Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 72


__ADS_3

"Aku harap kau bahagia, dengan pria pilihanmu." Gumam Aries, dengan senyum tulus dibibirnya.


Aries mengingat kembali kejadian kemarin, saat dirinya akan membawa Kejora pergi jauh dari negara ini. Namun niat itu dibatalkannya, saat Kejora terus memohon untuk dilepaskan. Dan disaat yang bersamaan, Aries menerima panggilan telepon dari anak buahnya. Yang mengatakan kalau pernikahan tuan Mars, dan Monica hanyalah sebuah sandiwara. Yang dibuat khusus untuk membalas Monica, dan Nyonya Veronica. Bahkan Tuan Mars sudah menyiapkan acara kejutan, untuk Kejora di salah satu hotel mewah di Jakarta.


"Mana mungkin aku berada ditengah-tengah orang yang saling mencintai." Gumam Aries, dalam hati. "Tapi setidaknya aku sudah membuat rencana planet itu berantakan. Ya, hitung-hitung balas dendam karena kau sudah mengambil wanita yang aku cintai." Aries tertawa dengan keras, saat membayangkan betapa marahnya Mars. Karena rencana pesta kejutan untuk Kejora, hancur berantakan.


"Dasar gila!" Umpat seorang wanita, dengan suara yang cukup nyaring.


Aries yang mendengar suara seorang wanita yang mengumpat dengan kasar. langsung menatap wanita itu dengan tajam. Dilihatnya wanita cantik yang memakai pakaian formal, tengah duduk tidak jauh dari tempatnya.


"Maaf nona, apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Aries, dengan senyum tipis dibibirnya


Wanita itu menghela napasnya, lalu menutup sebuah berkas yang tadi dibacanya.


"Apa kau tuli? Jelas-jelas aku mengatakan anda gila!" Ucap wanita itu, dengan lirikan tajamnya.


"What? Berani sekali wanita itu menghinaku! Tapi tunggu dulu, kenapa wajahnya mirip dengan ...."


Di saat Aries sedang bergumam dalam hati, wanita yang tadi menghina dirinya. Sudah berdiri dan pergi dari tempat tersebut.


"Eh, mana wanita itu?" tanya Aries, saat ia sadar wanita yang menghina dirinya sudah tidak ada di dalam ruangan.


"Dia sudah pergi, tuan." Jawab Axe, orang kepercayaan Aries.

__ADS_1


"Sial! Pergi kemana dia?" umpat Aries, sambil berdiri hendak mengejar wanita tersebut.


"Tuan, tunggu! Apa anda tidak dengar?" Ucap Axe.


Aries lalu mendengarkan sebuah Announcement. Lalu menghela napasnya, karena mau tidak mau ia harus bergegas masuk ke dalam pesawat.


"Let's go." Ucap Aries.


Lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut, dengan diikuti oleh Axe.


Setelah Aries masuk ke dalam pesawat, dan hendak duduk di kursinya. Ia dikejutkan dengan seseorang yang duduk di sampingnya. Dan bukan hanya Aries yang terkejut, wanita itu pun ikut terkejut. Saat melihat penumpang disebelahnya, adalah pria yang menyebalkan dengan suara tawa cemprengnya. Yang sudah menggangu konsentrasinya, saat membaca laporan keuangan.


"Kau ....!" Seru Aries dan wanita itu bersamaan.


...🍀🍀🍀...


Apartemen Casa Grande.


Sementara itu di sebuah apartemen, tampak seorang pria berjalan dengan terburu-buru. Ia masuk ke dalam apartemennya, sambil mencari sosok yang sangat dirindukannya itu.


"Kejora ...." Panggil Mars.


Ia berjalan masuk ke dalam kamar, tapi tidak menemukan wanitanya. Mars lalu berjalan menuju dapur, namun tidak menemukannya juga. Tinggal satu tempat yang belum di cari oleh Mars, yaitu kamar Kejora.

__ADS_1


"Kejora ....!" Mars mengetuk pintu kamar istrinya.


Namun tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar. Dengan perlahan Mars membuka pintunya, lalu berjalan memasuki kamar Kejora.


"Dimana dia?" Gumam Mars, saat tidak menemukan Kejora di dalam kamarnya. "Tidak mungkin Kejora bisa keluar dari apartemen, karena aku sudah menempatkan pengawal diluar."


Mars yang bingung, hendak keluar dari kamar Kejora. Namun langkahnya terhenti, saat mendengar suara gemericik air dari arah Bathroom.


"Waktu yang sangat tepat ...." Gumam Mars, dengan senyum licik dibibirnya.


Sementara itu Kejora yang sudah selesai membersihkan tubuhnya, segera keluar dari dalam bathroom.


"Akh .... " Teriak Kejora, saat melihat tuan Mars yang sedang duduk di atas tempat tidurnya. "Tu-tuan, kenapa anda ada disini?" Kejora yang gugup, langsung memegang erat handuk yang dikenakannya.


"Kenapa aku ada disini?" Mars menautkan kedua alis matanya. "Memangnya aku tidak boleh, berada di dalam kamar istriku sendiri?" Mars menatap Kejora dari atas sampai bawah, dengan seringai tipis dibibirnya.


"Bukan tidak boleh? Tapi aku ...." Kejora berjalan mundur, saat melihat tuan Mars berjalan menghampirinya. "Tuan, kau mau apa?" Kejora yang sudah terpojok di dinding, semakin mengeratkan handuk yang dikenakannya.


"Aku ingin memeriksa dirimu!" dengan gerakan cepat, Mars melepaskan handuk yang dikenakan oleh Kejora.


"Akh ....,Tuan! Apa yang kau lakukan?" Teriak Kejora, sambil berusaha mengambil handuknya yang terjatuh di atas lantai. Namun usahanya itu sia-sia, karena tuan Mars sudah menjauhkan handuk tersebut dari jangkauannya. "Tuan, kembalikan handukku!" Pinta Kejora, sambil menutup bagian sensitifnya menggunakan kedua tangannya.


"Aku tidak akan mengembalikan handuk itu, sebelum aku memeriksa tubuhmu! Aku takut si domba itu menyakiti tubuh jelekmu ini." Kilah Mars, dengan tatapan mata yang menyusuri seluruh tubuh istrinya.

__ADS_1


__ADS_2