
Dengan malu-malu Kejora menganggukkan kepalanya, dan sepasang suami istri itu kembali melewati malam panas mereka yang sudah tidak terhitung berapa banyak mereka lakukan selama pernikahan tersebut.
Kini terlihat bingung saat melihat banyak sekali susu ibu hamil di atas meja, baru saja ia ingin bertanya pada pelayan mansion susu itu milik siapa, namun ponsel miliknya terlebih dahulu bunyi dan menampilkan pesan singkat yang dikirim oleh Aries.
Semoga kau suka dengan susu yang aku belikan, jangan lupa untuk di minum.
...ARIES...
Setelah membaca pesan singkat yang dikirim oleh Aries, Venus menghela napasnya dengan berat saat melihat banyaknya susu ibu hamil yang dibeli Aries.
"Kenapa dia tidak bertanya padaku susu apa yang biasa aku minum."
Venus mengetik sebuah pesan balasan untuk Aries, namun ia tidak jadi mengirimkannya saat teringat pertengkaran mereka tadi siang hanya karena gaun pernikahan yang akan dipakai oleh Venus.
__ADS_1
Mereka berdebat hanya karena model gaun pernikahan Venus yang terlalu ketat dan membuat sesak anak yang ada di kandungannya, bahkan Aries sampai memarahi semua karyawan yang ada di butik tersebut karena hal tersebut.
Venus yang merasa kesal dan tidak mau berdebat lebih lama dengan Aries akhirnya menyetujui gaun yang dipilih oleh pria itu, dan selama diperjalanan pulang mereka berdua saling diam tanpa ada pembicaraan sama sekali.
"Apa mungkin pernikahan ini bisa berjalan dengan lancar?" Venus menghela napasnya sambil mengusap perutnya, lalu Venus tersenyum saat menyadari begitu besar rasa sayang Aries pada bayi yang sedang ia kandung. "Setidaknya dia menyayangi kalian." Venus tersenyum saat mengetahui baby yang sedang ia kandung tidak hanya satu melainkan dua
...๐๐๐...
Sementara itu sebuah mansion lainnya yang ditempati oleh keluarga Gideon, tampak Aries tengah menatap kartu undangan pernikahan dirinya dengan Venus.
Mark menatap pada tuannya yang terlihat melamun, memang sudah beberapa hari ini tuan Aries lebih sering diam dan termenung dan Mark tahu jelas apa yang menjadi beban pikiran tuannya.
"Entahlah, yang aku tahu aku begitu menginginkan bayiku." Lirih Aries dengan sorot mata yang menerawang ke depan.
__ADS_1
"Tapi Tuan apa kau tidak memikirkan kedepannya? Bagaimana dengan Nona Venus? Bagaimana dengan Tuan Mars Graham dan jangan lupakan Tuan Boy Arbeto." Mark mencoba mengingatkan tuannya agar tidak salah melangkah.
"Semuanya akan baik-baik saja aku yakin itu." Aries mengepalkan kedua tangannya.
"Tapi ingat satu hal, tuan! Perasaan cinta akan berjalan karena seringnya bertemu dan bersama, apa Anda yakin tidak akan pernah jatuh cinta pada Nona Venus? Karena jika itu sampai terjadiโ"
"Aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya." Ucap Aries dengan tegas. "Kau sekarang pulanglah! Dan jangan membuat aku pusing lagi." Aries menggerakkan tangannya untuk mengusir Mark.
"Baik Tuan aku permisi pulang, dan selamat malam." Mark membungkuk hormat lalu berjalan keluar dari ruang kerja tuannya.
Sementara itu Aries yang masih berada di ruang kerjanya menatap pada foto yang ada di dalam ponselnya, sebuah foto yang selama tiga bulan ini selalu menemaninya kemana pun ia pergi.
Aries menutup ponselnya dan teringat kejadian tadi sore saat ia dan Venus memilih gaun pernikahan, Aries tersenyum ketika Venus yang biasanya keras kepala mau mengikuti kemauannya untuk memakai gaun pernikahan yang ia pilih.
__ADS_1
"Venus Graham ....."