyum pada menantunya.


"Maaf aku lupa." Aries menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Tidak apa-apa nak, mungkin karena kau belum terbiasa." Sahut Dila. "Oh ya apa yang ingin kau bicarakan?"


"Mom, Dad aku ingin meminta ijin pada kalian untuk membawa Venus ke kota Munich."


Seluruh keluarga Graham termasuk Venus begitu terkejut mendengar perkataan Aries.


"Kalian pasti tahu kalau aku memiliki perusahaan di sana, dan tidak mungkin meninggalkan perusahaan aku terlalu lama, jadi—"


"Aku tidak akan mengijinkannya." Potong Aiden dan Mars bersamaan.

__ADS_1


"Aku juga tidak mau ikut denganmu." Venus tak kalah ketus menjawab keinginan Aries.


"Tapi Tuan eh maksudku Dad, aku tidak bisa meninggalkan perusahaan ku." Jelas Aries. "Yang lebih tepatnya adalah aku tidak akan bisa menjalankan rencana ku, jika Venus masih berada di Jakarta bersama dengan keluarga besarnya."


"Kalau begitu kau pulang dan biarkan Venus tinggal di sini sampai dia melahirkan anak kalian." Aiden berusaha mencari jalan keluarnya, karena sejujurnya ia tidak mau jauh dari putrinya dan ingin menebus semua kesalahan yang sudah ia perbuat selama ini pada Venus yang sudah merenggut masa remaja putrinya.


"Tapi aku tidak bisa meninggalkan Venus di sini, kami baru menikah dan aku ingin mengenal Venus lebih dekat."


"Tapi aku tidak mau ikut denganmu, apa kau tidak mengerti?" Venus segera pergi dari ruang makan.


"Venus—" Aries hendak mengejar Venus.


"Biarkan Venus sendiri dulu." Dila menahan menantunya untuk tetap berada di ruang makan.


"Tapi—" Aries terdiam saat mom Dila menatapnya dengan tajam.


"Jelaskan pada kami dengan lebih lebih rinci tentang niatmu yang ingin membawa Venus ke Jerman." Pinta Dila.

__ADS_1


Aries menarik napasnya lalu menjelaskan niat dirinya membawa Venus karena alasan perusahaan, dan juga ingin memberikan yang terbaik untuk istri dan anaknya. Tanpa mengatakan alasan yang sebenarnya tentunya.


__ADS_2