
Di sebuah kamar yang cukup luas, tampak Mars tergesa-gesa membuka pakaiannya. Ia sudah tidak sabar untuk menikmati indahnya surga dunia, dengan wanita yang sudah lama tidak disentuhnya. Sementara Kejora yang berada di bawah himpitan Mars, hanya diam saja melihat suaminya membuka pakaian.
"Sayang, cepat buka pakaianmu! Kita main cepat." Mars melepaskan satu persatu penghalang yang ada di tubuhnya, ingin segera menuntaskan hasratnya, dan setelah itu membawa Kejora kembali ke Jakarta.
Kejora yang mendengarkan perkataan Mars, tidak bereaksi apa pun. Ia masih diam saja, dan terus menatap pada Mars yang sudah bertelanjang dada.
"Kejora cepatlah! Kenapa kau malah diam?" Mars menatap Kejora yang hanya termenung, dengan pakaian yang masih melekat di tubuhnya.
"Aku gugup," bisik Kejora dengan wajah yang memerah karena malu.
Sudah lama Kejora tidak bercinta dengan suaminya, dan melihat tubuh Mars yang tidak mengenakan apa pun. Dan saat ini ketika ia akan merasakan kembali yang namanya bercinta, dan melihat tubuh telanjang suaminya. Sontak membuat Kejora gugup dan gemetaran, sampai tidak bisa menggerakkan tangannya.
Mars menghela napasnya, lalu mulai melucuti satu persatu yang ada di tubuh istrinya dengan gerakan terburu-buru. Ia tidak mau sampai gagal lagi untuk yang ke dua kalinya.
"Sayang, kau tidak sedang menstruasi kan?" tanya Mars, saat melihat bercak kecil berwarna kecoklatan di dalaman milik Kejora.
"Tidak, memangnya kenapa?" Kejora menatap Mars dengan menautkan kedua alis matanya.
"Tapi ini?" Mars menunjukkan dalaman milik Kejora.
__ADS_1
"Oh, itu flek. Sejak semalam aku keluar flek, mungkin sebentar lagi akan datang bulan." Ucap Kejora.
Mars tampak berpikir sesaat, lalu melanjutkan kembali kegiatan pemanasan mereka.
"Mars tunggu!" Kejora mendorong tubuh kekar suaminya.
"Kenapa sayang?" Mars mengerutkan keningnya, dengan padangan mata yang sudah dipenuhi oleh kabut gairah.
"Pelan-pelan Mars," pinta Kejora.
"Yes baby." Jawab Mars. Dan di saat Mars sudah tidak bisa menahan lagi gairahnya, dengan segera ia bersiap untuk menuju menu utama mereka.
"Mars ..." desah Kejora, dengan tangan yang mendorong kembali dada bidang suaminya.
"Mars aku harus ke toilet," Kejora berusaha menyingkirkan tubuh kekar Mars dari atas tubuhnya.
"Ck, kau tahan dulu saja! Ini sudah tanggung." Mars mengecup bibir Kejora, ********** dengan sangat rakus. Tangannya pun tidak tinggal diam, terus bermain di ke-dua aset milik Kejora.
"Mars, tapi aku -" perkataan Kejora langsung terhenti, dan berganti dengan sebuah teriakan kecil, saat tiba-tiba Mars melakukan penyatuan.
__ADS_1
Dan secara perlahan namun pasti, Mars memulai percintaan mereka. Suasana di dalam ruangan seketika berubah menjadi panas, oleh suara ******* dan erangan yang bersahutan.
Percintaan yang awalnya penuh kelembutan, berganti menjadi percintaan yang dipenuhi semangat yang menggelora. Entah sudah keberapa kalinya Kejora mencapai klimaksnya, sementara Mars terus bermain tanpa ada rasa lelah sedikitpun.
"Mars, kau bilang kita main cepat? Ini sudah--" Perkataan Kejora terhenti oleh sebuah desakan yang ada di tubuhnya. Dan lagi-lagi Kejora merasakan sebuah sensasi yang yang sulit untuk di ungkapan dengan kata-kata.
'Sebentar lagi sayang." Bisik Mars dengan deru napas yang memburu. Dan setelah mendapatkan pelepasannya, tubuh Mars langsung terjatuh di atas tubuh Kejora.
"Mars turunlah! Tubuhmu berat." Kejora berusaha menyingkirkan tubuh Mars dari atasnya.
Mars yang mengerti langsung berguling kesamping Kejora, tanpa melepaskan pelukannya. Hingga posisi mereka berubah menjadi Kejora yang berada di atas
"Hey, kau mau ke mana?" Mars menarik tangan Kejora yang hendak bangun dari atas tubuhnya.
"Aku mau ke toilet, dari tadi aku sudah menahannya." Keluh Kejora, dengan bibir yang mengerucut. Ia sudah tidak bisa lagi menahan untuk pergi ke toilet, karena rasa mulas di perutnya semakin menjadi-jadi.
"Kau boleh pergi, tapi cepatlah!" Mars melepaskan genggaman tangannya.
Dilihatnya punggung polos Kejora yang berjalan memasuki toilet, dengan senyum dibibirnya. Mars teringat kembali kejadian saat ia mengungkapkan rasa cintanya, dan mendapatkan kata maaf dari Kejora, hingga membuat mereka berakhir di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Tiap hari dengan senang hati aku akan mengatakan rasa cintaku, kalau berakhir seperti ini." Gumam Mars dalam hati.
Dan di saat Mars tengah tersenyum membayangkan kegiatan panas mereka, yang akan dilakukan tiap hari. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam toilet, membuat Mars terkejut dan berlari menuju toilet.