Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 183 Season 3


__ADS_3

Setelah tuan Gideon dan Aries pergi dari mansion, ketiga orang anggota keluarga Graham terlihat beradu argumen tentang keputusan Mars yang menerima lamaran Aries dengan sepihak.


"Kau tidak bisa bersikap seperti itu Mars? Walaupun kau kakak ku tapi kita lahir dihari yang sama, dan aku yang berhak menentukan masa depan ku sendiri." Venus begitu marah karena Mars sudah bertindak kelewat batas.


"Keputusan yang aku ambil itu untuk kebaikan kalian, kau dan calon anakmu." Mars berkata dengan tegas.


"Tapi Mars ...."


"Venus apa yang dikatakan oleh Mars benar, aku yakin kak Aries pasti bisa menjadi suami dan Ayah yang baik untuk keponakan ku." Ucap Kejora.


Mars mengepalkan tangannya dengan erat, saat mendengar Kejora memuji Aries. "Aku berangkat dulu." Mars berdiri dari duduknya.


"Tunggu kak ....!" Venus menahan lengan Mars. "Apa tujuanmu?"


"Tujuanku?" Mars balik bertanya.


"Kak berhentilah berpura-pura, aku tahu kau punya maksud tertentu dengan melakukan semua ini."


"Ck, kenapa kau negatif thinking padaku? Bukankah sudah aku katakan, aku lakukan semua ini demi kebaikan kalian." Mars menarik sudut bibirnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari mansion.

__ADS_1


"Mars ...." Venus yang kesal menghentakkan kakinya di atas lantai.


"Ve kemarilah!" Kejora menepuk sofa yang ada di sampingnya.


Venus berjalan dengan malas kearah Kejora. "Kenapa kak?"


"Aku ingin bercerita sedikit tentang kak Aries." Jawab Kejora.


"Tidak perlu kak, aku tidak ingin mendengar tentangnya." Venus hendak berdiri dari tempat duduknya.


"Ve aku mohon sepuluh menit saja." Pinta Kejora.


Venus menatap Kejora lalu menghela napasnya. "Katakan."


"Aku menceritakan ini semua bukan untuk memaksamu untuk mengikuti keinginan Mars, tapi aku ingin kau tahu bahwa Aries orang yang baik." Ujar Kejora.


"Bagimu mungkin Aries orang yang baik karena dia sangat mencintaimu, dan kalian pernah mempunyai hubungan sebagai kekasih. Tapi dalam kasus ku sangat berbeda Aries tidak mencintai aku dan aku juga tidak mencintainya."


"Bukan tidak mencintai tapi belum mencintai, bahkan aku berani bertaruh kalau kau sudah mencintai Aries." Kejora menatap intens wajah adik iparnya.

__ADS_1


"Oh God yang benar saja?" Venus menggelengkan kepalanya. "Aku mencintai Aries? Itu tidak akan pernah terjadi." Sinis Venus.


"Venus bibirmu bisa mengatakan kau tidak mencintai Aries, tapi aku tahu kau sudah mulai mencintainya. Karena terlihat sangat jelas kau cemburu padaku saat aku menceritakan bagaimana Kak Aries." Kejora tersenyum sambil menahan rasa ingin tertawanya.


"Kakak ipar ku yang cantik, mau aku mencintainya atau tidak itu bukanlah sesuatu yang penting dalam perdebatan ini. Karena yang aku tahu adalah Tuan Aries tidak akan pernah mencintai aku atau wanita lainnya, karena cintanya sudah habis untukmu." Ketus Venus.


"Ya ampun Venus kenapa kau bisa berkata seperti itu? Dari mana kau tahu Kak Aries hanya mencintai aku?" Kejora yang terkejut sampai mengerutkan keningnya.


"Tentu saja aku tahu karena malam itu ...." Venus terdiam tanpa berani meneruskan perkataannya.


"Karena malam itu kenapa?" Kejora semakin penasaran.


"Sudahlah tidak perlu dibahas."


"Ve ...." Kejora menatap adik iparnya dengan sorot mata yang memohon.


Venus balas menatap Kejora lalu menghela napasnya dengan kasar. "Karena pada saat malam itu, selesai kami bercinta Aries menyebut namamu." Lirih Venus.


Kejora langsung terdiam dengan wajah yang terkejut.

__ADS_1


"Itulah kenapa aku menolak lamarannya, karena aku tahu selamanya Aries hanya akan mencintaimu."


Venus segera pergi dari ruangan dan berlari menuju kamarnya, ada perasaan malu dihatinya saat memberitahu rahasia itu pada Kejora. Sebuah rahasia yang begitu menyakiti hati dan juga harga dirinya sebagai seorang wanita, saat pria yang baru saja selesai bercinta dengannya justru menyebut nama wanita lain.


__ADS_2